Duel Tim Badass: Thunderbolts vs Suicide Squad, Siapa Lebih Ganas?
Banyak penggemar komik dan film superhero yang sering menyamakan Thunderbolts dari Marvel dengan Suicide Squad dari DC. Secara permukaan, memang terlihat mirip karena sama-sama kumpulan karakter yang punya masa lalu kelam atau reputasi sebagai penjahat. Tapi, kalau ditelisik lebih dalam, kedua tim ini punya jeroan alias konsep yang sangat berbeda, lho. Perbedaan mendasar inilah yang bikin mereka unik dan nggak bisa dibilang kembar identik. Jadi, mana yang sebenarnya lebih badass dan lebih ‘ganas’? Kita bedah satu per satu!
Suicide Squad: Pasukan Bunuh Diri dari DC¶
Awal Mula dan Konsep Inti¶
Suicide Squad, yang nama resminya Task Force X, pertama kali nongol di komik DC Legends #5 pada tahun 1987. Konsepnya dari dulu sampai sekarang relatif nggak berubah: ini adalah tim yang anggotanya para penjahat kelas kakap yang dipenjara. Mereka diberi kesempatan untuk “menebus dosa” (atau setidaknya dapat pengurangan hukuman) dengan menjalankan misi-misi super berbahaya yang biasanya nggak mau disentuh sama para superhero.
Bayangin aja, misi mereka seringkali fifty-fifty antara berhasil pulang dengan selamat atau tewas di lokasi. Makanya disebut “Suicide Squad” alias Pasukan Bunuh Diri. Pemerintah, biasanya diwakili oleh sosok super otoriter seperti Amanda Waller, mengontrol mereka dengan ketat. Seringkali ada implan peledak di leher atau kepala anggota tim sebagai jaminan mereka nggak akan kabur atau berkhianat. Ini bukan soal pilihan, ini soal dipaksa.
Siapa Saja Mereka? Para Anggota Ikonik¶
Anggota Suicide Squad ini isinya biasanya para villain atau anti-hero kelas B atau C di jagat DC. Jarang banget ada villain sekelas Joker atau Lex Luthor yang gabung permanen (walaupun kadang muncul cameo). Tapi, justru dari tim inilah muncul beberapa karakter yang jadi favorit penggemar berkat penampilan mereka yang unik dan gila.
Sebut saja Harley Quinn, si psikiater yang jatuh cinta sama Joker dan jadi karakter paling populer dari tim ini. Ada juga Deadshot, pembunuh bayaran dengan akurasi tembak yang nyaris sempurna dan punya kode etik aneh soal nggak membunuh wanita dan anak-anak. Jangan lupa Captain Boomerang, si pencuri ulung dari Australia dengan bumerang mautnya, atau King Shark, manusia hiu yang kekuatannya brutal. Karakter seperti Rick Flag (sang pemimpin militer yang nggak punya kekuatan super tapi jadi jangkar tim), Peacemaker (yang rela membunuh demi perdamaian), dan Ratcatcher 2 juga sempat jadi sorotan di film terbaru. Intinya, mereka ini adalah buangan yang dimanfaatkan pemerintah karena “bisa dibuang” kapan saja.
Di Layar Lebar: Dari Film Pertama Hingga yang Terbaru¶
DC sudah dua kali mencoba membawa Suicide Squad ke layar lebar. Film pertama di tahun 2016 yang disutradarai David Ayer punya tone yang gelap tapi agak campur aduk, fokus pada sekelompok penjahat yang dipaksa jadi tim. Walau kurang disukai kritikus, film ini sukses secara komersial dan melambungkan nama Harley Quinn.
Film kedua di tahun 2021 yang disutradarai James Gunn (sebelum pindah ke DC Studios) punya pendekatan yang beda banget. Judulnya The Suicide Squad, dan ini semacam soft-reboot dengan tone yang lebih komedik, satir, dan brutal. James Gunn sukses menangkap esensi disposability dan kekacauan tim ini. Film ini lebih disukai kritikus dan penggemar, dan bahkan melahirkan serial Peacemaker yang juga sangat populer. Kedua film ini sama-sama menyoroti betapa berbahayanya misi mereka dan betapa rentannya nyawa para anggota tim.
Mau lihat betapa gilanya aksi mereka di film 2021? Tonton deh trailernya:
The Suicide Squad Official Trailer
Konsep dipaksa, disposable, dan hukuman ini jadi benang merah yang kuat di Suicide Squad. Mereka bukan pahlawan, bukan anti-hero pilihan, mereka adalah tahanan yang menjalankan hukuman mati yang tertunda.
Thunderbolts: Anti-Hero atau Penjahat Berkamuflase dari Marvel?¶
Kelahiran Tak Terduga dan Evolusinya¶
Nah, beda cerita sama Thunderbolts. Tim ini lahir di jagat Marvel komik pada tahun 1997 di komik Incredible Hulk #449. Awal kemunculannya bener-bener bikin kaget pembaca. Setelah para superhero terbesar seperti Avengers dan Fantastic Four dianggap tewas (di alur cerita Onslaught), muncullah tim pahlawan baru yang siap mengisi kekosongan: Thunderbolts! Mereka disambut dengan tangan terbuka oleh publik yang butuh harapan.
Tapi, di akhir edisi pertama, terungkap twist besarnya: Thunderbolts bukanlah pahlawan sama sekali! Mereka adalah Masters of Evil, tim supervillain yang dipimpin oleh Baron Zemo, yang memutuskan untuk berkamuflase jadi pahlawan. Tujuannya bukan dapat pengurangan hukuman atau dipaksa pemerintah, tapi untuk mendapatkan kepercayaan publik, akses ke informasi rahasia, dan akhirnya menaklukkan dunia dari dalam! Konsep awal mereka adalah penipu ulung, bukan tahanan.
Wajah-Wajah di Balik Nama Thunderbolts¶
Seiring waktu, komposisi dan tujuan Thunderbolts sering banget berubah, menjadikan mereka salah satu tim yang paling dinamis di Marvel. Setelah penipuan Baron Zemo terbongkar, beberapa anggota asli memilih untuk benar-benar jadi pahlawan (atau setidaknya mencoba). Tim ini kemudian mengambil berbagai bentuk.
Pernah dipimpin oleh Hawkeye (seorang mantan penjahat/anti-hero yang berusaha menebus dosa), di mana tim ini beneran mencoba jadi pahlawan. Pernah juga dipimpin oleh Luke Cage, fokus pada rehabilitasi penjahat. Di era Civil War, Thunderbolts jadi tim yang ditugaskan pemerintah untuk menangkap para pahlawan yang menolak registrasi, dengan anggota yang beragam mulai dari pahlawan pro-registrasi sampai penjahat yang “diresmikan”. Versi lain yang terkenal adalah Thunderbolts yang dipimpin oleh Red Hulk (Jenderal ‘Thunderbolt’ Ross) bersama karakter brutal seperti Punisher, Deadpool, Agent Venom, dan Elektra. Versi ini murni tim operasi gelap yang melakukan misi tanpa ampun, jauh dari citra pahlawan.
Versi MCU yang Katanya Beda Banget¶
Marvel Studios sedang menyiapkan film Thunderbolts yang akan jadi bagian dari Fase 5 MCU. Sutradaranya Jake Schreier dan penulis naskahnya Eric Pearson. Tim versi MCU ini sepertinya mengambil inspirasi dari beberapa versi komik, tapi dengan twist yang signifikan.
Menurut sutradara Jake Schreier, film ini akan sangat berbeda dari apa yang pernah dilihat penggemar di film superhero sebelumnya. Konsepnya bukan sekadar tim nakal yang melakukan operasi gelap atas perintah pemerintah. Sejak awal, karakter yang merekrut mereka, Valentina Allegra de Fontaine (Contessa Val), punya tujuan yang jauh lebih kelam: dia mengirim mereka untuk saling membunuh. Fokus film ini akan lebih ke perjuangan internal antar anggota tim daripada melawan ancaman eksternal.
Anggota Thunderbolts versi MCU yang sudah dikonfirmasi punya latar belakang yang beragam: Yelena Belova (adik Black Widow), Bucky Barnes (Winter Soldier), John Walker (US Agent, mantan Captain America yang “gila”), Red Guardian (ayah angkat Yelena), Ghost (musuh Ant-Man and the Wasp), dan Taskmaster (dari film Black Widow). Mereka semua adalah karakter yang punya sejarah kelam, beberapa pernah jadi villain atau agen pemerintah yang melakukan tindakan di luar batas, tapi nggak semuanya adalah penjahat yang dipenjara seperti Suicide Squad. Mereka lebih ke black ops agents atau individu berbahaya yang dimanfaatkan.
Dengan fokus pada konflik internal dan tujuan Val yang ingin mereka saling menghabisi, ini memberikan dinamika yang unik. Mereka dipaksa bekerja sama, tapi dengan motif tersembunyi dan potensi pengkhianatan yang tinggi di antara mereka sendiri.
Intip sedikit soal para pemeran yang akan tampil di film Thunderbolts:
Meet The MCU’s Thunderbolts (Ini video kompilasi dari cast announcement, bukan trailer resmi)
Duel Konsep: Apa Bedanya Mereka?¶
Setelah melihat latar belakangnya, jelas kan kalau Thunderbolts dan Suicide Squad itu beda banget di akarnya.
Filosofi Pembentukan Tim¶
Suicide Squad: Dibentuk karena kebutuhan pemerintah untuk misi-misi kotor yang nggak ada pahlawan mau lakukan. Anggotanya adalah asset yang disposable (bisa dibuang) dan dikontrol dengan ancaman kematian. Mereka dipaksa gabung.
Thunderbolts: Awalnya dibentuk karena ambisi supervillain (Zemo) untuk menipu dunia dan menaklukkannya. Versi-versi selanjutnya bisa karena rehabilitasi, operasi pemerintah, atau tim brutal independen. Motifnya lebih bervariasi, mulai dari penipuan, penebusan, hingga kekerasan murni. Nggak semua anggota dipenjara atau dipaksa, beberapa bergabung karena alasan lain (seperti Red Hulk yang ingin membentuk tim preman supernya sendiri).
Motivasi Anggota dan Kepemimpinan¶
Suicide Squad: Motivasi utama anggota adalah bertahan hidup dan mendapat pengurangan hukuman. Mereka nggak punya loyalitas satu sama lain, seringkali siap mengkhianati demi keselamatan sendiri. Kepemimpinan ada di tangan tokoh otoriter dari luar (Amanda Waller) dan satu anggota tim yang ditunjuk (biasanya Rick Flag) untuk memastikan misi jalan dan anggota patuh. Kontrolnya sangat ketat dan berbasis ancaman.
Thunderbolts: Motivasi anggota sangat beragam tergantung versi. Ada yang ingin menebus dosa, ada yang menikmati kekerasan, ada yang cuma ingin tempat berlindung, ada yang masih punya agenda jahat. Kepemimpinan juga bervariasi, mulai dari supervillain (Zemo) yang licik, mantan pahlawan (Hawkeye, Luke Cage), sampai sosok militer yang brutal (Red Hulk). Dinamika tim bisa sangat rusak dan penuh konflik internal, terutama di versi yang isinya penjahat murni.
Tingkat Keganasan dan Misi Mereka¶
Ini pertanyaan yang menarik: Siapa yang lebih ganas?
Secara definisi dan konsep, Suicide Squad mungkin terlihat lebih ganas karena misi mereka memang dirancang sebagai misi bunuh diri dan anggotanya adalah penjahat yang sudah nggak punya hati nurani (kebanyakan). Tingkat kekerasan dan kematian di tim ini sangat tinggi. Misi mereka biasanya adalah infiltrasi, sabotase, atau eliminasi target yang dianggap terlalu berbahaya untuk ditangani cara normal.
Tapi, Thunderbolts juga bisa sangat ganas, tergantung versinya. Thunderbolts versi Masters of Evil itu ganas dalam hal penipuan berskala besar dan rencana jahat tersembunyi. Thunderbolts versi Red Hulk itu ganas dalam hal kekuatan destruktif dan brutalitas tanpa ampun. Tim versi Civil War itu ganas karena mereka adalah penegak hukum yang diberi wewenang melakukan apa pun. Versi MCU dengan twist saling membunuh juga menunjukkan keganasan internal yang berbeda.
Mungkin bisa dibilang:
- Suicide Squad: Ganas karena situasi (misi mematikan, kontrol kejam) dan komposisi (kebanyakan penjahat murni yang nggak peduli nyawa). Keganasan mereka adalah respons terhadap paksaan dan sifat asli mereka.
- Thunderbolts: Keganasan mereka lebih bervariasi, bisa dari rencana (penipuan Zemo), komposisi (tim Red Hulk yang isinya brutal), atau dinamika internal (versi MCU yang saling curiga dan ingin saling membunuh). Keganasan mereka bisa lebih strategis, politis, atau murni brutal.
Berikut tabel perbandingan singkat:
| Aspek | Suicide Squad (DC) | Thunderbolts (Marvel) |
|---|---|---|
| Konsep Awal | Penjahat dipaksa jalankan misi berbahaya | Villain berpura-pura jadi pahlawan |
| Motivasi Tim | Pengurangan hukuman, bertahan hidup | Penipuan, rehabilitasi, operasi gelap |
| Kepemimpinan | Amanda Waller (dari luar), Rick Flag | Baron Zemo, Hawkeye, Red Hulk, dll. |
| Status Anggota | Kebanyakan tahanan/penjahat | Beragam: villain, anti-hero, agen rahasia |
| Kontrol | Ketat, ancaman peledak | Bervariasi, tergantung pemimpin/versi |
| Fokus Film | Misi mematikan, tim disposable | Konflik internal, misi rahasia (?) |
Siapa yang Lebih Ganas? Analisis Akhir¶
Kalau bicara brutalitas dan angka kematian yang diharapkan, Suicide Squad sepertinya lebih unggul dalam keganasan misi mereka. Premisnya saja sudah “bunuh diri”. Anggota mereka dilempar ke situasi paling mematikan dengan harapan minim untuk kembali utuh.
Namun, kalau bicara potensi bahaya dan kelicikan yang lebih dalam, Thunderbolts bisa jadi lebih menakutkan. Versi Zemo menunjukkan betapa berbahayanya penjahat yang bisa menipu seluruh dunia. Versi Red Hulk menunjukkan kekuatan destruktif yang luar biasa. Dan versi MCU dengan potensi saling bunuh itu menghadirkan keganasan dalam relasi personal dan intrik.
Jadi, sulit menentukan siapa yang “lebih” ganas secara mutlak. Suicide Squad ganas karena mereka adalah alat yang kejam dalam misi yang kejam. Thunderbolts bisa ganas karena sifat asli anggotanya, tujuan tersembunyi mereka, atau dinamika internal yang destruktif. Mungkin bisa dibilang: Suicide Squad itu secara terbuka ganas dan disposable, sementara Thunderbolts bisa secara tersembunyi ganas, politis, dan evolutif.
Film Thunderbolts MCU yang akan datang dengan fokus pada konflik internal dan instruksi untuk saling membunuh bisa jadi akan menampilkan sisi keganasan yang berbeda dari Suicide Squad, yaitu keganasan yang muncul dari paranoia, pengkhianatan, dan trauma masa lalu para karakternya.
Jadi, Gimana Menurut Kalian?¶
Mana yang kalian anggap lebih ganas? Suicide Squad dengan misi bunuh dirinya atau Thunderbolts dengan berbagai versi kejutan dan kelicikannya? Atau mungkin ada karakter spesifik dari kedua tim yang menurut kalian paling ganas?
Yuk, diskusi di kolom komentar!
Posting Komentar