Ramai Soal Kerja Sama dengan Unud, Ini Kata TNI!

Table of Contents

Ramai Soal Kerja Sama dengan Unud, Ini Kata TNI

Kampus Universitas Udayana (Unud) di Bali lagi rame nih diperbincangkan. Gara-garanya, mahasiswa di sana pada protes soal kerja sama kampus mereka dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Protes ini bukan tanpa alasan lho, ternyata mahasiswa merasa ada beberapa pasal dalam perjanjian kerja sama itu yang bikin mereka khawatir. Mereka takut independensi akademik kampus jadi terancam dan prinsip demokrasi di dunia pendidikan tinggi jadi keganggu.

Awal Mula Keramaian: Sidang Akbar Mahasiswa Unud

Semua ini bermula dari Sidang Akbar Mahasiswa Unud yang digelar hari Selasa, 8 April 2025. Sidang ini tuh kayak forum besar gitu, tempat mahasiswa nyampein aspirasi mereka. Nah, di sidang itu, rektorat Unud hadir dan dengerin langsung keluhan dari mahasiswa soal kerja sama dengan TNI ini.

Kerja sama yang dimaksud ini sebenernya udah diteken dari tanggal 5 Maret 2025, tapi baru diumumin ke publik tanggal 26 Maret. Mahasiswa langsung bereaksi dong, mereka merasa ada yang janggal dengan perjanjian ini. Puncaknya ya di Sidang Akbar itu, mereka nuntut rektorat buat batalin aja kerja sama ini.

Presiden Mahasiswa Unud, I Wayan Arma Surya Darmaputra, bilang kalau di surat perjanjian kerja sama itu ada beberapa pasal yang multitafsir. Maksudnya, pasal-pasal itu bisa diinterpretasi macem-macem dan ujung-ujungnya bisa ngerugiin kampus. Itu yang bikin mahasiswa khawatir independensi akademik dan demokrasi di kampus jadi taruhannya.

Dalam sidang yang dihadiri banyak pihak, mulai dari rektorat sampe perwakilan dari 13 fakultas, mahasiswa bener-bener nyuarain keresahan mereka. Diskusi panjang lebar pun terjadi. Akhirnya, ada dua poin penting yang disepakati bersama. Pertama, Unud bakal mengusulkan pembatalan kerja sama dengan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana. Kedua, usulan pembatalan itu bakal diajuin dalam waktu tujuh hari kerja sejak hari kesepakatan. Wah, ini langkah maju nih dari pihak mahasiswa.

Reaksi TNI: Santai Aja Kalau Mau Dibatalkan

Menanggapi hasil Sidang Akbar mahasiswa Unud, TNI ternyata nggak keberatan lho kalau kerja sama ini ujung-ujungnya dibatalin. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi, bilang institusinya santai aja.

“Nggak ada masalah,” kata Brigjen Kristomei waktu ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, hari Rabu, 9 April 2025. “Kerja sama itu kan antara dua pihak, rektorat sama TNI. Kalau salah satu pihak nggak setuju, ya nggak jadi kerja sama dong.” Tuh kan, TNI sendiri juga fleksibel ternyata.

Brigjen Kristomei juga ngejelasin kalau kerja sama antara TNI dan Unud ini sebenernya cuma fokus di bidang penguatan nilai-nilai kebangsaan. TNI nggak ada niatan buat masuk terlalu dalam apalagi sampe nyebarin doktrin-doktrin militer ke mahasiswa. Justru, kata beliau, kerja sama ini biasanya malah muncul karena ada permintaan dari pihak kampus.

“Pasti ada pertimbangan dari rektorat, kenapa minta TNI buat bantu pembinaan mahasiswanya,” lanjut Brigjen Kristomei. “Pasti tujuannya buat wawasan kebangsaan, bela negara, kedisiplinan, geopolitik, sama gimana TNI berperan di negara demokrasi. Kan itu intinya.”

Meskipun ada penolakan dari Unud, TNI tetep terbuka buat kerja sama dengan perguruan tinggi lain yang pengen fokus di penguatan nilai-nilai kebangsaan. Jadi, pintu kerja sama TNI sama kampus lain masih lebar terbuka nih.

Sikap BEM Unud: Kawal Terus Pembatalan!

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud juga nggak mau ketinggalan. Ketua BEM Unud, I Wayan Arma Surya Darmaputra, menegaskan mereka bakal ngawal terus komitmen rektorat buat batalin kerja sama dengan TNI AD ini. Mereka nggak mau rektorat cuma janji-janji doang, tapi nggak ada tindakan nyata.

Ada dua poin utama yang jadi tuntutan BEM Unud dalam pertemuan sama Rektor Unud. Pertama, ya itu tadi, minta Rektor Unud buat batalin atau cabut perjanjian kerja sama kampus dengan Kodam IX/Udayana. Kedua, mereka juga mendesak Unud buat nyuarain pencabutan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Tinggi dan TNI yang ada di pusat. MoU ini udah ada sejak tahun 2023 lho.

Wayan Arma bilang, dari semua klausul perjanjian kerja sama ini, mereka merasa Unud lebih banyak dirugiin. “Kita merasa Universitas Udayana dijadikan sebagai pelaksana, bukan penerima manfaat,” ujarnya. “Di luar substansi bela negara, karpet merah untuk Kodam dan hal-hal lain ini sungguh merugikan Universitas Udayana.” Wah, BEM Unud bener-bener vokal nih dalam menyuarakan kepentingan mahasiswa.

Wayan Arma juga ngasih ultimatum. Kalau dalam tujuh hari ke depan surat pembatalan kerja sama belum diajuin ke Kodam Udayana, BEM Unud bakal melakukan perlawanan. Perlawanan ini bisa lewat jalur hukum (litigasi) atau jalur non-hukum (non-litigasi). Serius juga nih ancaman dari BEM Unud.

Isi Kerja Sama yang Jadi Polemik

Sebenernya, kerja sama antara Unud dan Kodam IX/Udayana ini isinya apa aja sih sampe bikin mahasiswa protes? Ternyata, kerja sama ini mencakup beberapa poin penting:

  1. Kuliah umum dari tokoh TNI tentang kebangsaan. Ini mungkin yang jadi salah satu poin kekhawatiran mahasiswa, takut ada indoktrinasi atau pemaksaan ideologi.
  2. Pelatihan bela negara yang sifatnya non-militeristik. Meskipun non-militeristik, tetep aja ada unsur TNI di dalamnya, yang mungkin dianggap mahasiswa kurang relevan dengan dunia akademik.
  3. Program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna. Nah, kalau ini sih sebenernya poin yang positif ya, bisa bermanfaat buat masyarakat.
  4. Peningkatan kapasitas SDM prajurit aktif lewat akses program S-1, S-2, dan S-3 di Unud. Ini juga bisa jadi poin yang positif, memberikan kesempatan pendidikan lebih tinggi buat anggota TNI.

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Agung Udayana, menegaskan kalau kerja sama ini bukan bentuk militerisme atau intervensi ke kegiatan kampus. Tapi, lebih ke kerja sama bidang pembinaan wawasan kebangsaan. Beliau juga bilang perjanjian ini adalah tindak lanjut dari MoU antara Kemendikbudristek dan TNI tahun 2023. Fokusnya buat penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif.

Tabel Rangkuman Poin Kerja Sama Unud - Kodam IX/Udayana

Bidang Kerja Sama Deskripsi Potensi Masalah (Perspektif Mahasiswa)
Kuliah Umum Kebangsaan Tokoh TNI memberikan kuliah umum tentang kebangsaan di Unud. Indoktrinasi, pemaksaan ideologi, kurang relevan dengan akademik.
Pelatihan Bela Negara Non-Militeristik Pelatihan bela negara untuk mahasiswa Unud, tidak bersifat militeristik. Keterlibatan TNI di kampus, potensi militerisasi kampus.
Pengabdian Masyarakat Program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna. Mungkin kurang fokus pada isu akademik dan kebebasan berekspresi.
Peningkatan Kapasitas SDM Prajurit Akses program S-1, S-2, S-3 di Unud untuk prajurit aktif. Penggunaan sumber daya kampus untuk kepentingan eksternal.


Kesimpulannya, polemik kerja sama antara Unud dan TNI ini cukup menarik perhatian banyak pihak. Mahasiswa sebagai pihak yang paling terdampak langsung menyuarakan keresahan mereka dan menuntut pembatalan kerja sama. TNI sendiri terlihat fleksibel dan nggak keberatan kalau kerja sama ini dibatalkan. Sekarang, tinggal kita tunggu aja gimana kelanjutan dari usulan pembatalan yang diajuin pihak Unud. Apakah kerja sama ini beneran bakal batal atau ada jalan tengah lain? Yang pasti, suara mahasiswa udah didengar dan jadi pertimbangan penting dalam masalah ini.

Gimana pendapat kalian soal kerja sama kampus dengan TNI ini? Setuju nggak kalau kerja sama ini dilanjutin atau lebih baik dibatalin aja? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Posting Komentar