Jakarta-Bogor Naik GWM ORA 03: Beneran Irit Nggak, Sih?
Halo para pecinta otomotif dan pegiat lingkungan! Industri mobil listrik di Indonesia lagi panas-panasnya nih, apalagi dengan berbagai model baru yang terus bermunculan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah GWM ORA 03. Mobil mungil nan stylish dari Great Wall Motors ini digadang-gadang jadi pesaing serius di segmen hatchback listrik. Tapi, beneran irit nggak sih buat dipakai sehari-hari, bahkan buat perjalanan Jakarta-Bogor yang lumayan jauh itu?
Tim redaksi detikOto punya kesempatan emas buat ngejajal langsung GWM ORA 03 ini. Kami bawa jalan-jalan dari Jakarta menuju Bogor, Jawa Barat, untuk membuktikan sendiri klaim iritnya. Penasaran banget kan, seberapa hemat mobil yang dibanderol sekitar Rp 360 jutaan ini di jalanan sesungguhnya? Yuk, kita bedah hasil perjalanannya!

Persiapan Perjalanan dan Kesan Pertama GWM ORA 03¶
Sebelum kita masuk ke angka-angka iritnya, ada baiknya kita kenalan dulu sama si GWM ORA 03 ini. Mobil ini tampil dengan desain retro-futuristic yang gemesin banget, tapi tetap modern. Bentuknya kompak sebagai hatchback, cocok banget buat manuver di perkotaan yang padat. Interiornya juga nggak kalah menarik, dengan layar infotainment digital yang modern dan jok yang nyaman, bikin betah berlama-lama di dalamnya. Kualitas materialnya terasa oke di kelas harganya.
Tim kami terdiri dari empat jurnalis, dengan postur dan berat badan yang kurang lebih setara. Ini penting banget ya, karena beban penumpang jelas bisa mempengaruhi konsumsi daya mobil listrik. Perjalanan kami dimulai dari kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang terkenal dengan hiruk pikuk kota besarnya. Dari sana, kami langsung tancap gas memasuki ruas Tol Dalam Kota, yang untungnya saat itu lumayan lengang, sebelum kemudian tembus ke Tol Jagorawi arah Bogor. Rute yang kami lalui memang didominasi oleh jalan tol, dengan kondisi lalu lintas yang cukup lancar, memungkinkan kami untuk menguji performa dan efisiensi mobil ini secara optimal.
Begitu masuk Tol Jagorawi, kami langsung bisa merasakan karakteristik berkendara mobil listrik ini. Akselerasi awal yang instan khas mobil listrik terasa responsif, membuat kami mudah menyalip kendaraan lain saat dibutuhkan. Walaupun di mode ECO, tenaga 105 kW (sekitar 140 hp) dan torsi 210 Nm dari motor listriknya tetap terasa cukup buat berakselerasi di jalan tol. Rasanya cukup nyaman dan stabil, nggak limbung meskipun ada empat orang di dalamnya.
Sampai di Bogor, kami tidak langsung berhenti. Justru kami sempat mengitari kawasan setempat untuk menguji sejumlah fitur lainnya dan juga melakukan pergantian pengemudi. Tujuannya, agar kami bisa merasakan berbagai kondisi jalan dan memastikan hasil konsumsi daya yang lebih representatif. Dari awal perjalanan hingga kami mengumpulkan data, total jarak tempuh yang tercatat adalah sekitar 55 km. Jarak yang mungkin tidak terlalu jauh, tapi cukup untuk memberikan gambaran awal yang solid.
Spesifikasi Teknis GWM ORA 03¶
Sebelum kita bedah lebih jauh hasil pengujiannya, mari kita intip sedikit spesifikasi teknis dari GWM ORA 03 ini. Mobil listrik ini mengandalkan motor listrik dengan semburan tenaga 105 kW (sekitar 140 hp) dan torsi 210 Nm. Angka ini cukup impresif untuk mobil sekelasnya, menjanjikan performa yang lincah di perkotaan dan cukup bertenaga di jalan tol.
Baterainya menggunakan jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 47,8 kWh. Jenis baterai LFP dikenal karena stabilitas termalnya yang baik dan umur pakainya yang panjang, serta lebih aman dibandingkan jenis baterai lainnya. Pabrikan mengklaim, GWM ORA 03 bisa melaju sejauh 400 km dalam kondisi baterai penuh berdasarkan standar WLTP (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure). Ini adalah angka yang cukup meyakinkan untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
Untuk urusan pengisian daya, GWM ORA 03 juga sudah dibekali fitur fast charging. Dengan fitur ini, mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit. Tentu ini sangat membantu di perjalanan jauh atau saat kita buru-buru. Selain itu, tentu saja tersedia juga opsi pengisian daya AC standar di rumah.
Seberapa Irit GWM ORA 03 dalam Pengujian?¶
Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu! Selama pengujian kendaraan kami, tim detikOto hanya menggunakan mode berkendara ECO. Mode ini memang dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi daya, membatasi sedikit performa demi jarak tempuh yang lebih panjang. Kecepatan rata-rata kami pertahankan di angka 40 km/jam, sebuah kecepatan yang realistis untuk kombinasi jalan tol dan sedikit stop-and-go di dalam kota Bogor.
Selain itu, kami juga tetap menggunakan pendingin ruangan (AC) di level medium, dan sistem hiburan seperti musik serta navigasi terus menyala sepanjang perjalanan. Ini penting untuk mensimulasikan kondisi penggunaan mobil sehari-hari yang paling realistis, bukan hanya sekadar tes di laboratorium. Jadi, semua fitur yang biasa dipakai pengendara tetap aktif.
Angka Konsumsi Daya dan Biaya Nyata¶
Setelah menempuh jarak sekitar 55 km dari Jakarta ke Bogor, hasilnya tercatat pada Multi-Information Display (MID) mobil. Konsumsi daya GWM ORA 03 mencapai angka 15,1 kWh/100 km. Angka ini menunjukkan seberapa banyak energi listrik yang dibutuhkan mobil untuk menempuh jarak 100 kilometer. Semakin kecil angkanya, tentu semakin efisien. Menariknya, ada beberapa peserta pengujian lain yang bahkan berhasil mendapatkan catatan angka yang sedikit lebih baik dari kami. Ini menunjukkan bahwa gaya berkendara individu juga punya pengaruh besar pada efisiensi.
Mari kita hitung-hitung berapa biaya yang harus dikeluarkan dengan konsumsi daya ini. Sebagai gambaran, dengan biaya listrik per kWh sekitar Rp 1.699 untuk rumah berdaya 6.600 VA ke atas (tarif PLN non-subsidi), maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
-
Untuk menempuh perjalanan 100 km:
Konsumsi daya 15,1 kWh/100 km dikalikan dengan biaya listrik Rp 1.699/kWh.
15,1 kWh x Rp 1.699/kWh = Rp 25.654Artinya, untuk menempuh jarak 100 km, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 25 ribuan. Ini jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil bermesin bensin di segmen yang sama.
-
Untuk menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bogor (jarak 55 km):
Jika 100 km butuh Rp 25.654, maka 1 km butuh Rp 256,54.
Rp 256,54/km x 55 km = Rp 14.110Ya, Anda tidak salah baca! Untuk perjalanan dari SCBD Jakarta ke Bogor sejauh 55 km, GWM ORA 03 ini hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 14.110. Ini lebih murah dari segelas kopi kekinian atau ongkos tol yang harus dibayar. Bayangkan, dengan uang belasan ribu rupiah, Anda sudah bisa sampai tujuan dengan nyaman dan ramah lingkungan.
-
Biaya per kilometer:
Lebih rinci lagi, kita hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 256 perak untuk perjalanan 1 km dengan GWM ORA 03. Angka ini sangat kompetitif dan bisa menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mempertimbangkan beralih ke mobil listrik untuk menghemat biaya operasional harian.
Perbandingan dengan Mobil Bensin¶
Agar lebih tergambar seberapa irit GWM ORA 03 ini, mari kita bandingkan dengan mobil bensin di segmen yang serupa. Anggap saja mobil bensin dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 1:12 km/liter (12 km per liter) dan harga Pertamax Rp 13.000 per liter (harga bisa berubah sewaktu-waktu).
-
Untuk menempuh perjalanan 100 km dengan mobil bensin:
100 km / 12 km/liter = 8,33 liter bensin
8,33 liter x Rp 13.000/liter = Rp 108.333Bandingkan dengan GWM ORA 03 yang hanya Rp 25.654 untuk 100 km. Selisihnya sangat mencolok, yakni sekitar Rp 82.679 per 100 km! Ini berarti, setiap 100 km, Anda bisa menghemat lebih dari Rp 80 ribu dengan menggunakan GWM ORA 03 dibandingkan mobil bensin dengan efisiensi tersebut.
-
Untuk menempuh perjalanan Jakarta-Bogor (55 km) dengan mobil bensin:
55 km / 12 km/liter = 4,58 liter bensin
4,58 liter x Rp 13.000/liter = Rp 59.540Jauh berbeda dengan GWM ORA 03 yang cuma Rp 14.110. Hematnya bisa mencapai lebih dari Rp 45 ribu untuk sekali perjalanan Jakarta-Bogor.
Tabel perbandingan biaya operasional:
| Jarak Tempuh | GWM ORA 03 (Mobil Listrik) | Mobil Bensin (1:12 km/L) | Selisih Penghematan |
|---|---|---|---|
| 100 km | Rp 25.654 | Rp 108.333 | Rp 82.679 |
| 55 km | Rp 14.110 | Rp 59.540 | Rp 45.430 |
| Per km | Rp 256 | Rp 1.083 | Rp 827 |
Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa GWM ORA 03 menawarkan penghematan biaya operasional yang signifikan. Meskipun bukan yang paling irit di antara semua mobil listrik yang ada di pasaran (karena ada juga yang bisa mencapai 10-12 kWh/100km), namun menurut kami angka 15,1 kWh/100 km ini sudah sangat impresif dan patut diacungi jempol. Apalagi jika mempertimbangkan kenyamanan dan performa yang ditawarkan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Daya EV¶
Penting untuk diingat bahwa konsumsi daya mobil listrik bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, sama seperti mobil bensin.
- Gaya Mengemudi: Pengemudi yang agresif dengan akselerasi mendadak dan pengereman keras akan menguras baterai lebih cepat. Gaya mengemudi yang halus dan konstan, seperti yang kami coba di mode ECO, akan jauh lebih efisien.
- Kondisi Lalu Lintas: Lalu lintas padat dengan stop-and-go yang sering akan meningkatkan konsumsi daya. Namun, keunggulan EV adalah tidak ada konsumsi energi saat berhenti total, tidak seperti mobil bensin yang tetap membakar bahan bakar saat mesin menyala di posisi diam.
- Penggunaan Fitur: Penggunaan AC yang terlalu dingin, fitur hiburan yang intensif, atau pemanas jok (jika ada) akan memakan daya baterai.
- Beban Kendaraan: Semakin berat beban di dalam mobil (penumpang atau barang bawaan), semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.
- Kondisi Jalan: Tanjakan atau jalanan yang bergelombang tentu membutuhkan daya lebih besar dibandingkan jalan datar.
- Suhu Lingkungan: Suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, bisa mempengaruhi efisiensi baterai.
Mengingat semua faktor ini, hasil 15,1 kWh/100 km dengan 4 penumpang dan AC menyala adalah pencapaian yang patut diacungi jempol. GWM ORA 03 terbukti mampu memberikan efisiensi yang sangat baik untuk perjalanan sehari-hari maupun sesekali ke luar kota.
Lebih dari Sekadar Angka: Pengalaman Berkendara GWM ORA 03¶
Selain angka-angka iritnya, pengalaman berkendara GWM ORA 03 ini juga patut diceritakan. Mobil ini sangat senyap, khas mobil listrik. Minimnya suara mesin membuat perjalanan jadi lebih tenang dan nyaman, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Bahkan, di kecepatan tinggi di jalan tol pun, kebisingan dari luar maupun ban masih bisa diredam dengan baik, meningkatkan kenyamanan kabin.
Fitur-fitur bantuan mengemudi (ADAS) yang disematkan pada ORA 03 juga menambah rasa aman dan nyaman. Misalnya, Adaptive Cruise Control (jika ada pada varian yang diuji) bisa sangat membantu di jalan tol agar pengemudi tidak terlalu lelah menjaga jarak. Sistem pengereman regeneratif juga bekerja dengan baik, membantu mengisi ulang sedikit daya baterai saat deselerasi atau pengereman, yang tentunya berkontribusi pada efisiensi keseluruhan.
Desain eksterior yang unik dengan lampu bulat besar dan siluet retro yang dipadukan dengan sentuhan modern juga sukses mencuri perhatian di jalan. Beberapa kali kami melihat pengendara lain melirik penasaran saat GWM ORA 03 ini melintas. Ini menunjukkan bahwa mobil ini tidak hanya efisien, tetapi juga punya statement gaya yang kuat.
Untuk masyarakat perkotaan atau keluarga kecil yang mencari mobil listrik pertama, GWM ORA 03 bisa jadi pilihan yang sangat menarik. Dimensinya kompak sehingga mudah diparkir dan bermanuver di jalanan sempit. Jarak tempuh klaim 400 km dan kemampuan fast charging 30 menit juga menghilangkan kekhawatiran soal range anxiety untuk penggunaan harian.
Kesimpulan: GWM ORA 03, Iritnya Nggak Main-main!¶
Setelah menempuh perjalanan Jakarta-Bogor dan menganalisis angka-angka konsumsi daya, bisa disimpulkan bahwa GWM ORA 03 ini memang beneran irit! Biaya operasional per kilometernya yang hanya Rp 256 adalah angka yang sangat menarik, jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin di segmen yang sama. Penghematan ini tentu akan sangat terasa dalam jangka panjang, apalagi dengan harga bensin yang cenderung fluktuatif.
GWM ORA 03 bukan hanya menawarkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa, tetapi juga pengalaman berkendara yang nyaman, senyap, dan dibekali fitur-fitur modern. Desainnya yang unik juga menjadi nilai tambah tersendiri. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan listrik, GWM ORA 03 patut masuk dalam daftar pertimbangan utama. Ini adalah bukti bahwa mobil listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ramah di kantong.
Gimana nih menurut kalian? Ada yang sudah punya pengalaman sendiri dengan GWM ORA 03 atau mobil listrik lainnya? Yuk, bagikan cerita atau pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar