Nostalgia Harga Chinese Food 70-an: Gak Nyangka, Mulai 3 Ribuan Aja!

Table of Contents

Siapa sangka, menelusuri jejak kuliner masa lalu bisa bikin kita geleng-geleng kepala melihat perbedaan harganya. Baru-baru ini, sebuah penemuan tak sengaja menu restoran Chinese food jadul dari era 1970-an di London, Inggris, sukses bikin geger jagat maya. Gimana enggak, harga-harga yang tertera di menu tersebut benar-benar di luar nalar jika dibandingkan dengan tarif makan di London hari ini yang terkenal mahal.

London memang sudah lama dijuluki salah satu kota dengan biaya hidup paling tinggi di dunia. Mau cari tempat tinggal, beli bahan makanan, apalagi makan di restoran, semuanya butuh kocek yang lumayan dalam. Makanya, ketika menu jadul ini muncul, banyak netizen asal Inggris langsung kaget bukan kepalang melihat betapa terjangkaunya harga makanan Tiongkok di sana puluhan tahun lalu. Ini seperti membuka kapsul waktu yang menunjukkan potret ekonomi dan gaya hidup yang jauh berbeda.

Kapsul Waktu Berisi Menu Murah

Kisah ini bermula ketika seorang pengguna forum online Reddit dengan nama akun @Plodo99 sedang bersih-bersih barang peninggalan ayahnya. Di antara tumpukan benda-benda lawas, ia menemukan sebuah buku menu restoran Chinese food yang usianya sudah tidak muda lagi. Menu itu diperkirakan berasal dari tahun 1970-an atau awal 1980-an, masa ketika sang ayah masih tinggal di Inggris. Penemuan ini terasa seperti harta karun yang tak ternilai, setidaknya dari segi nilai sejarah dan sentimental.

Dengan rasa penasaran bercampur takjub, ia pun memotret dan mengunggah menu tersebut ke Reddit. “Saya menemukan buku menu restoran Chinese food. Harga makanannya murah-murah,” tulisnya dalam unggahan tersebut. Unggahan ini sontak menarik perhatian banyak netizen, memicu diskusi panjang dan gelak tawa melihat betapa drastisnya perubahan harga makanan dari masa ke masa.

Mengenal Restoran On Lok yang Kini Tinggal Nama

Buku menu jadul itu ternyata berasal dari sebuah restoran bernama On Lok yang berlokasi di Leyton, salah satu kawasan di London. Melihat isi menu dan penampakannya, jelas restoran ini dulunya cukup populer di zamannya. Sayangnya, seperti banyak bisnis lainnya, restoran On Lok sudah tidak beroperasi lagi. Tempatnya kini kabarnya sudah digantikan oleh restoran atau usaha lain, meninggalkan kenangan manis bagi para pelanggan setianya di masa lalu.

Di dalam buku menu On Lok, terpampang beragam hidangan Chinese food klasik yang mungkin akrab di telinga banyak orang, bahkan sampai sekarang. Ada pilihan sup hangat seperti Chicken Mushroom Soup yang lezat, berbagai jenis nasi goreng seperti nasi goreng udang dan nasi goreng telur, hingga aneka hidangan mie goreng yang menggugah selera. Daftar menu ini mencerminkan selera dan tren kuliner Chinese food yang populer di Inggris pada era tersebut.

Tak ketinggalan, menu-menu signature Chinese food yang selalu dicari juga tersedia. Mulai dari olahan daging dengan saus asam manis yang ikonik, aneka hidangan ayam dengan bumbu berbeda, olahan udang segar, sampai tumis sayuran hijau yang menyehatkan. Omelette dengan berbagai isian juga masuk dalam daftar, menunjukkan variasi menu yang cukup lengkap untuk memenuhi selera pelanggan kala itu. Melihat daftarnya saja sudah bikin perut keroncongan membayangkan cita rasa klasiknya.

Harga yang Bikin Tercengang: Mulai dari Rp 3 Ribuan!

Nah, ini dia bagian yang paling mengejutkan dan bikin netizen heboh: harganya! Dibandingkan dengan harga makanan Chinese food di London saat ini yang bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan ribu Rupiah per porsi, harga di menu On Lok tahun 70-an ini terasa seperti dari planet lain. Bayangkan, untuk semangkuk sup hangat berisi daging ayam atau jagung, harganya hanya 13p (pence). Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs perkiraan saat itu atau perbandingan kasar yang diberikan artikel, nilainya sekitar Rp 2.900 saja!

Menu mie goreng harganya bahkan lebih murah lagi, dimulai dari 15p atau sekitar Rp 3.300. Hidangan kari dibanderol mulai dari 20p (sekitar Rp 4.400). Harga ini tentu sangat fantastis murahnya. Bahkan, hidangan yang dianggap paling ‘mahal’ di menu tersebut, yaitu ayam panggang utuh satu ekor, harganya hanya 43p, atau sekitar Rp 9.474. Mendapatkan ayam utuh dengan harga di bawah Rp 10.000? Rasanya mustahil di era sekarang.

Bahkan, ada paket makan malam spesial yang direkomendasikan. Untuk satu orang, paket ini cuma 40p (sekitar Rp 8.800), dan untuk makan berdua, harganya £1,15 (sekitar Rp 25.400). Paket ini biasanya sudah mencakup beberapa jenis hidangan, membuatnya semakin terasa sangat hemat. Netizen pun berhitung, jika seorang pelanggan memesan seluruh hidangan yang ada di buku menu On Lok, totalnya hanya sekitar £17 atau setara dengan Rp 375.000. Jumlah ini jelas jauh, jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya sekali pesan takeaway Chinese food untuk beberapa orang di London saat ini.

Perbandingan Harga Dulu vs Kini

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas betapa murahnya harga di era 70-an itu, mari kita bandingkan beberapa item dari menu On Lok dengan perkiraan harga Chinese food di London masa kini (perkiraan kasar):

Menu Harga Tahun 1970-an (Pound/Pence) Perkiraan Harga Tahun 1970-an (IDR) Perkiraan Harga Sekarang (Pound) Perkiraan Harga Sekarang (IDR)
Chicken Mushroom Soup 13p Rp 2.900 £5 - £8 Rp 100.000 - Rp 150.000
Mie Goreng (termurah) 15p Rp 3.300 £6 - £10 Rp 120.000 - Rp 190.000
Hidangan Kari (termurah) 20p Rp 4.400 £7 - £12 Rp 130.000 - Rp 230.000
Ayam Panggang Utuh 43p Rp 9.474 £15 - £25 Rp 300.000 - Rp 480.000
Paket Makan Malam (2 org) £1.15 Rp 25.400 £30 - £60 Rp 580.000 - Rp 1.150.000

Catatan: Kurs konversi ke IDR pada tahun 1970-an sangat berbeda dengan sekarang. Angka IDR di sini hanya berdasarkan perkiraan kasar yang diberikan dalam artikel asli untuk harga 1970-an, sementara perkiraan harga IDR saat ini berdasarkan kurs GBP terbaru untuk perbandingan.

Perbandingan ini menunjukkan lonjakan harga yang sangat drastis dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun. Apa yang dulunya bisa dinikmati dengan beberapa ribu Rupiah, kini membutuhkan ratusan ribu Rupiah. Ini bukan hanya sekadar perubahan harga, tapi juga cerminan dari perubahan ekonomi global dan lokal, laju inflasi, serta peningkatan standar hidup (dan biaya hidup) di London.

Diskusi Netizen dan Perkiraan Era Menu

Setelah unggahan menu jadul ini viral, banyak netizen yang ikut berkomentar dan menganalisis. Mayoritas dari mereka menyatakan keterkejutan yang sama terhadap harga yang tertera. Beberapa netizen yang lebih tua bahkan mengenang masa-masa itu dan membenarkan bahwa harga makanan memang jauh lebih terjangkau. Diskusi pun melebar ke perkiraan tahun pasti menu tersebut dicetak.

Berdasarkan kisaran harga yang tercantum, banyak netizen yang cukup yakin bahwa menu ini berasal dari sekitar tahun 1971. Pada era tersebut, meskipun Inggris juga mengalami inflasi, biaya hidup secara umum masih relatif rendah dibandingkan dengan dekade-dekade berikutnya, terutama jika dibandingkan dengan kondisi saat ini. Analisis ini didasarkan pada data historis inflasi dan daya beli mata uang Pound Sterling pada waktu itu.

Menariknya, beberapa netizen juga mencoba menghitung nilai harga-harga tersebut dengan mempertimbangkan inflasi dan mengkonversikannya ke nilai mata uang saat ini. Hasil perhitungan mereka menunjukkan bahwa, bahkan setelah disesuaikan dengan inflasi selama puluhan tahun, harga makanan di restoran On Lok pada tahun 1970-an itu masih terasa lebih murah dibandingkan dengan harga rata-rata makanan Chinese food di London masa kini. Ini menunjukkan bahwa Chinese food mungkin memang merupakan pilihan kuliner yang sangat ekonomis pada era tersebut.

Mengapa Chinese Food Populer dan Terjangkau di Era Itu?

Popularitas Chinese food di negara-negara Barat, termasuk Inggris, sudah tumbuh sejak lama. Imigran dari Tiongkok dan Hong Kong membawa serta keahlian kuliner mereka dan mendirikan restoran-restoran yang menyajikan hidangan otentik maupun yang disesuaikan dengan selera lokal. Pada era 1970-an, Chinese food sudah cukup mapan sebagai salah satu pilihan takeaway atau makan di tempat yang disukai banyak orang Inggris.

Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi pada harga yang relatif terjangkau di era tersebut. Pertama, biaya operasional restoran, termasuk sewa tempat dan upah karyawan, kemungkinan jauh lebih rendah dibandingkan sekarang. Kedua, harga bahan baku pada masa itu juga berbeda. Ketiga, persaingan antar restoran Chinese food yang semakin ketat mungkin mendorong harga tetap kompetitif.

Selain itu, persepsi masyarakat terhadap Chinese food pada era tersebut mungkin juga berbeda. Mungkin Chinese food lebih dipandang sebagai pilihan makanan cepat saji atau takeaway yang praktis dan ekonomis, bukan sebagai hidangan mewah yang disajikan di restoran mahal. Konteks sosial dan ekonomi tahun 1970-an, dengan tantangan dan peluangnya sendiri, turut membentuk pasar kuliner saat itu.

Pengalaman Kuliner Chinese Food Dulu vs Sekarang

Makan Chinese food di era 1970-an mungkin menawarkan pengalaman yang berbeda dengan sekarang. Restoran-restoran seperti On Lok mungkin memiliki dekorasi yang khas era itu, pelayanan yang lebih personal (mengingat skala bisnis yang mungkin belum sebesar sekarang), dan tentunya menu dengan harga yang bikin tersenyum. Pilihan menu mungkin juga lebih fokus pada hidangan-hidangan klasik yang sudah disukai banyak orang, seperti Sweet and Sour Pork, Chow Mein, atau Egg Fried Rice.

Di sisi lain, Chinese food saat ini di London menawarkan variasi yang jauh lebih luas, mencakup hidangan dari berbagai provinsi di Tiongkok dengan cita rasa yang lebih otentik dan kompleks. Ada restoran Chinese food mewah dengan harga selangit, ada juga pilihan takeaway yang lebih terjangkau (tapi tetap jauh lebih mahal dari harga 70-an). Pengalaman makan di restoran Chinese food modern seringkali melibatkan menu yang lebih panjang, presentasi hidangan yang lebih artistik, dan suasana yang lebih kontemporer.

Melihat menu On Lok ini, kita bisa membayangkan kesederhanaan namun lezatnya hidangan yang disajikan. Mungkin rasa Chicken Mushroom Soup-nya benar-benar comfort food bagi banyak orang Inggris saat itu. Nasi goreng dan mie gorengnya menjadi pilihan praktis untuk makan siang atau malam. Dan hidangan utama seperti ayam panggang atau olahan asam manis menjadi sajian istimewa untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Bukan Hanya di London: Tren Menu Jadul di Tempat Lain

Fenomena penemuan menu jadul dengan harga yang mengejutkan ternyata tidak hanya terjadi di London. Artikel asli menyebutkan contoh lain dari Australia. Sebuah restoran tertua di Australia sempat memamerkan menu mereka dari tahun 1972. Dalam menu tersebut, harga steak dibanderol hanya sekitar Rp 8.400 (dengan konversi kasar yang diberikan). Ini semakin memperkuat bukti bahwa biaya makan di restoran puluhan tahun lalu memang jauh lebih murah jika dilihat dari perspektif nilai mata uang sekarang.

Penemuan-penemuan seperti ini menjadi pengingat yang menarik tentang bagaimana ekonomi dan biaya hidup telah berubah seiring waktu. Harga makanan adalah salah satu indikator paling langsung dari perubahan tersebut. Apa yang dulunya dianggap terjangkau, kini mungkin menjadi kemewahan bagi sebagian orang.

Mengenang Rasa dan Kenangan

Di luar angka-angka dan perbandingan harga, menu jadul ini juga membangkitkan kenangan bagi banyak orang, terutama mereka yang hidup di era 70-an. Aroma hidangan Chinese food, suasana restoran, dan momen-momen kebersamaan saat menikmati makanan tersebut adalah bagian dari nostalgia yang tak ternilai harganya. Menu ini bukan hanya secarik kertas berisi daftar makanan dan harga, melainkan jendela ke masa lalu yang menyimpan banyak cerita.

Bagi generasi yang lebih muda, melihat menu ini bisa menjadi pelajaran sejarah yang menarik tentang bagaimana kehidupan, termasuk urusan makan, di masa lalu. Ini bisa memicu percakapan dengan orang tua atau kakek-nenek tentang pengalaman kuliner mereka di masa muda. “Dulu makan ini harganya cuma segini lho!” adalah kalimat yang mungkin sering terucap saat melihat kembali peninggalan seperti menu restoran On Lok ini.

Terlepas dari betapa jauhnya perbedaan harga dengan masa kini, penemuan menu ini tetap menjadi pengingat akan pentingnya menghargai sejarah kuliner dan perubahan yang terjadi di sekitar kita. Ini juga bisa jadi inspirasi untuk mencoba mereplikasi hidangan-hidangan klasik dari era itu, meskipun dengan harga bahan baku yang sudah menyesuaikan dengan zaman sekarang.

Bagaimana menurut kamu tentang harga Chinese food di London tahun 70-an ini? Pernahkah kamu menemukan menu jadul serupa dari tempat lain? Ceritakan pengalaman atau pendapatmu di kolom komentar!

Posting Komentar