Keren! Yusnani, Mahasiswi UPGRIP, Wakili Sumsel di Ajang Putra Indonesia
Universitas PGRI Palembang atau yang akrab disapa UPGRIP, memang punya cara tersendiri untuk membuktikan mottonya, “Kampus Melaju Dengan Mutu”. Bukan cuma jargon semata, kampus ini terus menunjukkan taringnya lewat berbagai prestasi, baik dari sisi institusi maupun para mahasiswanya. Kali ini, giliran nama Yusnani yang bikin bangga, seorang mahasiswi berprestasi yang siap mengharumkan nama Sumatera Selatan di kancah nasional.
Yusnani ini bukan mahasiswi biasa. Ia tercatat sebagai mahasiswi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan sekarang sudah menginjak semester VI. Selain sibuk kuliah, Yusnani juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen FEB untuk periode bakti 2023-2024. Bayangkan, di tengah padatnya jadwal kuliah dan organisasi, ia masih punya waktu dan energi untuk mengasah bakat lainnya.
Dari Lokal ke Nasional: Perjalanan Inspiratif Yusnani¶
Perjalanan Yusnani menuju panggung nasional bukanlah sesuatu yang instan, layaknya membalikkan telapak tangan. Ada proses panjang, kerja keras, dan tentu saja, bakat yang terus diasah. Potensi dan kemampuannya ini membawanya menjadi delegasi resmi dari Sumatera Selatan. Ia akan berkompetisi di ajang Pemilihan Putra-Putri Kebudayaan Nasional 2025, sebuah ajang bergengsi yang mencari talenta muda terbaik dari seluruh penjuru negeri.
Sebelum melaju ke tingkat nasional, Yusnani terlebih dahulu membuktikan kemampuannya di kompetisi tingkat provinsi. Ia ikut serta dalam Pemilihan Putra Putri Nusantara Sumsel 2025. Hasilnya? Luar biasa! Yusnani berhasil meraih posisi Runner Up Putri Nusantara Kategori Dewasa. Pencapaian inilah yang kemudian membuka jalannya untuk mewakili Sumsel di ajang yang lebih besar lagi. Kemenangan di tingkat provinsi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasinya selama ini.
Mengapa Ajang Kebudayaan Itu Penting? Kata Yusnani¶
Bagi Yusnani, keikutsertaannya dalam ajang seperti Pemilihan Putra-Putri Kebudayaan Nasional ini punya makna yang mendalam. Ia melihatnya sebagai platform yang sangat pas untuk mengekspresikan diri dan bakat yang ia miliki. Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi generasi muda Sumatera Selatan kepada publik yang lebih luas di tingkat nasional.
“Saya mengikuti ajang ini karena sebagai wadah yang tepat untuk mengekspresikan kemampuan diri, sekaligus mengenalkan potensi budaya dan bakat generasi muda Sumatera Selatan,” jelas Yusnani, yang juga menjabat sebagai Ketua HMPS Manajemen FEB. Ia menambahkan bahwa ajang semacam ini tidak melulu soal penampilan fisik yang menarik. Menurutnya, yang tak kalah penting adalah karakter, wawasan yang luas, dan kemampuan untuk membawa nilai-nilai kebaikan serta rasa bangga terhadap daerah asal ke level yang lebih tinggi. Ini menunjukkan betapa matang pemikiran Yusnani dalam melihat sebuah kontes kecantikan dan kebudayaan.
Lebih dari Sekadar Gelar: Membangun Diri dan Menginspirasi¶
Yusnani, gadis cantik yang sebelumnya juga pernah dinobatkan sebagai Cek Ayu (Duta) Fakultas Ekonomi & Bisnis UPGRIP periode 2023/2024, percaya bahwa partisipasinya di ajang nasional ini membawa pesan penting. Kegiatan ini, menurutnya, adalah bukti bahwa anak-anak muda di Sumatera Selatan punya kreativitas dan kualitas yang mumpuni untuk bersaing secara sehat dan positif dengan pemuda dari daerah lain. Ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam upaya mempromosikan dan melestarikan budaya lokal di panggung nasional.
Melalui ajang ini, Yusnani punya harapan besar untuk dirinya sendiri dan juga untuk generasi muda lainnya. Ia berharap bisa terus berkembang menjadi pribadi yang semakin percaya diri. Wawasannya pun diharapkan bertambah luas, sehingga ia bisa membawa pengaruh positif bagi orang-orang di sekitarnya. Menjadi duta kebudayaan bukan hanya soal memakai mahkota atau selempang, tetapi bagaimana bisa menebarkan energi positif dan menginspirasi.
“Saya juga berharap bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menunjukkan potensi dan mencintai budaya daerahnya,” ujar Yusnani dengan penuh semangat. Baginya, penting sekali menanamkan rasa cinta pada budaya lokal di kalangan anak muda. Selain itu, ia juga ingin menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan. Batu loncatan untuk bisa berkontribusi lebih besar lagi dalam berbagai kegiatan sosial, promosi budaya, dan pengembangan pariwisata Sumatera Selatan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Wajar saja jika Yusnani memiliki harapan setinggi ini, mengingat ia juga dikenal aktif dan sering menjuarai berbagai lomba tari, menunjukkan kecintaannya pada seni dan budaya.
Dukungan Penuh dari UPGRIP dan Harapan Rektor¶
Prestasi yang diraih Yusnani ini tentu saja disambut gembira oleh seluruh civitas akademika UPGRIP. Rektor UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, MM., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat yang tulus kepada Yusnani atas capaiannya. Meraih predikat Runner Up 1 Putri Nusantara 2025 bukanlah hal yang mudah, dan ini adalah langkah awal yang sangat baik menuju kompetisi tingkat nasional.
“Atas nama Civitas Akademika UPGRIP mengucapkan selamat atas capaian prestasi yang diraih oleh Saudari Yusnani,” tutur Rektor dengan bangga. Ia juga menambahkan harapannya agar Yusnani bisa kembali menorehkan prestasi yang membanggakan di Pemilihan Putri Kebudayaan Nusantara 2025 tingkat nasional nanti. Dukungan moril dari pimpinan universitas seperti ini tentu menjadi penyemangat yang luar biasa bagi Yusnani.
Rektor UPGRIP juga melihat prestasi Yusnani ini sebagai momentum penting. Ia berharap, capaian ini bisa menjadi motivasi kuat bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi UPGRIP lainnya. Bahwa mengembangkan diri tidak hanya terbatas pada kompetensi akademik di dalam kelas saja. Bakat dan potensi non-akademik yang dimiliki setiap individu juga tak kalah penting untuk diasah dan dioptimalkan.
Universitas, kata Rektor, sangat mendukung penuh upaya mahasiswa dalam mengembangkan diri di luar bidang akademik. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program pengembangan soft skill lainnya disediakan, baik yang difasilitasi oleh program studi masing-masing maupun oleh universitas secara keseluruhan. Hal ini, sekali lagi, sangat selaras dengan komitmen UPGRIP yang tertuang dalam mottonya yang inspiratif: “Melaju Dengan Mutu”. Mutu yang dimaksud bukan hanya mutu akademik, tetapi juga mutu sumber daya manusia secara utuh.
Kisah Yusnani ini membuktikan bahwa ketika bakat bertemu dengan dukungan dan kerja keras, prestasi luar biasa bisa diraih. Ia adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa bisa aktif di organisasi, berprestasi di bidang non-akademik, dan tetap menjalankan kewajiban akademik. Semoga langkah Yusnani di ajang Pemilihan Putra-Putri Kebudayaan Nasional 2025 berjalan lancar dan ia bisa meraih hasil terbaik, serta terus menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda Sumatera Selatan.
Bagaimana pendapatmu tentang pencapaian Yusnani? Apakah kamu punya pengalaman serupa dalam mengembangkan bakat di luar akademik? Ceritakan di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar