Gaji PPPK Paruh Waktu September 2025: Bocoran Terbaru + Rincian Lengkap!

Table of Contents

Gaji PPPK Paruh Waktu September 2025

Halo, teman-teman! Siapa di sini yang lagi deg-degan nungguin kabar terbaru soal skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu? Pasti banyak, ya! Apalagi setelah pemerintah resmi menghapus tenaga honorer dan menggantinya dengan skema ini mulai tahun depan. Nah, September 2025 ini jadi momen krusial banget buat kita semua yang penasaran sama gaji PPPK Paruh Waktu. Skema kerja yang lebih fleksibel, cuma sekitar 18-19 jam per minggu atau rata-rata 4 jam per hari, tentu bikin banyak orang bertanya-tanya.

Meskipun kerjanya enggak full-time, PPPK Paruh Waktu ini tetap punya status keren sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan berhak mendapatkan Nomor Induk PPPK, lho! Ini artinya, kalian tetap punya jaminan dan pengakuan resmi dari negara. Tapi, pertanyaannya, seberapa besar sih gajinya? Apakah sama kayak PNS atau PPPK penuh waktu? Yuk, kita bedah tuntas semua rinciannya di sini! Jangan sampai ketinggalan info penting ini, ya!

Mengapa Ada PPPK Paruh Waktu? Solusi atas Penghapusan Tenaga Honorer

Pemerintah memang serius banget dalam menata ulang manajemen ASN di Indonesia. Dengan adanya regulasi baru, tenaga honorer secara bertahap dihapuskan dan digantikan oleh skema yang lebih terstruktur dan legal. Di sinilah PPPK Paruh Waktu hadir sebagai jembatan penting. Skema ini dirancang sebagai solusi win-win bagi pemerintah dan juga para pegawai non-ASN yang sebelumnya berstatus honorer.

Bagi pemerintah, skema ini memungkinkan mereka untuk tetap merekrut tenaga ahli dan profesional sesuai kebutuhan instansi, tapi dengan fleksibilitas anggaran dan jadwal kerja. Sedangkan bagi para pegawai, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan kepastian status dan hak-hak yang lebih jelas, meskipun dengan jam kerja yang tidak penuh. Ini bukan cuma soal gaji, tapi juga soal pengakuan dan stabilitas karir di sektor publik.

Latar Belakang dan Tujuan PPPK Paruh Waktu

Penghapusan tenaga honorer memang sempat menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan ribuan individu yang bertahun-tahun mengabdi di berbagai instansi pemerintah. Banyak dari mereka yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun, tapi statusnya masih menggantung tanpa kejelasan masa depan. Nah, PPPK Paruh Waktu ini muncul sebagai jawaban atas permasalahan tersebut. Pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pekerja yang rentan dan tanpa kepastian status di lingkungan pemerintahan.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan status kepegawaian yang jelas dan hak-hak yang lebih baik kepada para tenaga non-ASN, tanpa harus memberatkan anggaran belanja pegawai secara drastis. Dengan jam kerja yang lebih singkat, diharapkan para PPPK Paruh Waktu bisa menyeimbangkan antara karir dan kehidupan pribadi. Ini juga bisa jadi pintu gerbang bagi mereka yang ingin terus berkontribusi untuk negara namun punya keterbatasan waktu atau komitmen lain.

Dasar Hukum Gaji PPPK Paruh Waktu

Kamu pasti penasaran, dasar hukumnya apa sih yang mengatur gaji PPPK Paruh Waktu ini? Nah, semua sudah terang benderang diatur dalam Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi ini menjadi payung hukum utama yang menentukan bagaimana gaji PPPK Paruh Waktu ditetapkan. Jadi, tidak ada lagi keraguan atau simpang siur informasi, semuanya berdasarkan aturan resmi.

Dalam Kepmen PANRB tersebut, ada dua poin penting yang perlu kamu ketahui tentang penetapan gaji minimalnya. Pertama, gaji minimal akan disetarakan dengan gaji terakhir yang kamu terima saat masih menjadi pegawai non-ASN. Ini tentu kabar baik, karena kamu tidak akan merasakan penurunan pendapatan saat beralih status. Kedua, jika gaji terakhirmu di bawah UMP daerah, maka gaji PPPK Paruh Waktu akan mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah penempatanmu.

Penting juga untuk diingat bahwa lokasi penempatanmu akan sangat berpengaruh pada besaran gaji. Setiap provinsi punya UMP yang berbeda-beda, jadi ini akan jadi faktor penentu utama. Selain itu, sumber pendanaan gaji PPPK Paruh Waktu ini tidak akan membebani belanja pegawai seperti halnya PNS atau PPPK penuh waktu, melainkan mengikuti aturan khusus yang berlaku di setiap instansi. Ini menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam mengelola anggaran untuk program baru ini.

Kisaran Gaji PPPK Paruh Waktu 2025

Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu! Berapa sih kira-kira gaji yang akan diterima PPPK Paruh Waktu di tahun 2025 nanti? Mengacu pada proyeksi dan perhitungan UMP 2025 di seluruh Indonesia, gaji PPPK Paruh Waktu diperkirakan berada di rentang Rp2,1 juta hingga Rp5,3 juta per bulan. Angka ini cukup bervariasi karena sangat dipengaruhi oleh kebijakan UMP di masing-masing provinsi.

Supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas, yuk kita intip contoh besaran gaji berdasarkan UMP di beberapa provinsi di Indonesia. Perlu diingat, angka ini adalah estimasi berdasarkan proyeksi UMP 2025 dan bisa sedikit berubah tergantung keputusan akhir pemerintah daerah.

Provinsi Estimasi UMP 2025 (Per Bulan) Keterangan
DKI Jakarta Rp5.396.761 Tertinggi, mempertimbangkan biaya hidup tinggi.
Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan Rp4.285.850 Wilayah Timur Indonesia, memiliki UMP yang kompetitif.
Sulawesi Utara Rp3.775.425 Di atas rata-rata nasional.
Aceh Rp3.685.616 Menjadi salah satu provinsi dengan UMP yang baik.
Sumatra Selatan Rp3.681.570 Rata-rata nasional.
Jawa Tengah Rp2.169.349 Salah satu yang terendah, biaya hidup relatif terjangkau.
DIY Yogyakarta Rp2.264.081 Cukup rendah, namun dengan daya tarik budaya dan pendidikan.
Nusa Tenggara Timur (NTT) Rp2.328.969 UMP yang cukup rendah, sesuai kondisi ekonomi regional.
Jawa Barat Rp2.246.307 Bervariasi per kota/kabupaten, ini rata-rata provinsi.
Jawa Timur Rp2.230.128 Mirip dengan Jawa Tengah dan DIY.
Bali Rp2.910.000 Mempertimbangkan sektor pariwisata.
Kalimantan Timur Rp3.500.000 UMP yang relatif tinggi berkat sektor sumber daya alam.

Tabel di atas menunjukkan bahwa ada gap yang cukup signifikan antara provinsi dengan UMP tertinggi dan terendah. Ini adalah cerminan dari kondisi ekonomi dan biaya hidup di masing-masing daerah. Jadi, sangat penting bagi calon PPPK Paruh Waktu untuk mempertimbangkan lokasi penempatan sebelum memutuskan untuk bergabung.

Faktor-faktor Penentu UMP dan Gaji PPPK Paruh Waktu

Besaran UMP ini tidak muncul begitu saja, lho. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penetapan UMP di tiap provinsi, yang pada akhirnya juga akan menentukan gaji PPPK Paruh Waktu. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Inflasi Daerah: Tingkat kenaikan harga barang dan jasa di suatu daerah sangat mempengaruhi daya beli masyarakat. Pemerintah daerah akan berusaha menyesuaikan UMP agar daya beli pekerja tetap terjaga.
  2. Pertumbuhan Ekonomi Daerah: Kinerja ekonomi suatu daerah, seperti laju pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB), menjadi indikator penting dalam menetapkan UMP. Daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi cenderung memiliki UMP yang lebih baik.
  3. Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL): KHL adalah standar kebutuhan minimum yang harus dipenuhi pekerja lajang untuk bisa hidup secara layak. Ini mencakup kebutuhan pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan rekreasi.
  4. Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah: Meskipun ada formula nasional, pemerintah daerah juga punya sedikit ruang untuk melakukan penyesuaian berdasarkan kondisi spesifik wilayahnya.

Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa lebih mengerti mengapa gaji PPPK Paruh Waktu bisa sangat bervariasi antar provinsi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyesuaikan remunerasi dengan kondisi ekonomi riil di lapangan.

Perbandingan dengan PPPK Penuh Waktu

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana sih perbandingan gaji PPPK Paruh Waktu dengan PPPK Penuh Waktu? Tentu saja ada perbedaannya, terutama karena perbedaan jam kerja dan tanggung jawab. Namun, ada kabar baik! Bagi PPPK Paruh Waktu yang menunjukkan kinerja jempolan dan memiliki dedikasi tinggi, ada peluang besar untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Ini bisa jadi motivasi ekstra buat kamu untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan.

Jika kamu berhasil naik status menjadi PPPK Penuh Waktu, gaji pokokmu akan langsung mengikuti aturan yang lebih tinggi, yaitu Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024. Gaji pokok PPPK Penuh Waktu ini jauh lebih besar, lho, mulai dari Rp1,9 juta hingga Rp7,3 juta per bulan. Besaran ini akan disesuaikan dengan golongan dan jenjang pendidikanmu.

Berikut adalah gambaran umum gaji pokok PPPK Penuh Waktu berdasarkan Perpres Nomor 11 Tahun 2024:

Golongan Jenjang Pendidikan Kisaran Gaji Pokok (Rp)
I Lulusan SD/SMP 1.938.500 - 2.900.000
II Lulusan SMP/SMA 2.116.900 - 3.200.000
III Lulusan SMA/D1 2.308.200 - 3.400.000
IV Lulusan D1/D2/D3 2.511.000 - 3.700.000
V Lulusan D3 2.742.000 - 4.100.000
VI Lulusan D4/S1 2.992.800 - 4.500.000
VII Lulusan S1 3.256.200 - 4.900.000
VIII Lulusan S1 3.538.400 - 5.300.000
IX Lulusan S1/S2 3.842.200 - 5.800.000
X Lulusan S1/S2 4.167.300 - 6.300.000
XI Lulusan S2/S3 4.516.200 - 6.800.000
XII Lulusan S2/S3 4.891.000 - 7.300.000
XIII Lulusan S3 5.291.600 - 7.900.000
XIV Lulusan S3 5.717.800 - 8.500.000
XV Lulusan S3 6.176.600 - 9.200.000
XVI Lulusan S3 6.671.100 - 9.900.000
XVII Lulusan S3 dengan pengalaman khusus 7.199.100 - 10.700.000

Catatan: Kisaran gaji pokok ini dapat sedikit berbeda tergantung pada masa kerja (MKG) dan peraturan terbaru yang berlaku.

Selain gaji pokok yang lebih tinggi, PPPK Penuh Waktu juga berhak atas berbagai tunjangan lainnya, seperti tunjangan keluarga (istri/suami dan anak), tunjangan pangan (beras), tunjangan jabatan (baik struktural maupun fungsional), dan tunjangan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku di instansi terkait. Jadi, perbedaan benefit-nya memang cukup signifikan antara paruh waktu dan penuh waktu.

Jalur Transisi Menuju PPPK Penuh Waktu

Proses transisi dari PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu biasanya didasarkan pada evaluasi kinerja dan kebutuhan formasi di instansi. Jika kamu menunjukkan kinerja yang luar biasa, memiliki kompetensi yang relevan, dan ada formasi PPPK Penuh Waktu yang kosong sesuai dengan kualifikasimu, instansi bisa merekomendasikanmu untuk diangkat. Proses ini tentu akan melalui seleksi internal atau penyesuaian status sesuai prosedur kepegawaian.

Ini bukan sekadar janji kosong, tapi sebuah jalur karir yang nyata. Pemerintah menyadari bahwa banyak talenta berharga di PPPK Paruh Waktu yang layak mendapatkan kesempatan yang lebih besar. Jadi, jangan lewatkan kesempatan ini ya!

Apakah PPPK Paruh Waktu Mendapatkan Tunjangan? Tentu Saja!

Meskipun bekerja dengan jam terbatas, jangan khawatir! PPPK Paruh Waktu tetap mendapatkan fasilitas kepegawaian dan tunjangan yang lumayan, kok. Ini adalah bentuk pengakuan pemerintah terhadap kontribusi kalian sebagai bagian dari ASN. Jadi, status paruh waktu bukan berarti kalian dianaktirikan dalam hal kesejahteraan.

Berdasarkan PP Nomor 14 Tahun 2024, PPPK Paruh Waktu berhak atas beberapa tunjangan penting, yaitu:

  • Tunjangan Hari Raya (THR): Pasti seneng banget, kan, kalau jelang Lebaran dapat THR? PPPK Paruh Waktu juga berhak atas THR ini, lho. Besaran THR ini akan disesuaikan dengan proporsi jam kerja dan gaji yang diterima.
  • Gaji Ke-13: Selain THR, ada juga Gaji ke-13 yang biasanya cair menjelang tahun ajaran baru atau pertengahan tahun. Ini juga akan diberikan secara proporsional.
  • Jaminan Sosial Ketenagakerjaan: Ini penting banget! Kalian akan mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
    • BPJS Kesehatan: Memberikan perlindungan berupa layanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rawat inap di rumah sakit. Ini adalah jaminan dasar yang sangat vital.
    • BPJS Ketenagakerjaan: Mencakup berbagai program seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM). Ini memberikan perlindungan finansial di masa depan dan saat terjadi risiko kerja.
  • Kesempatan Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi: Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas ASN-nya, termasuk PPPK Paruh Waktu. Kalian akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan, workshop, atau kursus daring yang relevan untuk meningkatkan skill dan kompetensi. Ini bisa menjadi bekal berharga untuk karirmu ke depan.

Nah, satu hal yang perlu kamu garis bawahi adalah, besaran tunjangan ini biasanya akan proporsional dengan jam kerja yang kamu miliki. Misalnya, jika kamu bekerja 50% dari jam kerja penuh waktu, maka tunjangan seperti THR atau Gaji ke-13 yang berbasis gaji mungkin juga akan disesuaikan secara proporsional. Detail proporsionalitas ini akan diatur lebih lanjut dalam petunjuk teknis pelaksanaan dari instansi terkait.

Pentingnya Jaminan Sosial bagi PPPK Paruh Waktu

Adanya jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah benefit yang sangat besar. Ini bukan cuma tentang perlindungan finansial, tapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi para pekerja. Bayangkan, dengan BPJS Kesehatan, biaya pengobatan tidak perlu kamu khawatirkan. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, kamu punya tabungan untuk masa tua (JHT), jaminan saat pensiun (JP), dan perlindungan jika terjadi hal tak diinginkan saat bekerja (JKK & JKM). Ini adalah hak dasar pekerja yang kini dijamin oleh negara bagi PPPK Paruh Waktu.

Peluang Pengembangan Diri

Kesempatan untuk pelatihan dan pengembangan kompetensi juga tidak boleh dianggap remeh. Di era yang serba cepat ini, skill dan pengetahuan harus selalu di- update. Dengan adanya program pelatihan, kamu bisa meningkatkan kapasitas diri, belajar hal-hal baru, dan bahkan membuka jalan untuk mendapatkan posisi atau tanggung jawab yang lebih tinggi di masa depan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karir profesionalmu.

Tantangan dan Prospek Karir PPPK Paruh Waktu

Setiap program baru pasti punya tantangan dan prospeknya sendiri, begitu juga dengan PPPK Paruh Waktu ini. Mari kita bedah lebih lanjut agar kamu punya gambaran yang lebih komprehensif.

Tantangan yang Mungkin Dihadapi

  1. Penyesuaian Budaya Kerja: Bagi yang sebelumnya terbiasa dengan jam kerja penuh, menyesuaikan diri dengan jadwal paruh waktu mungkin butuh waktu. Apalagi jika ada perbedaan ekspektasi dari rekan kerja atau atasan.
  2. Manajemen Beban Kerja: Meskipun jam kerja lebih sedikit, efisiensi dan produktivitas tetap menjadi kunci. Tantangannya adalah bagaimana menyelesaikan tugas-tugas penting dalam waktu yang terbatas.
  3. Persepsi Publik dan Rekan Kerja: Awalnya, mungkin ada persepsi yang berbeda terhadap PPPK Paruh Waktu. Namun, dengan kinerja yang baik dan pemahaman yang jelas tentang peran, hal ini bisa diatasi.
  4. Proportionalitas Tunjangan: Beberapa tunjangan mungkin diberikan secara proporsional. Ini bisa menjadi tantangan bagi mereka yang mengandalkan tunjangan tambahan untuk pendapatan total mereka.
  5. Ketersediaan Formasi Penuh Waktu: Meskipun ada peluang transisi, tidak semua PPPK Paruh Waktu bisa langsung diangkat menjadi penuh waktu. Ketersediaan formasi sangat bergantung pada kebutuhan instansi dan anggaran.

Prospek Karir dan Dampak Positif

  1. Jalur Resmi Menuju ASN: Ini adalah jalur resmi yang paling jelas bagi tenaga non-ASN untuk memiliki status kepegawaian yang diakui negara. Ini memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang tidak dimiliki oleh tenaga honorer.
  2. Fleksibilitas Kerja: Bagi banyak orang, fleksibilitas adalah aset berharga. PPPK Paruh Waktu memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan karir dengan tanggung jawab keluarga, pendidikan lanjutan, atau bahkan passion lain.
  3. Peluang Pengembangan Kompetensi: Program pelatihan yang disediakan akan membantu meningkatkan skill dan profesionalisme. Ini akan sangat bermanfaat, baik untuk karir di sektor publik maupun swasta.
  4. Pintu Gerbang Menuju PPPK Penuh Waktu: Seperti yang sudah dibahas, kinerja yang baik bisa membukakan pintu untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu dengan benefit yang lebih besar.
  5. Kontribusi Positif untuk Pemerintah: Dengan adanya PPPK Paruh Waktu, instansi pemerintah bisa lebih efisien dalam mengelola sumber daya manusia dan tetap mendapatkan tenaga berkualitas untuk mengisi kebutuhan strategis.

Dengan mempertimbangkan tantangan dan prospek ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih matang apakah skema PPPK Paruh Waktu ini cocok dengan tujuan karir dan gaya hidupmu.

Proses Rekrutmen PPPK Paruh Waktu: Bagaimana Cara Bergabung?

Setelah mengetahui semua detail tentang gaji dan tunjangan, pasti kamu penasaran juga dong, gimana sih caranya supaya bisa jadi PPPK Paruh Waktu? Meskipun artikel ini lebih fokus ke gaji, sedikit bocoran tentang proses rekrutmennya penting untuk kamu tahu.

Secara umum, proses rekrutmen PPPK Paruh Waktu akan mengikuti pola yang tidak jauh berbeda dengan PPPK Penuh Waktu, namun mungkin ada penyesuaian khusus untuk skema paruh waktu. Tahapannya biasanya meliputi:

  1. Pengumuman Formasi: Instansi pemerintah akan mengumumkan kebutuhan formasi PPPK Paruh Waktu, lengkap dengan persyaratan jabatan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Pastikan kamu selalu cek website resmi BKN atau KemenPANRB, serta website instansi yang kamu incar.
  2. Pendaftaran Online: Calon pelamar akan melakukan pendaftaran secara online melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN). Di sini kamu akan diminta mengisi data diri, mengunggah dokumen yang diperlukan, dan memilih formasi yang sesuai.
  3. Seleksi Administrasi: Panitia akan memverifikasi dokumen dan persyaratan yang kamu unggah. Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai agar tidak gugur di tahap ini.
  4. Seleksi Kompetensi: Ini adalah tahap inti di mana kemampuan dan pengetahuanmu diuji. Seleksi kompetensi biasanya terdiri dari:
    • Seleksi Kompetensi Manajerial: Menguji integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, dan pengambilan keputusan.
    • Seleksi Kompetensi Sosial Kultural: Menguji kepekaan terhadap keberagaman, empati, dan kemampuan berinteraksi sosial.
    • Seleksi Kompetensi Teknis: Menguji pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkaitan langsung dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Tes ini akan disesuaikan dengan formasi PPPK Paruh Waktu yang kamu pilih.
    • Wawancara: Untuk menggali lebih dalam motivasi, komitmen, dan potensi diri pelamar.
  5. Pengumuman Kelulusan: Hasil seleksi akan diumumkan secara resmi.
  6. Pemberkasan dan Penetapan NIP PPPK: Bagi yang lulus, akan diminta untuk melengkapi berkas dan kemudian akan diterbitkan Nomor Induk PPPK (NIP PPPK).
  7. Penandatanganan Kontrak Kerja: Setelah NIP PPPK terbit, kamu akan menandatangani perjanjian kerja sebagai PPPK Paruh Waktu.

Meskipun ini adalah gambaran umum, penting untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari instansi terkait, karena setiap instansi mungkin memiliki detail tambahan dalam proses rekrutmennya. Persiapkan diri kamu sebaik mungkin!

Kesimpulan

Jadi, gimana nih, sudah lebih jelas kan sekarang soal gaji PPPK Paruh Waktu per September 2025? Gaji yang berkisar Rp2,1 juta hingga Rp5,3 juta per bulan ini sangat bergantung pada Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah penempatanmu. Skema ini benar-benar jadi jalan tengah yang cerdas dari pemerintah. Ini memberikan status resmi sebagai ASN bagi tenaga non-ASN, tapi dengan jam kerja yang lebih fleksibel.

Buat kamu para tenaga honorer dan profesional yang mungkin belum beruntung mendapatkan formasi penuh waktu, program PPPK Paruh Waktu ini bisa jadi peluang emas. Kamu tetap bisa berkarier di instansi pemerintah, punya jaminan sosial, dan bahkan ada kesempatan untuk naik status jadi PPPK Penuh Waktu di kemudian hari. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk membangun karir yang lebih pasti dan memberikan kontribusi nyata bagi negara.


Bagaimana pendapatmu tentang skema PPPK Paruh Waktu ini? Apakah kamu tertarik untuk mendaftar, atau ada pertanyaan lain yang ingin kamu ajukan? Yuk, sampaikan di kolom komentar di bawah ini! Mari kita diskusikan lebih lanjut!

Posting Komentar