Tekanan Darah Masih Tinggi Meski Sudah Minum Obat? Ini Kata Dokter!

Table of Contents

Tekanan Darah Tinggi

Pemberian obat-obatan memang jadi cara utama yang disarankan dokter buat menurunkan tekanan darah tinggi. Pasti banyak dari kita yang udah akrab sama metode ini kalau punya riwayat hipertensi. Minum obat secara teratur diharapkan bisa bikin angka tekanan darah kembali normal atau terkontrol.

Tapi ternyata, ada juga lho kasus di mana pasien udah minum sampai tiga atau empat jenis obat sekaligus, tapi tekanan darahnya kok ya nggak turun-turun juga. Kondisi kayak gini pastinya bikin bingung dan khawatir ya. Kenapa bisa begitu?

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, Sp.PD, alias dokter Ningz, kondisi ini tuh namanya hipertensi resisten atau hipertensi refrakter. Jadi, tekanan darahnya bandel banget, susah dikontrol meskipun udah diobati pakai banyak jenis obat.

Dokter Ningz bilang, kasus kayak gini sebenarnya cukup sering ditemui. Penyebabnya macam-macam, tapi yang paling umum itu adalah faktor dari pasiennya sendiri. Misalnya, nggak patuh minum obat atau nggak konsisten ngejalanin perubahan gaya hidup yang sehat.

Mengenal Lebih Jauh Hipertensi Resisten

Dokter Ningz ngejelasin, hipertensi resisten itu intinya adalah ketika tekanan darah tinggi nggak berhasil dikendalikan. Padahal, pasiennya udah minum tiga sampai empat jenis obat hipertensi sekaligus. Bayangin, udah sebanyak itu obatnya, tapi tensi masih aja tinggi.

Supaya seseorang bisa dibilang punya hipertensi resisten, obat yang diminum itu harus dari kelas terapi yang berbeda-beda. Selain itu, dosisnya juga udah dalam dosis maksimal yang masih bisa ditoleransi sama pasiennya. Ini penting buat memastikan bahwa obatnya udah dicoba semaksimal mungkin.

Sebelum buru-buru vonis hipertensi resisten, dokter biasanya bakal ngecek beberapa hal penting dulu. Pertama dan paling utama, pastiin dulu kepatuhan minum obatnya. Pasien beneran minum obatnya rutin setiap hari sesuai anjuran nggak? Atau kadang skip-skip?

Kedua, cara mengukur tensinya juga harus dipastikan udah bener. Pengukuran yang salah bisa bikin hasilnya kelihatan tinggi terus, padahal mungkin aslinya nggak separah itu. Penting banget nih, belajar cara ukur tensi yang akurat.

Nah, yang ketiga dan nggak kalah penting adalah nyari kemungkinan adanya hipertensi sekunder. Apa tuh hipertensi sekunder? Itu adalah kondisi di mana tekanan darah tinggi disebabkan oleh penyakit lain yang mendasarinya. Kalau ada penyakit lain, ya penyakit itulah yang harus diobati duluan. Kalau sumbernya nggak diberesin, hipertensinya juga bakal susah dikendaliin.

Dokter Ningz ngasih beberapa contoh gangguan hormonal yang bisa jadi penyebab hipertensi sekunder dan bikin tensi jadi resisten. Misalnya, ada kondisi namanya hiperaldosteronisme primer, atau feokromositoma. Selain itu, penyempitan arteri ginjal (stenosis arteri renalis) atau gagal ginjal kronik juga bisa jadi pemicu.

“Kalau sudah dipastikan tiga hal itu tidak ada,” kata dokter Ningz, “baru kita mencari faktor lain yang menyebabkan hipertensi ini menjadi sulit terkendali.” Jadi, langkah-langkah ini penting banget buat nemuin akar permasalahannya.

Faktor-faktor yang Bikin Tensi Bandel Turun

Dokter Ningz, yang praktek di RS Adi Husada Undaan Wetan, nyebutin salah satu penyebab utama kenapa tekanan darah tinggi susah dikendaliin itu adalah kelebihan berat badan alias obesitas. Gaya hidup yang nggak sehat itu punya peran besar banget di sini.

“Yang utama adalah selalu terkait dengan gaya hidup,” jelasnya. Obesitas itu bikin susah banget buat ngontrol tensi. Ini kaitannya erat sama pola makan dan kebiasaan olahraga. Kalau pola makannya sembarangan dan jarang olahraga, berat badan naik, tensi pun jadi makin sulit diatur.

Selain gaya hidup, faktor genetik juga bisa berpengaruh. Ada orang-orang yang punya kepekaan tinggi terhadap garam. Buat orang kayak gini, kalau konsumsi garam atau natriumnya nggak dikurangi signifikan, tensinya bakal susah banget terkendali. Makanya, penting banget buat yang punya sensitivitas garam ini buat bener-bener jaga asupan natrium.

Faktor lain yang sering nggak disadari adalah konsumsi obat-obatan tertentu secara rutin. Ternyata, beberapa jenis obat itu bisa punya efek samping menaikkan tekanan darah. Kalau kita minum obat-obatan ini terus-menerus, bisa jadi ini yang bikin tensi kita susah turun meskipun udah minum obat hipertensi.

Dokter Ningz ngasih contoh obat anti-nyeri golongan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs). Pada beberapa orang, obat ini bisa banget bikin tensi naik dan jadi susah dikontrol.

Selain NSAID, obat flu yang mengandung dekongestan dan obat-obatan hormonal juga bisa memicu kenaikan tekanan darah. Makanya, penting banget kalau kita lagi minum obat lain, kasih tahu dokter yang nanganin hipertensi kita.

“Jadi, itu semua yang harus dievaluasi pada kondisi di mana tensi enggak bisa turun, padahal sudah minum obat 3 sampai 4 macam,” papar dokter Ningz. Evaluasi menyeluruh ini penting banget buat nemuin penyebabnya.

Terakhir, dokter Ningz juga ngingetin kalau hipertensi resisten ini nggak cuma kejadian sama orang tua lho. Anak muda juga bisa aja ngalamin kondisi ini. Jadi, semua umur berisiko kalau faktor-faktor penyebabnya ada.


Punya pengalaman serupa atau ada pertanyaan seputar hipertensi resisten? Jangan ragu bagikan di kolom komentar ya!

Posting Komentar