Wih, Huawei Salip Apple Jadi Raja Smartwatch Dunia! Kok Bisa?
Pecinta gadget dan pengamat teknologi, siap-siap kaget! Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Huawei berhasil mengukuhkan diri di puncak pasar jam tangan pintar (smartwatch) global. Mereka sukses menyalip Apple yang selama ini begitu dominan dan dikenal sebagai pemimpin tak tergoyahkan. Kabar heboh ini datang dari laporan terbaru Counterpoint Research untuk kuartal kedua tahun 2025, periode April hingga Juni.
Kenaikan peringkat Huawei ini sungguh mencengangkan, apalagi mengingat pasar smartwatch secara keseluruhan baru saja bangkit setelah sempat lesu. Laporan Counterpoint mencatat bahwa pengiriman smartwatch global melonjak 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ini adalah sinyal positif setelah pasar mengalami penurunan selama lima kuartal berturut-turut, sejak awal tahun 2024. Dan siapa sangka, Huawei lah yang disebut-sebut sebagai motor utama kebangkitan luar biasa ini.
Lompatan Fantastis Huawei: Rahasia di Balik Kesuksesan¶
Pencapaian Huawei benar-benar fenomenal. Perusahaan raksasa teknologi asal Tiongkok ini berhasil mencatatkan lonjakan pengiriman hingga 52 persen secara tahunan, sebuah angka yang fantastis! Angka ini juga berhasil mengantarkan mereka meraih pangsa pasar sebesar 21 persen, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perjalanan mereka di industri smartwatch. Jadi, apa sih rahasia di balik ledakan pertumbuhan ini?
Menurut Anshika Jain, Senior Research Analyst dari Counterpoint, ada beberapa faktor kunci yang membuat Huawei melesat begitu pesat. “Huawei melesat berkat portofolio produk yang beragam, momentum kuat di dalam negeri, serta harga yang kompetitif di kelas menengah hingga premium,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa Huawei tidak hanya mengandalkan satu jenis produk, melainkan menawarkan berbagai pilihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong konsumen.
Portofolio produk Huawei memang sangat beragam, mulai dari seri Watch GT yang dikenal punya daya tahan baterai super hingga seri Watch yang lebih fokus pada fitur premium dan gaya. Konsumen memiliki banyak opsi untuk memilih smartwatch yang paling pas, baik untuk kebutuhan olahraga, kesehatan, maupun sekadar fashion. Fleksibilitas ini membuat produk mereka menarik bagi segmen pasar yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada satu niche saja.
Selain itu, dominasi Huawei di pasar domestik Tiongkok menjadi pondasi yang sangat kuat. Lebih dari tiga perempat pengiriman Huawei terkonsentrasi di China. Di negara asalnya, Huawei berhasil memanfaatkan sentimen lokal dan mengintegrasikan ekosistem mereka dengan aplikasi serta layanan yang populer di Tiongkok. Mayoritas produk mereka di sana dijual di kisaran harga yang sangat menarik, yaitu 100 hingga 400 dollar AS (sekitar Rp1,6 juta hingga Rp6,5 juta), menjadikannya pilihan yang terjangkau namun tetap berkualitas.
Tidak hanya berfokus di kandang sendiri, Huawei juga agresif memperluas ekspansinya ke berbagai wilayah lain di dunia. Mereka mulai merambah pasar-pasar penting di Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Kehadiran basis pengguna smartphone Huawei yang besar di Tiongkok, ditambah dengan strategi ekosistem yang terintegrasi antara ponsel, tablet, dan smartwatch, semakin memperkuat daya tarik produk jam tangan pintar mereka. Ini adalah contoh bagaimana sinergi antar perangkat bisa menghasilkan pertumbuhan yang signifikan.
Apple Tergeser, Bagaimana Nasib Sang Raja Lama?¶
Sementara Huawei menikmati masa kejayaannya, Apple justru harus rela turun takhta dari posisi puncak. Ini adalah penurunan pengiriman untuk ketujuh kalinya secara beruntun bagi Apple, sebuah tren yang patut dicermati. Pada kuartal kedua tahun 2025 ini, Apple berhasil mengamankan 17 persen pangsa pasar, turun 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Penurunan ini mengisyaratkan adanya tantangan baru bagi raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut. Meskipun demikian, Apple masih memegang kendali penuh di segmen advanced smartwatch atau jam tangan pintar canggih. Kekuatan ekosistem iOS yang kokoh dan tingkat loyalitas pengguna yang sangat tinggi terhadap produk-produk Apple menjadi benteng pertahanan utama mereka. Banyak pengguna iPhone yang merasa wajib memiliki Apple Watch agar mendapatkan pengalaman terintegrasi yang maksimal.
Counterpoint mendefinisikan advanced smartwatch sebagai jam tangan elektronik yang menjalankan sistem operasi tingkat tinggi, seperti Watch OS dari Apple atau Wear OS dari Samsung. Jenis smartwatch ini memiliki kemampuan untuk memasang aplikasi pihak ketiga, menawarkan fungsionalitas yang jauh lebih kaya dibandingkan basic smartwatch. Apple Watch, dengan App Store-nya yang luas, memang menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari pengalaman smartwatch paling lengkap dan canggih.
Meski pangsa pasar keseluruhan mereka sedikit menurun, loyalitas pengguna Apple tetap menjadi aset yang sangat berharga. Pengguna Apple Watch dikenal sangat setia dan cenderung melakukan upgrade ke model terbaru. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun persaingan semakin ketat di segmen pasar menengah, Apple masih memiliki daya tarik kuat di segmen premium yang mereka dominasi. Tantangannya bagi Apple adalah bagaimana mempertahankan dominasi ini sambil menghadapi gempuran dari merek-merek yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Pemain Lain Tak Kalah Gesit: Xiaomi, Imoo, dan Samsung¶
Selain duel sengit antara Huawei dan Apple, pasar smartwatch global juga diramaikan oleh merek-merek lain yang tak kalah gesit. Merek-merek asal China seperti Xiaomi dan Imoo mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, membuktikan bahwa inovasi dan strategi yang tepat bisa membawa hasil manis. Mereka berdua berhasil menempati posisi ketiga dan keempat sebagai vendor smartwatch terbesar di dunia.
Xiaomi, raksasa teknologi yang dikenal dengan produk-produk value-for-money, berhasil meraih pangsa pasar 9 persen. Pengiriman tahunan Xiaomi naik 38 persen, berkat strategi mereka yang fokus pada produk-produk terjangkau. Mereka menyasar segmen basic smartwatch di banyak negara, menawarkan fitur esensial dengan harga yang sangat bersaing. Ini membuat smartwatch semakin mudah diakses oleh lebih banyak orang, terutama di pasar-pasar berkembang.
Sementara itu, Imoo berhasil mengamankan 7 persen pangsa pasar global. Perusahaan ini tumbuh 21 persen dan tetap menjadi raja di segmen jam tangan pintar anak-anak. Imoo dikenal dengan produk-produk smartwatch yang dirancang khusus untuk anak, dilengkapi fitur pelacakan lokasi, panggilan darurat, dan kontrol orang tua. Segmen ini terbukti menjadi ceruk pasar yang menguntungkan dan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kekhawatiran orang tua akan keamanan anak-anak mereka.
Di sisi lain, Samsung, raksasa teknologi asal Korea Selatan, harus puas berada di posisi kelima dalam daftar 5 besar. Mereka mengamankan 6 persen pangsa pasar global, namun mengalami penurunan 3 persen secara tahunan. Meskipun Samsung memiliki lini produk Galaxy Watch yang ditenagai Wear OS (hasil kolaborasi dengan Google), mereka masih menghadapi tantangan berat dalam menghadapi gempuran merek-merek China yang semakin agresif. Persaingan di pasar Android smartwatch sangat ketat, dan Samsung perlu menemukan strategi baru untuk kembali bersaing di papan atas.
Peta Persaingan 5 Besar Vendor Smartwatch Dunia Q2 2025¶
Untuk memudahkan kita melihat gambaran besar persaingan ini, berikut adalah rekapitulasi 5 besar vendor smartwatch global pada kuartal kedua (Q2) 2025 berdasarkan laporan Counterpoint Research:
| Vendor | Market share Q2 2025 | Market share Q2 2024 | Pertumbuhan shipment tahunan (YoY) |
|---|---|---|---|
| Huawei | 21 persen | 15 persen | 52 persen |
| Apple | 17 persen | 19 persen | -3 persen |
| Xiaomi | 9 persen | 7 persen | 38 persen |
| Imoo | 7 persen | 7 persen | 21 persen |
| Samsung | 6 persen | 7 persen | -3 persen |
| Lainnya | 40 persen | 45 persen | -8 persen |
Visualisasi data ini sangat jelas menunjukkan pergeseran kekuatan di pasar smartwatch. Huawei melonjak signifikan, sementara Apple dan Samsung sedikit tergelincir. Ini adalah bukti bahwa pasar teknologi selalu dinamis dan tidak ada yang bisa berpuas diri terlalu lama. Para pemain “lainnya” yang mencakup banyak merek kecil juga menunjukkan penurunan pangsa pasar, menandakan konsolidasi pasar yang mungkin terjadi di masa depan.
mermaid
pie
title Pangsa Pasar Smartwatch Global Q2 2025
"Huawei" : 21
"Apple" : 17
"Xiaomi" : 9
"Imoo" : 7
"Samsung" : 6
"Lainnya" : 40
Grafik di atas dengan jelas menggambarkan distribusi pangsa pasar di kuartal kedua 2025. Perhatikan bagaimana kategori “Lainnya” masih mengambil bagian terbesar, menunjukkan fragmentasi pasar di luar 5 besar, namun dengan tren penurunan. Ini membuka peluang bagi vendor menengah untuk mencoba masuk ke jajaran teratas.
Tiongkok Jadi Pusat Gravitasi Pasar Smartwatch Global¶
Perubahan peta persaingan ini tidak hanya terjadi di level merek, tetapi juga di level geografis. Untuk pertama kalinya, Tiongkok berhasil mengukuhkan dirinya sebagai pasar smartwatch terbesar di dunia, melampaui Amerika Utara. Ini adalah pergeseran yang sangat penting dan mencerminkan kekuatan pasar Asia yang terus tumbuh di industri teknologi.
Menurut peneliti Counterpoint, Balbir Singh, fenomena ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor penting. Pertama, harga yang terjangkau membuat smartwatch semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Kedua, subsidi pemerintah juga berperan besar dalam mendorong adopsi teknologi ini. Pemerintah Tiongkok seringkali memberikan insentif atau dukungan untuk produk-produk teknologi lokal, yang secara tidak langsung menguntungkan merek seperti Huawei dan Xiaomi.
Yang paling menarik adalah integrasi smartwatch dengan aplikasi lokal yang membuat perangkat ini semakin penting dalam keseharian masyarakat. Di Tiongkok, smartwatch tidak hanya sekadar penunjuk waktu atau pelacak kebugaran. Mereka telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital seperti Alipay dan WeChat Pay, mempermudah transaksi sehari-hari tanpa perlu mengeluarkan ponsel. Selain itu, fitur pemantauan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi lokal juga menjadi daya tarik utama.
Tingginya kesadaran akan kesehatan dan gaya hidup aktif di Tiongkok juga menjadi faktor pendorong. Smartwatch dengan fitur pemantau detak jantung, kadar oksigen darah, hingga pelacak tidur menjadi alat yang sangat relevan. Budaya masyarakat yang sangat digital juga mempermudah adopsi teknologi baru ini, menjadikan smartwatch bukan lagi sekadar aksesori, melainkan bagian esensial dari gaya hidup modern.
Masa Depan Smartwatch: AI dan Kesehatan Jadi Kunci¶
Ke depan, pasar smartwatch diprediksi akan terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang stabil. Counterpoint memproyeksikan pertumbuhan tahunan sekitar 7 persen pada tahun 2025. Dorongan utamanya diperkirakan datang dari beberapa inovasi besar yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat ini.
Integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan menjadi salah satu faktor utama. Bayangkan smartwatch yang tidak hanya melacak data kesehatan Anda, tetapi juga menganalisanya secara cerdas untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. AI bisa membantu memprediksi potensi masalah kesehatan, menawarkan program latihan yang disesuaikan, atau bahkan memberikan tips nutrisi berdasarkan kebiasaan Anda. Ini akan mengubah smartwatch dari sekadar alat pelacak menjadi asisten kesehatan pribadi yang proaktif.
Selain itu, sensor kesehatan generasi baru juga akan memainkan peran krusial. Saat ini, kita sudah melihat sensor detak jantung, SpO2, dan EKG. Namun, inovasi terus berjalan. Sensor yang lebih canggih, seperti kemampuan mengukur tekanan darah non-invasif, kadar gula darah (glukosa) tanpa perlu tusuk jarum, atau analisis pola tidur yang lebih mendalam, sedang dalam pengembangan. Fitur-fitur ini akan membuat smartwatch menjadi alat diagnostik awal yang sangat berharga.
Ekosistem aplikasi yang semakin luas juga akan menjadi daya tarik utama. Seiring dengan pertumbuhan pasar, akan semakin banyak pengembang yang menciptakan aplikasi inovatif khusus untuk smartwatch. Ini bisa berupa aplikasi kebugaran yang lebih interaktif, aplikasi produktivitas yang terintegrasi dengan perangkat lain, atau bahkan aplikasi hiburan ringan yang bisa diakses langsung dari pergelangan tangan Anda. Kemudahan akses dan ketersediaan aplikasi akan meningkatkan nilai guna smartwatch secara keseluruhan.
“Pasar memasuki siklus inovasi baru, di mana kesehatan dan AI akan menjadi faktor utama pembeda jangka panjang,” kata Associate Director Counterpoint, David Naranjo. Pernyataan ini menegaskan bahwa masa depan smartwatch tidak hanya tentang desain atau performa, tetapi lebih pada bagaimana perangkat ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan penggunanya melalui teknologi cerdas.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa smartwatch bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan bagian integral dari masa depan teknologi pribadi. Dengan semakin canggihnya fitur kesehatan dan kemampuan AI, perangkat ini akan menjadi lebih dari sekadar jam tangan, tetapi juga menjadi alat yang esensial untuk mengelola kesehatan dan gaya hidup kita.
Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian setuju bahwa Huawei pantas menjadi raja smartwatch yang baru? Fitur apa dari smartwatch yang paling penting bagi kalian? Yuk, bagikan pendapat kalian di kolom komentar!
Posting Komentar