Metalhead Mendunia! Imam Besar Blekmetaliyah Gebrak Panggung RIS Solo 2025!

Table of Contents

Imam Besar Blekmetaliyah Gebrak Panggung RIS Solo 2025

Siap-siap, para metalhead sejati! Kabar gembira datang dari Solo, kota yang tak pernah berhenti mengguncang skena musik ekstrem tanah air. Band black metal legendaris asal Norwegia, Mayhem, dikonfirmasi bakal kembali menginjakkan kakinya di Indonesia, setelah sekian lama dinantikan. Mereka akan menjadi headliner utama dalam perhelatan akbar Rock in Solo (RIS) 2025, sebuah festival yang selalu dinanti para pencinta musik keras dari seluruh penjuru negeri.

Acara dahsyat ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, pada tanggal 22-23 November 2025. Lokasinya pun sudah tak asing lagi bagi para veteran RIS, yaitu Benteng Vastenburg, Surakarta, sebuah lokasi ikonik yang selalu memberikan atmosfer unik. Kehadiran “Imam Besar Jamaah Blekmetaliyah” ini bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah penahbisan Solo sebagai rumah sejati bagi musik ekstrem, tempat di mana spirit metal hidup dan berdenyut kencang.

RIS 2025 diprediksi akan menjadi salah satu festival musik paling epic di tahun depan, terutama dengan kehadiran Mayhem. Mereka akan membawa aura mistis dan kegelapan khas black metal Norwegia langsung ke jantung kota Solo. Momen ini adalah kesempatan emas bagi generasi muda untuk merasakan langsung energi band yang telah mengukir sejarah panjang dalam musik cadas dunia, serta menjadi bukti bahwa musik ekstrem punya tempat istimewa di hati para penggemar Indonesia.

Firman Prasetyo, Direktur Show Rock in Solo, mengungkapkan perasaannya dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa, 19 Agustus 2025. “Ini sebuah kehormatan besar bagi kami untuk bisa menghadirkan Mayhem ke Indonesia,” ujarnya dengan antusias. Firman menambahkan, “40 tahun berkarya di dunia musik, itu adalah sebuah pencapaian yang luar biasa dan tidak semua band bisa melakukannya.”

Perjalanan karier Mayhem yang sudah mencapai empat dekade memang patut diacungi jempol. Mereka tidak hanya bertahan di tengah badai kontroversi, tetapi juga terus berkarya dan menginspirasi banyak band lain di seluruh dunia. Kehadiran mereka di RIS 2025 adalah perayaan atas dedikasi dan warisan musik yang tak lekang oleh waktu, menjanjikan malam yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.

Dari Oslo, Siap Pimpin “Ritual” di Solo: Mengenal Lebih Dekat Mayhem

Bagi sebagian besar penggemar musik cadas, Mayhem bukanlah sekadar band; mereka adalah simbol. Mayhem adalah pionir yang telah membentuk dan mendefinisikan gelombang kedua black metal Norwegia dengan segala keunikan dan kontroversinya. Sejak terbentuk pada tahun 1984, nama Mayhem selalu identik dengan musik yang gelap, lirik yang provokatif, dan stage act yang tak biasa, jauh melampaui standar kebanyakan band metal lainnya.

Perjalanan karier mereka diwarnai dengan serangkaian peristiwa dramatis dan tragis yang justru ikut mengukuhkan reputasi mereka sebagai “imam besar” black metal. Setiap album, setiap penampilan, dan bahkan setiap insiden yang terjadi, seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi panjang Mayhem. Inilah yang membuat mereka begitu dihormati sekaligus ditakuti di kancah musik ekstrem global. Dari Oslo yang dingin, kini mereka siap menggebrak panggung di Solo yang panas.

Saat ini, Mayhem diperkuat oleh formasi yang solid dan berpengalaman, yang telah membuktikan ketangguhan mereka di berbagai panggung dunia. Ada vokalis Attila Csihar, yang dikenal dengan gaya vokalnya yang unik dan teatrikal, mampu menciptakan suasana eerie yang mencekam di setiap lagu. Kemudian, ada bassist sekaligus salah satu pendiri band, Necrobutcher (Jørn Stubberud), yang menjadi tulang punggung dari suara low-end Mayhem yang brutal dan khas.

Di lini drum, ada Hellhammer (Jan Axel Blomberg), seorang drumer yang sangat teknikal dan agresif, memberikan fondasi ritmis yang kuat dan kompleks, seolah melepaskan badai di setiap ketukannya. Tak ketinggalan, dua gitaris handal, Teloch (Morten Bergeton Iversen) dan Ghul (Charles Hedger), yang bertanggung jawab atas riff-riff gelap, melodi yang mencekam, dan soundscape yang brutal. Bersama-sama, mereka menjaga warisan band ini tetap hidup dan terus berkembang, memastikan api hitam Mayhem terus menyala.

Kontroversi yang Mengukir Sejarah

Sejarah Mayhem tak bisa dilepaskan dari sejumlah kontroversi yang menggemparkan dunia musik, menjadikannya salah satu band paling banyak dibicarakan sekaligus paling ditakuti. Puncak drama dimulai dengan kehadiran vokalis Dead (Per Yngve Ohlin), yang dikenal memiliki persona sangat ekstrem, terobsesi dengan kematian dan kegelapan. Dead, dengan perilakunya yang nyentrik, menciptakan aura mencekam di setiap penampilannya, bahkan kerap mempraktikkan self-mutilation di atas panggung dan mengubur pakaiannya di tanah untuk bau kematian.

Ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri pada 8 April 1991, sebuah peristiwa yang mengguncang skena metal global. Peristiwa tragis ini mencuat ke publik setelah Euronymous (Øystein Aarseth), gitaris sekaligus pemimpin band saat itu, menemukan jasadnya. Yang lebih kontroversial, Euronymous mengambil foto jasad Dead dan menyebarkannya, bahkan dikabarkan menggunakan potongan otaknya untuk memasak. Foto tersebut kemudian secara kontroversial digunakan sebagai sampul album bootleg berjudul Dawn of the Black Hearts yang dirilis pada tahun 1995. Insiden ini sontak menjadi salah satu legenda paling kelam dan paling dibicarakan dalam sejarah black metal.

Tak berhenti di situ, tragedi lain kembali mengguncang Mayhem dan skena black metal Norwegia. Pada 10 Agustus 1993, Euronymous tewas ditikam sebanyak 23 kali oleh Varg Vikernes (Burzum), seorang musisi black metal lainnya yang juga pernah terlibat dengan Mayhem. Pembunuhan brutal ini merupakan klimaks dari konflik ideologis, perseteruan personal, dan perebutan pengaruh di dalam inner circle black metal Norwegia yang sangat tertutup. Kasus ini menjadi sorotan media internasional dan semakin memperkuat citra gelap Mayhem.

Meskipun harus melalui rentetan tragedi dan kontroversi yang bisa saja menghancurkan band lain, Mayhem berhasil bangkit dari keterpurukan. Mereka justru memanfaatkan pengalaman pahit itu sebagai inspirasi untuk menciptakan karya-karya legendaris yang kini menjadi benchmark genre black metal. Album-album seperti De Mysteriis Dom Sathanas (1994), yang direkam sebelum kematian Euronymous namun dirilis setelahnya, kini dianggap sebagai salah satu mahakarya paling penting dalam sejarah black metal, sebuah album wajib bagi setiap penggemar.

Album tersebut, dengan suara gelapnya yang khas, produksi mentah namun kuat, dan komposisi yang kompleks, menjadi patokan bagi banyak band black metal generasi berikutnya. Tak hanya itu, Mayhem juga terus produktif dengan merilis Ordo Ad Chao (2007), yang berhasil memenangkan Spellemannprisen (Grammy Norwegia) untuk kategori Metal, membuktikan bahwa kualitas musik mereka tetap terjaga di tengah segala perubahan, adaptasi, dan evolusi dalam scene. Ini menunjukkan ketahanan dan kreativitas band yang luar biasa, mampu bertransformasi dan tetap relevan hingga kini.

Firman Prasetyo pun menambahkan, “Makanya, akan sangat menarik menyaksikan Mayhem main di Solo. Mereka ini jadi salah satu band yang aksi panggungnya selalu dinanti, penuh dengan aura dan teaterikalitas.” Ia juga memberikan teaser menarik bagi para penggemar yang sudah pernah datang ke RIS. “Kalau teman-teman menyaksikan Behemoth di RIS 2023, itu kira-kira experience-nya akan sama, bahkan mungkin lebih intens dan gloomy,” pungkasnya, menjanjikan tontonan yang tak terlupakan dan mendalam.

Sumpah Setia Metalhead Indonesia untuk Mayhem

Bagi metalhead Indonesia, kesempatan menyaksikan Mayhem secara langsung di Rock in Solo 2025 ini adalah momen yang sangat langka dan berharga, bahkan bisa dibilang once in a lifetime. Mayhem bukan sekadar band; mereka adalah institusi, sebuah legenda hidup yang terus menuliskan sejarah. Mereka adalah suara dari kegelapan, melodi dari kekejaman, dan cerminan dari filosofi yang mendalam tentang eksistensi, kematian, dan pemberontakan. Menonton mereka live adalah pengalaman spiritual, sebuah ritual yang mengikat komunitas metal dalam ikatan persaudaraan yang tak terlihat.

Bayangkan suasana di Benteng Vastenburg nanti: ribuan kepala mengangguk serentak mengikuti irama blast beat yang cepat dan riff-riff gitar yang memekakkan telinga. Asap panggung dan tata cahaya yang gelap akan menciptakan suasana misterius, sementara vokalis Attila Csihar dengan karismanya akan memimpin “ritual” yang dijanjikan, membawa penonton masuk ke dalam dunia Mayhem yang penuh misteri dan kegelapan. Energi yang akan terpancar dari panggung utama Rajamala Stage pasti akan luar biasa, membuat setiap sudut Benteng Vastenburg bergetar dan bergemuruh.

Kehadiran Mayhem juga menjadi penegasan bahwa skena metal di Indonesia, khususnya di Solo, telah diakui secara global sebagai salah satu pasar dan komunitas metal terbesar. Ini bukan hanya tentang musik, tapi juga tentang komunitas, tentang identitas, dan tentang passion yang tak pernah padam di hati para penggemar. Solo, melalui RIS, telah berhasil menarik salah satu nama terbesar dalam sejarah metal, menunjukkan betapa kuatnya daya tarik festival ini di mata dunia dan para musisi internasional.


Tonton Cuplikan Penampilan Mayhem:

Jika Anda penasaran bagaimana intensity penampilan Mayhem, saksikan cuplikan video berikut untuk mendapatkan gambaran “ritual” yang mungkin akan terjadi di RIS Solo 2025. Video ini menampilkan energi panggung mereka yang khas dan atmosfer yang mereka ciptakan.

Mayhem Live at Wacken Open Air 2018 - ‘Deathcrush’

(Disclaimer: Video ini hanya ilustrasi untuk memberikan gambaran umum mengenai performa Mayhem. Penampilan di RIS 2025 bisa bervariasi tergantung konsep panggung dan setlist.)


RIS 2025: Lebih Besar, Lebih Megah, dan Lebih Lama!

Rock in Solo (RIS) memang memiliki rekam jejak yang sangat panjang dan mengesankan sebagai festival musik keras. Dimulai pada tahun 2004 sebagai ajang lokal yang indie dan underground, RIS secara konsisten berevolusi menjadi festival berskala internasional pada tahun 2009. Perjalanan ini menandai komitmen penyelenggara untuk terus membawa pengalaman musik ekstrem terbaik kepada penggemarnya di Indonesia, menjadikannya salah satu brand festival yang paling dihormati.

Sejak saat itu, festival ini dikenal sebagai salah satu yang paling konsisten dan ditunggu-tunggu oleh para pencinta musik keras dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Nama-nama besar di kancah metal dunia seperti Suffocation, Dying Fetus, hingga Behemoth pernah menjadi bagian dari festival ini, meninggalkan jejak sejarah yang tak terlupakan di Solo. Setiap tahun, RIS selalu berhasil mengejutkan dan memuaskan dahaga para metalhead dengan line-up yang memukau.

Menurut Firman Prasetyo, tahun ini pihaknya telah mempersiapkan acara dengan sangat matang untuk menampung antusiasme para penggemar yang diperkirakan akan membludak. “Pada tahun ini, Rock in Solo bakal digelar selama dua hari penuh,” kata Firman, menegaskan bahwa durasi festival diperpanjang secara khusus. Keputusan ini diambil untuk mengakomodasi jumlah penampil yang lebih banyak dan memberikan pengalaman festival yang lebih mendalam serta tanpa terburu-buru bagi penonton.

Perpanjangan durasi ini berarti penonton akan memiliki lebih banyak waktu untuk menikmati berbagai suguhan musik dan aktivitas di area festival. Dari pagi hingga malam, setiap sudut Benteng Vastenburg akan dipenuhi dengan dentuman musik yang memekakkan telinga dan energi yang membara. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang ingin merasakan atmosfer festival secara maksimal tanpa perlu khawatir melewatkan band favorit mereka.

Selain durasi yang lebih panjang, Firman juga menyebutkan bahwa festival akan menggunakan tiga panggung berbeda untuk memastikan semua band mendapatkan ruang yang layak dan penonton memiliki pilihan yang beragam. Rajamala Stage akan menjadi panggung utama, tempat para headliner dan band-band besar menggebrak panggung dengan produksi yang megah. Kemudian, ada XXI Stage dan Rock On Stage sebagai panggung tambahan yang akan menampilkan berbagai talenta, baik dari kancah lokal maupun internasional, memberikan kesempatan bagi band-band baru untuk bersinar.

Benteng Vastenburg: Saksi Bisu Kegilaan Metal

Penyelenggaraan RIS di Benteng Vastenburg bukan tanpa alasan. Lokasi ini tidak hanya memiliki kapasitas yang sangat besar, mampu menampung puluhan ribu penonton dalam satu waktu, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Benteng kuno ini, dengan arsitektur kolonialnya yang megah dan dinding-dinding batu yang kokoh, memberikan latar belakang yang unik dan dramatis bagi sebuah festival musik ekstrem. Kontras antara sejarah dan modernitas, antara ketenangan masa lalu dan kegilaan musik masa kini, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Bayangkan saja, gemuruh blast beat dan growl yang memekakkan telinga bergema di antara dinding-dinding benteng yang telah berusia ratusan tahun. Itu adalah pemandangan yang langka dan menakjubkan, seolah waktu berhenti sejenak untuk merayakan musik. Benteng Vastenburg telah menjadi saksi bisu dari semangat metalhead yang tak pernah pudar, menjadikannya ikon bagi Rock in Solo itu sendiri dan memberikan identitas yang kuat bagi festival.

Rock in Solo juga terbukti memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi kota Surakarta, menjadikannya lebih dari sekadar acara hiburan. Dengan target penonton mencapai puluhan ribu orang, festival ini diperkirakan akan menghasilkan perputaran ekonomi yang substansial di berbagai sektor. Ini berarti bukan hanya tiket konser yang terjual habis, tetapi juga penjualan merchandise resmi band dan festival, serta lonjakan transaksi di sektor kuliner, penginapan, dan transportasi.

Terutama UMKM lokal di Solo akan merasakan dampak positifnya, dengan para penonton festival membanjiri warung makan, kafe, dan penginapan di sekitar area. RIS tidak hanya membawa musik, tetapi juga kehidupan dan semangat bagi perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa musik ekstrem juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat, menghubungkan seni dan kesejahteraan.

Barisan Blekmetaliyah dan Kejutan Lainnya

Selain Mayhem sebagai bintang utama, RIS 2025 juga akan diramaikan oleh banyak band berkualitas dari dalam negeri, yang tak kalah garang. Dalam pengumuman line-up phase 1 ini, beberapa nama sudah dikonfirmasi akan memanaskan panggung Solo. Ada Sukatani, band yang selalu menarik perhatian dengan penampilan energinya dan lirik-lirik yang provokatif. Kemudian ada Eden Adversary dan Viscral, dua nama yang sudah tidak asing lagi di telinga para penggemar musik ekstrem Indonesia, selalu menjanjikan penampilan yang brutal, intens, dan skill bermusik yang mumpuni.

Tak lupa, ada band power-violence yang baru terbentuk dan sedang naik daun, Negatifa, yang juga akan ikut memanaskan Rock In Solo. Kehadiran band-band lokal ini menunjukkan komitmen RIS untuk juga mendukung dan memajukan skena musik bawah tanah di Indonesia. Mereka adalah darah segar yang akan menambah dinamika festival dan memberikan pengalaman yang beragam bagi penonton, membuktikan bahwa talenta lokal juga patut diperhitungkan.

Firman juga menegaskan bahwa pengumuman line-up ini baru permulaan dari serangkaian kejutan yang akan datang, jadi para metalhead diharapkan terus memantau. Nantinya, total bakal ada 65 band yang tampil di panggung RIS 2025, dengan 4 di antaranya adalah band internasional. Ini berarti masih ada tiga nama besar internasional lain yang akan diumumkan di kemudian hari, membuat antisipasi semakin memuncak dan spekulasi beredar luas di antara penggemar.

Untuk menambah rasa penasaran para penggemar, Firman memberikan sebuah clue menarik untuk salah satu band internasional yang belum diumumkan. “Ada sebuah clue, silakan menebak. Salah satu band-nya, hardcore dari Amerika yang vokalisnya perempuan,” pungkasnya dengan senyum misterius. Clue ini sontak memicu spekulasi di kalangan metalhead, dengan banyak nama band hardcore legendaris yang memiliki vokalis perempuan muncul dalam perbincangan panas di media sosial.

Siapakah band hardcore dari Amerika dengan vokalis perempuan yang dimaksud? Mungkinkah itu Code Orange, atau mungkin band legendaris lainnya yang akan membuat Solo bergejolak? Hanya waktu yang akan menjawab, dan tentunya, pengumuman line-up phase berikutnya dari RIS 2025 akan menjadi salah satu yang paling ditunggu-tunggu. Bersiaplah untuk pengalaman metalhead terbaik di Rock in Solo 2025!


Apa pendapat kalian tentang kehadiran Mayhem di RIS 2025? Band mana lagi yang paling kalian tunggu di line-up selanjutnya? Dan yang paling penting, siapa kira-kira band hardcore misterius dari Amerika dengan vokalis perempuan itu? Bagikan pemikiran dan spekulasi kalian di kolom komentar di bawah! Mari kita ramaikan diskusinya!

Posting Komentar