MPL ID S15: RRQ Hoshi vs ONIC Esports, Siapa Raja Terakhir?

Table of Contents

RRQ Hoshi vs ONIC Esports MPL ID S15 Grand Final

Pertandingan paling ditunggu-tunggu para fans Mobile Legends se-Indonesia, Grand Final Mobile Legends Profesional League (MPL) Indonesia Season 15, akhirnya tiba! Dua tim raksasa yang rivalitasnya sudah melegenda, Team Req Regum Qeon (RRQ Hoshi) berhadapan langsung dengan Team Onic Esports. Duel ini selalu menyajikan drama, gameplay kelas dunia, dan tentunya, hype yang luar biasa.

Lokasi venue di Velodrom Jakarta Internasional, Jakarta Timur, makin menambah panas suasana. Teriakan suporter dari kedua belah pihak pasti bikin bulu kuduk berdiri. Ini bukan cuma soal gelar juara, tapi juga soal harga diri dan pembuktian siapa yang pantas disebut tim terbaik di kancah MLBB tanah air musim ini.

Rivalitas Abadi: El Clasico MLBB Indonesia

Kalau ngomongin RRQ Hoshi lawan ONIC Esports, kita lagi ngomongin El Clasico-nya Mobile Legends Indonesia. Kedua tim ini udah sering banget ketemu di partai-partai penting, mulai dari Regular Season sampai Grand Final MPL berkali-kali. Sejarah mencatat banyak momen ikonik dari pertemuan mereka, mulai dari comeback luar biasa sampai dominasi yang tak terbantahkan.

Rivalitas ini bukan cuma di dalam game, tapi juga merambah ke * fanbase* masing-masing yang sangat loyal dan militan. Setiap kali kedua tim ini bertanding, media sosial pasti ramai, venue penuh sesak, dan viewership pecah rekor. Pertemuan di Grand Final MPL ID S15 ini adalah chapter terbaru dari kisah persaingan abadi mereka, dan semua mata tertuju pada siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Perjalanan Menuju Puncak Grand Final MPL ID S15

Perjalanan RRQ Hoshi dan ONIC Esports di MPL ID Season 15 ini tentu tidak mudah. Keduanya harus melewati ketatnya persaingan di Regular Season, menghadapi tim-tim kuat lainnya yang juga punya ambisi besar. Keduanya menunjukkan performa konsisten, meskipun mungkin ada beberapa match yang bikin fans deg-degan.

Memasuki babak playoff, tekanan makin terasa. Sistem double elimination di playoff membuat setiap kekalahan bisa sangat fatal, terutama di Upper Bracket yang langsung mengirim tim ke Lower Bracket yang lebih berat jalannya. RRQ Hoshi dan ONIC Esports berhasil membuktikan mental juara mereka dengan melangkah sampai ke partai puncak, menunjukkan chemistry tim yang solid dan gameplay yang matang.

Drama di Tiga Game Awal

Pertandingan Grand Final MPL ID Season 15 ini dimainkan dengan format Best of 7 (BO7), artinya tim yang berhasil meraih 4 kemenangan duluan akan dinobatkan sebagai juara. Memasuki game ketiga, skor sementara menunjukkan keunggulan ONIC Esports dengan skor 2-1. Awalnya, ONIC memang tampil dominan dan berhasil mengamankan dua game pertama. Tentu ini bikin fans RRQ Hoshi harap-harap cemas.

Namun, RRQ Hoshi berhasil menunjukkan mental baja mereka. Setelah tertinggal 0-2, tim berjuluk Sang Raja ini tidak menyerah. Mereka berhasil melakukan reset mental dan strategi di game ketiga. Ini momen krusial banget, karena kalau mereka kalah lagi, skor akan jadi 0-3, jarak yang sangat sulit dikejar dalam format BO7. Kemenangan di game ketiga ini wajib hukumnya bagi RRQ Hoshi untuk menjaga asa juara.

Analisis Game Ketiga: Kebangkitan Sang Raja

Game ketiga menjadi titik balik sementara bagi RRQ Hoshi. Mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan skor kill yang cukup telak, yaitu 15-2, dan menyelesaikan game dalam waktu yang relatif singkat, hanya 10 menit 53 detik. Kemenangan ini bukan cuma soal skor, tapi juga soal bagaimana RRQ Hoshi memenangkan game tersebut.

Mereka bermain dengan gameplay yang sangat agresif dan proaktif, sesuatu yang mungkin kurang terlihat di dua game pertama. RRQ Hoshi sepertinya melakukan penyesuaian strategi yang signifikan, terutama dalam hal draft pick dan early game macro. Keberhasilan mereka di game ketiga ini jelas menunjukkan bahwa mereka masih punya kartu as dan belum menyerah sama sekali dalam perburuan gelar juara MPL ID S15.

Susunan Pemain dan Hero Pilihan di Game 3

Di game ketiga yang krusial ini, RRQ Hoshi menurunkan roster andalan mereka:
* Exp Lane: Dyreenn
* Gold Lane: ToYy
* Mid Lane: Rinz
* Roamer: Idok
* Jungler: Sutsujin

Mereka juga memilih hero-hero yang sangat mendukung gameplay agresif yang mereka tunjukkan:
* Jungler: Baxia (dipakai oleh Sutsujin)
* Mid Lane: Valentina
* Exp Lane: Phoveus
* Gold Lane: Harith
* Roamer: Kalea

Pemilihan hero Baxia sebagai Jungler oleh Sutsujin adalah salah satu kunci kemenangan di game ketiga. Baxia adalah hero tank jungler yang kuat dalam melakukan invasi ke area jungle musuh. Dengan kemampuan clear wave yang cepat dan mobilitas yang baik, Baxia bisa mengganggu farming Jungler ONIC Esports sejak awal game, membuat perolehan gold dan experience musuh terhambat.

Sementara itu, ONIC Esports di game ketiga menurunkan roster mereka yang juga tidak kalah kuat:
* Exp Lane: Lutpii
* Roamer: Kiboy
* Gold Lane: Savero
* Jungler: Kairi
* Mid Lane: Sanz

Meskipun susunan pemain ONIC Esports juga diisi nama-nama besar yang sudah punya segudang pengalaman, RRQ Hoshi berhasil membaca gameplay mereka dan memberikan tekanan yang tepat.

Strategi Agresif RRQ Hoshi di Game 3

Strategi utama RRQ Hoshi di game ketiga adalah bermain dengan tempo cepat dan agresif sejak early game. Mereka tidak ragu untuk melakukan invasi ke area jungle ONIC Esports. Dengan Baxia yang ditemani oleh hero-hero yang punya damage dan setup yang baik, RRQ Hoshi berhasil mendapatkan keuntungan di area jungle musuh.

Penggunaan Phoveus di Exp Lane juga sangat efektif. Phoveus adalah hero yang punya zoning control yang kuat, terutama melawan hero-hero yang blink atau dash. Keberadaan Phoveus di lane bisa menekan pergerakan Exp Laner ONIC Esports dan juga memberikan pressure ke area sekitar. Dengan kombinasi hero-hero yang bisa engage cepat dan memberikan burst damage, RRQ Hoshi berhasil mendominasi team fight yang terjadi.

Berbeda dengan dua game sebelumnya di mana ONIC Esports tampaknya lebih nyaman memainkan tempo, game ketiga ini benar-benar diambil alih oleh RRQ Hoshi. Mereka mendikte permainan, mendapatkan objective dengan cepat, dan tidak memberikan ruang bernapas bagi ONIC Esports. Kemenangan telak ini menunjukkan bahwa RRQ Hoshi masih punya potensi besar untuk membalikkan keadaan.

Dampak Kemenangan Game 3

Kemenangan di game ketiga ini sangat vital bagi RRQ Hoshi, bukan hanya dari segi skor (menjadi 1-2), tapi juga dari segi mental. Setelah tertinggal dua game, memenangkan game ketiga bisa membangkitkan semangat tim dan fans. Ini menunjukkan bahwa mereka bisa mengalahkan ONIC Esports, dan bahwa ONIC Esports bukannya tidak terkalahkan.

Bagi ONIC Esports, kekalahan di game ketiga ini bisa menjadi pengingat bahwa RRQ Hoshi masih punya taring. Mereka tidak boleh lengah meskipun sudah unggul 2-0 di awal. ONIC Esports perlu mengevaluasi kembali draft pick dan gameplay mereka untuk game-game selanjutnya agar tidak kehilangan momentum.

Pertandingan Grand Final BO7 memang seringkali menjadi ajang adu strategi, mental, dan daya tahan. Tim yang paling bisa beradaptasi, tetap tenang di bawah tekanan, dan memanfaatkan momen akan punya peluang lebih besar untuk menang.

Prediksi Game Selanjutnya: Adu Gengsi dan Strategi

Mengingat skor saat ini 2-1 untuk keunggulan ONIC Esports dan pertandingan masih menyisakan setidaknya dua game lagi (maksimal empat game), persaingan dipastikan akan semakin panas. Kedua tim pasti sudah membaca kelebihan dan kekurangan masing-masing di game-game awal.

ONIC Esports mungkin akan mencoba kembali ke gameplay yang membuat mereka unggul di game 1 dan 2, atau mungkin mereka akan melakukan penyesuaian untuk mengantisipasi gameplay agresif RRQ Hoshi. Sementara itu, RRQ Hoshi kemungkinan akan mencoba mempertahankan momentum positif dari game 3, atau bahkan menyiapkan draft pick kejutan lainnya.

Early game control, perebutan objective seperti turtle dan lord, serta eksekusi team fight akan menjadi kunci di game-game berikutnya. Siapa yang lebih siap secara mental dan strategi, dialah yang berpeluang besar memenangkan pertandingan krusial ini.

Perkiraan Skor Sementara:

Game Pemenang Skor Kill (Pemenang - Kalah) Durasi Game
Game 1 ONIC Esports (Data tidak ada di sumber) (Data tidak ada di sumber)
Game 2 ONIC Esports (Data tidak ada di sumber) (Data tidak ada di sumber)
Game 3 RRQ Hoshi 15 - 2 10:53 menit

Note: Data skor kill dan durasi game 1 & 2 tidak tersedia dalam sumber, tabel di atas hanya mencantumkan data yang tersedia.

Atmosfer Velodrome dan Dukungan Suporter

Salah satu faktor yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam pertandingan sekelas Grand Final MPL adalah dukungan suporter. Velodrome Jakarta Internasional pasti bergemuruh dengan teriakan fans RRQ Hoshi dan ONIC Esports. Energi dari suporter bisa menjadi doping tambahan bagi para pemain di atas panggung.

Teriakan “Go ONIC! Go!” atau “RRQ! Jaya!” bergantian memenuhi venue. Koreografi chant dan bendera tim berkibar menambah semarak suasana. Momen ketika fans bersorak merayakan kill, objective, atau kemenangan game bisa memberikan semangat ekstra bagi tim favorit mereka. Grand Final bukan cuma ajang adu skill pemain, tapi juga adu totalitas fans dalam mendukung tim kesayangan.

Makna Juara MPL ID S15

Gelar juara MPL ID Season 15 punya arti penting lebih dari sekadar trofi dan hadiah uang. Juara MPL ID adalah tim terbaik di Indonesia untuk season tersebut, mewakili dominasi dan kerja keras selama satu musim penuh. Selain itu, juara MPL ID biasanya mendapatkan tiket langsung ke turnamen internasional seperti MSC (Mobile Legends: Bang Bang Southeast Asia Cup) atau bahkan M-Series World Championship, tergantung kalender turnamen Mobile Legends global.

Menjadi juara MPL ID juga akan mengukuhkan nama tim dan para pemainnya dalam sejarah esports Mobile Legends. Bagi RRQ Hoshi, ini adalah kesempatan untuk menambah koleksi gelar MPL mereka dan menegaskan kembali status Sang Raja. Bagi ONIC Esports, ini adalah kesempatan untuk melanjutkan dominasi mereka dalam beberapa season terakhir dan mencetak sejarah baru.

Pertandingan ini benar-benar pertarungan para titan. Siapa yang akan keluar sebagai Raja Terakhir di MPL ID Season 15? Apakah ONIC Esports akan mengunci gelar juara, atau RRQ Hoshi akan melakukan comeback epik dan meraih trofi yang didambakan?

Gimana guys, deg-degan nonton Grand Final MPL ID S15 ini? Siapa jagoan kalian dan kenapa? Coba kasih prediksi skor akhir BO7 di kolom komentar ya!

Posting Komentar