DAcademy 7 Grup 4: Mojang Tasik Lolos Audisi, Adik Lady Rara Harus Angkat Koper!
Malam audisi final DAcademy 7 kembali bergulir, kali ini giliran Grup 4 yang unjuk gigi di hadapan para juri legendaris. Panggung Indosiar semalam, Kamis 19 Juni 2025, menjadi saksi bisu perjuangan para calon bintang dangdut masa depan. Setelah Grup 1, 2, dan 3 sukses meloloskan 16 academia terbaiknya, kini tersisa tujuh nama di Grup 4 yang siap merebut tiket ke babak selanjutnya. Mereka adalah Acha, Anjari, Arbil, Arya, Cahaya, Cinta, dan Lulu.
Ketegangan menyelimuti studio ketika Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora duduk di kursi penjurian, siap memberikan penilaian ketat mereka. Setiap nada yang dilantunkan, setiap gerakan di panggung, akan menjadi penentu nasib mereka. Siapa saja yang berhasil memikat hati juri dan melangkah lebih jauh di kompetisi dangdut paling bergengsi ini? Mari kita selami jalannya kompetisi yang penuh drama dan bakat luar biasa ini.
Jalannya Kompetisi yang Mendebarkan¶
Penampilan dibuka oleh Arbil, peserta asal Asahan, yang mendapatkan tantangan langsung dari Lesti Kejora untuk menyanyikan lagu “Sarmila” milik Ashraff. Sebagai penampil pertama, Arbil menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dan kualitas vokal yang memukau. Suaranya yang khas dan pembawaannya yang powerful berhasil menggemparkan panggung. Tak tanggung-tanggung, ketiga dewan juri kompak berdiri memberikan standing ovation sebagai apresiasi atas penampilan gemilangnya. Momen ini menjadi awal yang sangat baik bagi Grup 4 dan menetapkan standar tinggi sejak awal.
Tidak berhenti sampai di situ, para juri tampaknya ingin menguji Arbil lebih dalam lagi. Ia kemudian dipanggil kembali ke panggung untuk berduel dengan Cahaya, peserta asal Pekanbaru, membawakan lagu “Duit” yang dipopulerkan oleh Endang Kurnia. Duel ini menampilkan perpaduan dua karakter vokal yang berbeda namun harus bisa bersinergi dalam satu lagu. Lesti Kejora memberikan komentarnya setelah duel tersebut, mengakui bahwa meskipun karakter vokal keduanya kontras, mereka berhasil membawakan lagu dengan cukup seimbang. Ini menunjukkan adaptabilitas Arbil dan Cahaya dalam berkolaborasi.
Arbil kembali menghadapi tantangan solo, kali ini dengan lagu “Hadirmu Bagai Mimpi” dari Anisa Rahma. Ia kembali menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi solo. Penampilan ketiga ini berhasil mendapatkan dua standing ovation dari Dewi Perssik dan Lesti Kejora, membuktikan konsistensinya di atas panggung. Meskipun sudah tiga kali tampil dan mendapatkan apresiasi tinggi, para dewan juri masih merasa belum puas dan ingin melihat potensi Arbil lebih jauh lagi. Keinginan para juri untuk terus melihat Arbil tampil menandakan betapa besar potensi yang mereka lihat dalam dirinya.
Tantangan pamungkas untuk Arbil datang langsung dari Lesti Kejora. Ia diminta berduet dengan Lesti sendiri membawakan lagu legendaris “Dawai Asmara” milik Rhoma Irama feat Noer Halimah. Berduet dengan juri yang juga merupakan penyanyi dangdut papan atas tentu menjadi pengalaman sekaligus ujian yang luar biasa bagi Arbil. Arbil berhasil mengimbangi vokal Lesti dengan baik, membuktikan bahwa ia layak berada di panggung besar. Penampilan duet ini kembali memukau para juri, dan lagi-lagi Arbil mendapatkan standing ovation yang keempat kalinya malam itu. Setelah serangkaian penampilan yang memukau dan tantangan yang berhasil ia taklukkan, Arbil akhirnya diumumkan sebagai peserta pertama dari Grup 4 yang berhak melangkah ke babak selanjutnya. Ia telah membuktikan dirinya sebagai calon bintang dengan konsistensi dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa.
Selanjutnya, panggung DAcademy 7 Final Audition Grup 4 kedatangan Acha dari Bombana. Peserta ini mendapatkan tantangan berat dari Dewi Perssik untuk menyanyikan lagu “Derita” yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama. Lagu ini dikenal memiliki tingkat kesulitan dan penghayatan yang tinggi, menguji kemampuan Acha dalam membawakan lagu berkarakter. Pada penampilan pertamanya, Soimah memberikan catatan penting. Menurutnya, Acha masih perlu meningkatkan kontrol nadanya agar bisa tepat di beberapa bagian lagu yang menuntut ketelitian vokal. Kritik ini menjadi masukan berharga bagi Acha untuk memperbaiki penampilannya.
Dewi Perssik memberikan kesempatan kedua bagi Acha untuk menampilkan bakatnya dengan tantangan membawakan lagu kedua (jenis lagunya tidak disebutkan secara spesifik dalam teks asli, jadi kita bisa bayangkan ini adalah lagu yang berbeda dengan karakter lain). Kemudian, Soimah memberikan tantangan yang lebih unik, yaitu membawakan lagu-lagu dari penyanyi favorit Acha, Selfi Yamma. Acha diminta menyanyikan bagian reff dari lagu “Ada di Mana Mana” dan “Tak Pantas”, lalu satu lagu penuh berjudul “Berkali-kali”. Ini adalah ujian sejauh mana Acha mengenal dan bisa meniru gaya vokal penyanyi idolanya.
Di tengah penampilannya membawakan lagu Selfi Yamma, panggung dikejutkan dengan kehadiran penyanyi aslinya, Selfi Yamma, yang langsung menemani Acha bernyanyi. Momen kejutan ini tentu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Acha dan menambah semangat penampilannya. Bernyanyi langsung bersama idola merupakan mimpi bagi banyak calon penyanyi. Setelah melewati tiga kali penampilan dengan berbagai tantangan dan mendapatkan bimbingan langsung, Acha berhasil meyakinkan para juri. Ia pun diumumkan sebagai peserta kedua dari Grup 4 yang lolos ke babak berikutnya menyusul Arbil. Perjuangannya menunjukkan bahwa masukan juri bisa menjadi kunci untuk perbaikan dan kesuksesan.
Cahaya, peserta asal Pekanbaru yang sebelumnya sempat berduel dengan Arbil, kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil solo. Kali ini ia membawakan lagu “Nyanyian Rindu” milik Evie Tamala. Lagu ini menuntut kemampuan vokal yang lembut namun penuh penghayatan. Lesti Kejora menilai bahwa suara dan karakter vokal Cahaya sudah cukup kuat, yang merupakan modal besar dalam dunia dangdut. Namun, Lesti juga memberikan catatan bahwa dinamika pembawaan lagunya masih kurang bervariasi, perlu ada penekanan atau pelunakan yang lebih jelas di bagian-bagian tertentu lagu.
Cahaya kemudian kembali tampil untuk membawakan lagu kedua, “Secawan Madu” dari Kristina. Pada penampilan ini, Lesti Kejora kembali memberikan kritik. Menurutnya, Cahaya masih terlihat kurang fokus saat tampil, dan ada beberapa notasi penting dari lagu asli yang terlewat atau tidak dinyanyikan dengan tepat. Fokus di atas panggung sangat penting untuk menjaga kualitas penampilan. Meskipun mendapat beberapa masukan, Cahaya dianggap memiliki potensi yang cukup untuk terus digali. Setelah melewati ujian dari para juri, Cahaya diumumkan sebagai peserta ketiga dari Grup 4 yang berhasil lolos ke babak selanjutnya, bergabung dengan Arbil dan Acha. Ia memiliki karakter vokal yang kuat dan kini tinggal mengasah aspek teknis dan penjiwaan.
Panggung berikutnya giliran Arya dari Prabumulih, yang menarik perhatian karena ia adalah adik kandung dari bintang dangdut Lady Rara. Sebagai adik dari penyanyi yang sudah sukses, Arya tentu memiliki beban tersendiri untuk membuktikan bakatnya. Ia ditantang membawakan lagu “Sapu Tangan Merah” yang dipopulerkan oleh Yus Yunus. Sayangnya, penampilan Arya tidak berjalan mulus. Di tengah lagu, Soimah yang terkenal tegas harus menghentikan musik. Momen ini sangat jarang terjadi dan menunjukkan bahwa ada evaluasi serius terhadap penampilan Arya. Soimah merasa ada terlalu banyak kekurangan yang terlihat dalam penampilannya.
Setelah dihentikan, Arya diberikan kesempatan kedua untuk menampilkan kemampuannya dengan membawakan lagu “Aku Lelaki Kamu Lelaki” milik Imam S. Arifin. Penampilan kedua ini menjadi kesempatan terakhir bagi Arya untuk meyakinkan para juri bahwa ia layak untuk melanjutkan langkahnya di DAcademy 7. Sayangnya, upaya Arya belum berhasil memenuhi ekspektasi tinggi dari dewan juri. Meskipun memiliki latar belakang keluarga seniman, dunia kompetisi dangdut profesional memerlukan kesiapan mental dan teknis yang matang.
Peserta selanjutnya yang tampil adalah Cinta dari Solo. Ia membawakan dua buah lagu sebagai ujian di babak Final Audition ini. Lagu pertama yang dibawakannya adalah “Trauma” yang dipopulerkan oleh Yunita Ababiel. Kemudian, ia melanjutkan penampilannya dengan menyanyikan lagu “Madu Merah” milik Itje Trisnawati. Kedua lagu ini memiliki karakter yang berbeda, menguji kemampuan Cinta dalam membawakan beragam jenis lagu dangdut. Cinta berusaha memberikan penampilan terbaiknya di hadapan para juri, menunjukkan ekspresi dan teknik vokal yang ia miliki.
Setelah Cinta, giliran Mojang Tasikmalaya, Lulu, yang tampil memukau dengan membawakan lagu “Terlalu Mencintaimu” yang dipopulerkan oleh Melly Lee. Penampilan Lulu berhasil menarik perhatian para juri. Lesti Kejora memberikan pujian terhadap kualitas vokal Lulu, menilai suaranya sangat stabil saat bernyanyi. Namun, Lesti juga memberikan catatan penting mengenai cengkoknya. Menurut Lesti, cengkok Lulu masih terasa terlalu berlebihan di beberapa bagian, perlu penyesuaian agar terdengar lebih pas dan tidak mengganggu keutuhan melodi lagu. Masukan ini sangat berharga bagi Lulu untuk menyempurnakan teknik cengkoknya.
Dewan juri kemudian memberikan tantangan duel kepada Lulu. Ia diminta berduet dengan peserta asal Muara Enim, Anjari, membawakan lagu “Pacar Dunia Akhirat” milik Rita Sugiarto. Duet ini menguji kemampuan harmonisasi dan chemistry antara dua peserta di atas panggung. Soimah, yang dikenal jeli dalam melihat harmoni, memberikan komentarnya setelah duet tersebut. Ia menilai bahwa Lulu dan Anjari masih belum berhasil mendapatkan harmonisasi yang tepat dalam penampilan duet mereka. Koordinasi vokal dan penjiwaan perlu ditingkatkan agar duet terdengar lebih padu.
Anjari kemudian tampil solo membawakan lagu “Bunga Bunga Rindu” dari Dian Piesesha. Lagu ini merupakan lagu dangdut melankolis yang membutuhkan penjiwaan mendalam. Dewi Perssik memberikan evaluasi terhadap penampilan solo Anjari. Menurutnya, Anjari masih harus mempelajari lebih dalam mengenai penjiwaan atau rasa dalam bernyanyi. Kemampuan teknis vokal saja tidak cukup; seorang penyanyi dangdut juga harus bisa menyampaikan emosi lagu kepada pendengar. Masukan ini krusial bagi Anjari untuk bisa terhubung lebih baik dengan lirik dan melodi lagu.
Hasil Akhir dan Pengumuman yang Menegangkan¶
Setelah ketujuh peserta Grup 4 selesai menampilkan bakat mereka dan menerima masukan dari para dewan juri, momen paling mendebarkan pun tiba. Para juri, Soimah, Dewi Perssik, dan Lesti Kejora, melakukan diskusi tertutup untuk menentukan nasib para peserta. Mereka mempertimbangkan semua aspek: kualitas vokal, teknik bernyanyi, penjiwaan, kepercayaan diri, kemampuan beradaptasi dalam tantangan, dan potensi perkembangan ke depan. Diskusi ini berlangsung alot, mengingat standar kompetisi yang semakin tinggi di babak Final Audition.
Ketika para juri kembali ke panggung, suasana semakin tegang. Nama-nama yang sudah lolos sebelumnya – Arbil, Acha, dan Cahaya – sudah duduk manis menunggu teman-teman baru mereka. Tiga peserta tersisa (Anjari, Arya, Cinta, dan Lulu - ada 4 nama sisa dari 7-3=4, bukan 3) harus berdiri di depan panggung, menantikan keputusan apakah mereka akan melanjutkan perjuangan atau harus menghentikan mimpi mereka di DAcademy 7. Keempat peserta tersebut adalah Anjari, Arya, Cinta, dan Lulu.
Akhirnya, tiba saatnya pengumuman yang ditunggu-tunggu. Dengan suara berat, dewan juri membacakan nama peserta berikutnya dari Grup 4 yang berhasil mendapatkan golden ticket ke babak selanjutnya. Sorak sorai penonton dan peserta yang sudah lolos pecah ketika nama Lulu dari Tasikmalaya disebut sebagai peserta keempat yang berhasil melewati babak Final Audition Grup 4 ini. Mojang Tasikmalaya ini telah berhasil membuktikan bahwa bakatnya layak diakui meskipun sempat mendapat catatan mengenai cengkoknya.
Dengan lolosnya Lulu, maka secara otomatis tiga peserta lainnya yang tersisa harus menghentikan langkah mereka di panggung DAcademy 7. Anjari dari Muara Enim, Arya dari Prabumulih (adik Lady Rara), dan Cinta dari Solo dinyatakan tersenggol. Ini adalah momen yang berat, terutama bagi Arya yang membawa nama besar kakaknya, Lady Rara. Meskipun berat, inilah realitas kompetisi. Anjari, Arya, dan Cinta harus berlapang dada menerima hasil ini dan menjadikannya pelajaran berharga untuk terus mengasah bakat mereka di masa depan.
Dengan demikian, DAcademy 7 Final Audition Grup 4 telah meloloskan empat peserta terbaiknya: Arbil, Acha, Cahaya, dan Lulu. Mereka akan bergabung dengan para peserta yang sudah lolos dari grup-grup sebelumnya, membentuk barisan Academia yang siap bersaing di babak selanjutnya. Perjalanan mereka masih panjang dan penuh tantangan, namun mereka telah membuktikan diri di tahap audisi ini. Persaingan di DAcademy 7 semakin memanas, dan kita tunggu penampilan luar biasa mereka di babak-babak berikutnya!
Bagaimana pendapat Anda mengenai hasil DAcademy 7 Final Audition Grup 4 ini? Apakah jagoan Anda berhasil lolos atau justru harus pulang? Bagikan komentar Anda di bawah!
Posting Komentar