Thunderbolts* Syuting di Mana Aja? Dari Malaysia Sampai Gurun Utah!

Table of Contents

Siapa yang udah nungguin banget aksi tim antihero Marvel di film Thunderbolts? Bukan tim pahlawan super biasa yang jubahnya kinclong dan moralnya lurus-lurus aja, Thunderbolts ini isinya karakter-karakter yang punya masa lalu kelam dan cara kerja yang sering bikin geleng-geleng kepala. Bayangin aja, mereka ini pahlawan yang… ya, bisa dibilang sering bermasalah. Tapi justru itu yang bikin mereka seru!

Tim ini diisi nama-nama yang udah gak asing lagi buat para penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU). Ada si Yelena Belova yang diperankan apik sama Florence Pugh, penerus Black Widow yang punya skill mematikan tapi juga selera humor yang receh. Terus ada bapak angkatnya yang kocak tapi kuat banget, Red Guardian alias Alexei Shostakov, dibawain sama David Harbour. Jangan lupa ada John Walker, si Captain America versi “problematic” yang diperankan Wyatt Russell, karakternya ini bikin emosi tapi juga kadang kasihan. Ada juga Ghost, karakter misterius yang bisa menembus benda, diperankan Hannah John-Kamen, dia ini punya kekuatan unik tapi juga rapuh. Dan tentu aja, si sad boy abadi yang bikin banyak orang naksir, Bucky Barnes alias Winter Soldier, yang lagi-lagi diperankan Sebastian Stan. Mereka ini dikumpulin buat misi berbahaya di bawah pengawasan yang pastinya ketat dari Valentina Allegra de Fontaine, yang diperankan Julia Louis-Dreyfus. Sosoknya ini kayaknya jadi dalang di balik terbentuknya tim Thunderbolts, dan dia ini bukan orang sembarangan. Dia punya koneksi ke berbagai organisasi rahasia dan tampaknya punya agendanya sendiri.

Nah, yang bikin film ini makin asyik buat dibahas, selain deretan karakternya yang unik, adalah lokasi syutingnya yang dipilih gak sembarangan. Tim produksi Thunderbolts kayaknya serius banget pengen ngasih visual yang bikin mata melek, makanya mereka sampai keliling dunia (atau setidaknya beberapa tempat ikonik) buat dapetin setting yang pas. Dari gedung super tinggi, area bersejarah, sampai padang pasir yang luas dan panas, semua dijadiin arena buat para antihero ini nunjukkin aksi mereka. Penasaran kan, mereka syuting di mana aja? Yuk, kita intip bocorannya!

Thunderbolts movie filming locations

1. Melompat dari Puncak Merdeka 118 di Kuala Lumpur, Malaysia

Adegan pembuka film ini langsung ngasih hype yang luar biasa. Bayangin aja, kita langsung disuguhi aksi Yelena Belova yang lompat dari Merdeka 118. Gedung ini lokasinya ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Buat yang belum tahu, Merdeka 118 ini bukan sembarang gedung, lho. Tingginya menjulang sampai 118 lantai dan sekarang dinobatkan sebagai gedung tertinggi kedua di dunia! Melihat Merdeka 118 di film Thunderbolts ini pasti bikin bangga sekaligus penasaran buat para penggemar film di Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia.

Sutradara Jake Schreier sendiri ngaku kalau syuting adegan di Merdeka 118 ini punya tantangan tersendiri. Meskipun kelihatannya lancar di film, kenyataannya di lokasi gak selalu begitu. Salah satu kendala utama adalah cuaca. Dikutip dari laporan, setiap kali ada petir dalam radius sekitar 5 mil dari lokasi syuting, semua kegiatan harus dihentikan. Setengah jam! Bayangin aja, lagi asyik-asyiknya take, eh tiba-tiba harus break gara-gara langit lagi gak bersahabat. Hal ini tentu aja bisa mengganggu jadwal syuting yang ketat dan butuh kesabaran ekstra dari semua kru dan pemeran, terutama Florence Pugh yang kabarnya beneran melakukan adegan melompat itu sendiri tanpa stunt double! Ini menunjukkan totalitas aktris kelahiran Inggris tersebut dalam memerankan karakternya. Melompat dari ketinggian yang luar biasa itu jelas bukan pekerjaan main-main dan butuh persiapan fisik dan mental yang matang. Keberanian Florence Pugh ini pasti jadi salah satu momen paling diingat dari proses produksi film ini. Adegan ini juga langsung menunjukkan skala besar yang diusung oleh film Thunderbolts dan betapa berbahayanya misi pertama yang harus dihadapi oleh Yelena Belova sendirian.

Merdeka 118, dengan arsitekturnya yang modern dan puncaknya yang khas, memberikan latar belakang visual yang sangat mencolok untuk adegan pembuka. Gedung ini melambangkan kemajuan dan modernitas, tapi dalam konteks film, ia menjadi titik awal bagi aksi berbahaya dan mungkin juga awal dari masalah yang lebih besar yang harus dihadapi oleh para Thunderbolts. Pemilihan lokasi ini juga menunjukkan upaya Marvel Studios untuk memperluas jangkauan cerita mereka secara geografis, tidak melulu berpusat di Amerika Serikat. Ini bisa membuka pintu bagi eksplorasi cerita dan karakter baru dari berbagai belahan dunia di masa depan MCU. Tantangan cuaca yang dihadapi juga mengingatkan kita bahwa di balik layar film-film blockbuster seperti ini, ada banyak faktor alam yang tidak terduga yang harus dihadapi oleh tim produksi. Mereka harus siap beradaptasi dengan kondisi di lapangan demi mendapatkan hasil terbaik di layar lebar.

2. Ledakan di Area Bersejarah: Medan Pasar Square, Kuala Lumpur

Masih di area Kuala Lumpur, Yelena Belova tampaknya punya banyak “urusan” di kota ini. Selain melompat dari Merdeka 118, dia juga sempat beraksi dan bahkan menyebabkan ledakan di area Medan Pasar Square. Medan Pasar ini dikenal sebagai salah satu tempat paling ikonik dan bersejarah di Kuala Lumpur. Konon, area inilah yang menjadi titik awal berdirinya ibu kota Malaysia tersebut. Di sini, kita bisa menemukan perpaduan bangunan kolonial tua dengan kehidupan kota modern yang ramai.

Di film, adegan di Medan Pasar ini cukup dramatis. Setelah bikin ledakan (yang ternyata terjadi di Menara HSBC yang lokasinya tidak jauh dari Medan Pasar Square), Yelena dengan sigap berhasil kabur dari gedung yang dia porak-porandakan sendiri itu. Aksi melarikan diri ini pasti melibatkan banyak adegan kejar-kejaran atau parkour di area padat ini, menampilkan kemampuan fisik Yelena yang memang sudah teruji sebagai mantan Black Widow. Pemilihan Medan Pasar sebagai latar belakang adegan ini memberikan kontras yang menarik. Area yang kaya akan sejarah dan budaya ini tiba-tiba menjadi saksi bisu aksi destruktif seorang antihero Marvel. Ini bisa jadi semacam simbol bahwa bahkan di tempat yang kental dengan masa lalu, masa kini bisa membawa kekacauan dan perubahan drastis.

Syuting di area perkotaan yang padat seperti Medan Pasar tentu punya tantangan logistik yang besar. Tim produksi harus mengelola keramaian, izin syuting, dan memastikan keamanan publik selama adegan berbahaya seperti ledakan difilmkan. Meskipun ledakan itu mungkin dibuat menggunakan efek visual atau praktikal yang terkontrol, menutup area publik yang sibuk selalu jadi pekerjaan rumah yang besar. Adegan kaburnya Yelena dari gedung setelah ledakan juga membuka pertanyaan tentang misi apa sebenarnya yang dia jalani di Kuala Lumpur. Apakah dia sedang mencari seseorang, menghancurkan sesuatu, atau justru sedang dalam pelarian? Detail ini yang akan kita ketahui saat filmnya rilis nanti. Menggabungkan lokasi modern seperti Merdeka 118 dan area bersejarah seperti Medan Pasar menunjukkan bahwa cerita Thunderbolts akan melintasi berbagai lanskap perkotaan yang berbeda, memberikan kekayaan visual bagi penonton. Ini juga menandakan bahwa jangkauan operasional para Thunderbolts tidak terbatas pada satu wilayah saja, mereka bisa muncul di mana saja di seluruh dunia untuk menjalankan misi mereka.

3. Dikejar di Bawah Terik Matahari: Gurun Utah, Amerika Serikat

Setelah beraksi di kota besar yang ramai, suasana langsung berubah drastis. Para Thunderbolts ternyata juga sempat dikejar-kejar pasukan militer di tengah hamparan padang pasir yang luas. Lokasi syuting adegan ini berpindah ke Gurun Utah, di Amerika Serikat. Lebih spesifik lagi, syuting dilakukan di area Emery County dan Grand County, Utah. Utah memang terkenal dengan lanskap gurunnya yang unik dan dramatis, dengan formasi batuan merah yang khas, ngarai yang dalam, dan area tandus yang membentang sejauh mata memandang.

Syuting di gurun jelas membawa tantangan yang berbeda total dibandingkan syuting di kota. Panas terik matahari jadi musuh utama. Disebutkan bahwa panas di sana “gak main-main”, yang berarti suhu bisa sangat ekstrem, terutama di siang hari. Kru dan para pemeran harus siap menghadapi kondisi ini, mulai dari dehidrasi, heatstroke, sampai peralatan syuting yang bisa overheat. Selain panas, angin kencang dan debu juga bisa jadi masalah besar yang mengganggu proses syuting, mempengaruhi visibilitas dan kebersihan lensa kamera.

Tim produksi menghabiskan waktu dua minggu untuk syuting di jalanan sepi yang tandus di area tersebut. Durasi ini cukup lama untuk syuting di lokasi yang kondisinya ekstrem, menunjukkan betapa pentingnya adegan ini bagi film. Mereka memang sengaja memilih lokasi gurun yang otentik ini untuk mendapatkan “vibe gurun” yang realistis. Sutradara Jake Schreier menjelaskan alasannya: meskipun Marvel punya kemampuan CGI yang canggih untuk menciptakan latar belakang gurun secara digital, mereka lebih memilih syuting di lokasi sebenarnya. Kenapa? Karena syuting di lokasi nyata memberikan nuansa dan tekstur yang sulit ditiru sepenuhnya dengan CGI. Cahaya matahari asli, debu yang beterbangan secara alami, panas yang terasa oleh para pemeran – semua itu berkontribusi pada realisme adegan yang ingin dicapai. Melihat para antihero ini, yang biasanya beraksi di perkotaan atau markas rahasia, berada di tengah gurun yang gersang sambil dikejar-kejar, pasti akan memberikan dinamika yang menarik. Mungkin ini adalah bagian dari misi mereka yang salah arah, atau mungkin mereka sedang mencoba bersembunyi atau melarikan diri setelah misi sebelumnya kacau balau. Lanskap gurun yang luas dan terbuka juga bisa melambangkan rasa terisolasi atau keputusasaan yang mungkin dirasakan oleh tim ini saat mereka menghadapi musuh atau situasi yang sulit.

4. Markas Besar di Atlanta, Rumah Kedua Marvel

Kalau bicara soal lokasi syuting film-film Marvel, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pasti gak bisa dilewatkan. Kota ini sudah lama jadi “rumah kedua” bagi Marvel Studios. Banyak sekali produksi MCU yang menjadikan Atlanta sebagai markas utama mereka, mulai dari film Avengers sampai serial-serial Disney+. Kenapa Atlanta? Kota ini menawarkan insentif pajak yang menarik bagi produksi film dan televisi, serta punya fasilitas studio yang sangat besar dan modern, seperti Pinewood Atlanta Studios (sekarang Trilith Studios).

Untuk Thunderbolts, studio-studio raksasa di Atlanta digunakan untuk berbagai keperluan syuting yang kompleks. Adegan-adegan interior, pembangunan set besar yang rumit, dan bahkan rekreasi atau pembangunan ulang area perkotaan tertentu dilakukan di sini. Salah satu contoh yang disebutkan adalah rekreasi jalanan 45th Street di New York. Membuat ulang bagian kota New York di dalam studio memungkinkan tim produksi mengontrol sepenuhnya lingkungan syuting, mulai dari pencahayaan, cuaca (tentu saja tidak ada hujan petir mendadak di dalam studio!), sampai lalu lintas. Ini sangat penting untuk adegan-adegan yang membutuhkan efek khusus yang rumit, ledakan terkontrol, atau koreografi aksi yang presisi tanpa mengganggu aktivitas kota asli.

Yang menarik lagi, markas ikonik Avengers Tower yang dulu menjulang di New York, kini di film Thunderbolts (dan kemungkinan besar di fase MCU saat ini) tampaknya sudah berganti nama dan fungsi. Disebutkan bahwa bangunan itu sekarang menjadi “Watchtower”, markas baru dari Valentina Allegra de Fontaine. Transformasi ini menarik, menunjukkan perubahan kekuasaan dan struktur organisasi di dunia MCU pasca-Avengers. Watchtower kemungkinan besar menjadi pusat operasi Valentina dan tempat di mana dia mengumpulkan tim Thunderbolts dan memberi mereka misi. Set interior Watchtower ini pasti dibangun dengan detail yang luar biasa di studio Atlanta, mencerminkan karakter Valentina yang misterius dan mungkin sedikit licik. Syuting di studio juga memberikan privasi yang lebih besar bagi produksi, menjaga detail plot dan penampilan karakter atau set baru agar tidak bocor ke publik sebelum waktunya. Atlanta dengan fasilitas studionya yang lengkap memungkinkan Thunderbolts untuk membawa adegan-adegan skala besar, baik itu pertempuran di dalam ruangan, adegan dramatis di markas rahasia, maupun pembangunan set dunia yang kompleks, menjadi kenyataan.

5. Nuansa Klasik New York

Meskipun sebagian besar adegan yang membutuhkan kontrol penuh dilakukan di studio Atlanta, New York City, kota yang selalu menjadi jantung banyak cerita superhero, tetap hadir di film Thunderbolts. Kehadiran New York ini biasanya ditunjukkan melalui adegan luar ruangan, shot panorama kota dari helikopter, atau adegan-adegan singkat yang diambil di jalanan asli New York. Keberadaan New York di film-film Marvel bukan hanya soal latar belakang visual, tapi juga soal memberikan rasa familiar dan ikonik bagi para penggemar. New York sudah lekat banget dengan identitas banyak karakter Marvel, dan melihat kota ini di layar lebar selalu memberikan nuansa “ini baru Marvel!”.

Syuting di New York City punya tantangannya sendiri. Sebagai salah satu kota terpadat di dunia, mengatur syuting di jalanan atau area publik membutuhkan koordinasi yang rumit dengan pihak berwenang kota, penutupan jalan sementara, dan manajemen kerumunan yang besar. Namun, hasilnya sepadan. Melihat para karakter beraksi dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit New York yang ikonik, jembatan-jembatan terkenal, atau taman-taman kota, memberikan sentuhan realisme dan skala yang sulit didapat di tempat lain. Adegan-adegan yang diambil di New York ini biasanya digunakan untuk menunjukkan lokasi spesifik di mana sesuatu terjadi, atau sebagai transisi antar adegan.

Yang paling bikin pecinta Marvel terharu (atau setidaknya notice) adalah konfirmasi bahwa New York di film ini masih menyimpan berbagai “artefak legendaris” dari peristiwa-peristiwa MCU sebelumnya. Salah satu yang disebut adalah tongkat Chitauri milik Loki. Tongkat ini terakhir terlihat digunakan dalam Avengers (2012) dan kemudian muncul lagi di Avengers: Age of Ultron dan Avengers: Endgame (melalui perjalanan waktu). Keberadaan artefak-artefak kuat dan berbahaya seperti ini di New York menunjukkan bahwa meskipun Avengers sudah tidak aktif sebagai tim utama, warisan dan konsekuensi dari pertempuran besar di masa lalu masih ada dan tersebar di seluruh dunia. Kemunculan artefak ini di film Thunderbolts bisa jadi petunjuk penting tentang plot filmnya. Mungkinkah tim ini diberi misi untuk mengumpulkan atau mengamankan artefak-artefak berbahaya ini? Atau mungkin ada pihak lain yang mengincarnya dan Thunderbolts harus mencegah mereka? Ini menambah lapisan cerita yang menarik dan menghubungkan film ini dengan sejarah panjang MCU. New York, dengan segala keramaian dan sejarah superheronya, tetap menjadi tempat di mana hal-hal besar terjadi, dan Thunderbolts tampaknya akan menjadi bagian dari babak terbaru dalam sejarah kota ini.

Secara keseluruhan, pemilihan lokasi syuting Thunderbolts ini sangat ambisius dan bervariasi. Dari gedung tertinggi kedua di dunia di Kuala Lumpur, area bersejarah yang padat, hamparan gurun yang panas dan luas, sampai studio canggih di Atlanta dan jalanan ikonik New York, semua lokasi ini dipilih untuk memberikan latar belakang yang kaya dan dinamis bagi aksi para antihero ini. Kombinasi lokasi nyata dan set studio memungkinkan tim produksi untuk menciptakan dunia yang terasa realistis namun tetap bisa mengakomodasi adegan-adegan spektakuler yang jadi ciri khas film Marvel. Setiap lokasi tampaknya dipilih bukan hanya karena keindahan visualnya, tapi juga karena bagaimana ia bisa mendukung narasi cerita dan menampilkan karakter-karakter Thunderbolts dalam berbagai situasi yang berbeda. Aksi di ketinggian, kejar-kejaran di padang pasir, atau pertemuan rahasia di markas canggih – semua itu memerlukan setting yang pas.

Melihat detail lokasi syuting ini juga membuat kita berpikir tentang skala produksi sebuah film blockbuster seperti Thunderbolts. Dibutuhkan perencanaan yang matang, koordinasi global, dan tim yang besar untuk bisa memindahkan produksi dari satu benua ke benua lain, dari lingkungan perkotaan yang kompleks ke area alam yang terpencil dan ekstrem. Tantangan yang dihadapi, seperti cuaca buruk di Malaysia atau panas ekstrem di Utah, adalah bagian dari proses pembuatan film yang seringkali tidak terlihat oleh penonton. Tapi justru tantangan-tantangan inilah yang memaksa tim kreatif untuk berpikir out of the box dan mencari solusi terbaik demi mendapatkan shot atau adegan yang sempurna.

Bagaimana menurut kamu soal pilihan lokasi syuting untuk Thunderbolts ini? Ada lokasi yang paling bikin kamu penasaran atau justru ada tempat lain yang menurutmu cocok banget buat jadi arena baku hantam para antihero ini? Atau mungkin kamu punya teori soal kenapa tim ini harus pergi ke semua lokasi tersebut? Yuk, sharing pendapatmu di kolom komentar!

Posting Komentar