Profesor Kehormatan Kampus Muhammadiyah? Haedar Nashir Ingatkan Soal Marwah!

Table of Contents

Profesor Kehormatan Kampus Muhammadiyah? Haedar Nashir Ingatkan Soal Marwah!

PURWOKERTO, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bapak Haedar Nashir, baru-baru ini memberikan penegasan penting terkait gelar profesor kehormatan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Beliau mengingatkan agar PTMA tidak gegabah dalam memberikan gelar tersebut. Pesan ini disampaikan langsung dalam acara pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Jebul Suroso di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Pentingnya Kualitas Guru Besar bagi PTMA

Dalam sambutannya di acara pengukuhan Prof. Jebul Suroso, Bapak Haedar menekankan betapa krusialnya peningkatan jumlah guru besar di PTMA. Penambahan guru besar ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi kualitas pendidikan dan peran strategis PTMA di kancah pendidikan tinggi Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan guru besar bukan hanya sekadar memenuhi standar akreditasi institusi, tetapi lebih jauh lagi, harus mampu meningkatkan kualitas PTMA secara menyeluruh.

Peningkatan kualitas ini, menurut Bapak Haedar, harus tercermin dalam berbagai aspek. Mulai dari peningkatan mutu pengajaran, penelitian yang inovatif dan berdampak, hingga pengabdian masyarakat yang nyata. Beliau juga menyoroti pentingnya peran PTMA dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut serta dalam membangun peradaban yang lebih baik. Dengan kata lain, guru besar di PTMA diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan institusi dan memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat luas.

Jangan Asal Beri Gelar Profesor Kehormatan!

Di tengah semangat untuk meningkatkan jumlah guru besar, Bapak Haedar justru memberikan peringatan yang cukup keras. Beliau meminta agar PTMA tidak latah atau ikut-ikutan dalam memberikan gelar profesor kehormatan secara sembarangan. Menurut beliau, pemberian gelar profesor kehormatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif.

Beliau menegaskan bahwa gelar profesor itu bukanlah sekadar gelar seremonial atau penghargaan simbolis. Profesor adalah jabatan akademik yang melekat pada profesi dan institusi. Oleh karena itu, pemberian gelar profesor kehormatan secara serampangan dapat merusak marwah dan kekuatan PTMA. Pesan ini bahkan beliau sampaikan sebagai “perintah Ketua Umum,” meskipun belum ada surat keputusan resmi, menunjukkan betapa seriusnya isu ini bagi Muhammadiyah.

Pentingnya menjaga marwah PTMA ini sangat ditekankan oleh Bapak Haedar. Beliau tidak ingin PTMA terjebak dalam tren yang kurang sehat dalam dunia pendidikan tinggi, di mana gelar kehormatan terkadang diberikan dengan mudah tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini bisa berdampak negatif pada citra dan kualitas PTMA secara keseluruhan.

Apresiasi untuk Fakultas Kedokteran PTMA

Di sisi lain, Bapak Haedar juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada PTMA atas capaian yang membanggakan, terutama dalam bidang kedokteran. Beliau menyebutkan bahwa saat ini PTMA memiliki 20 fakultas kedokteran yang telah terakreditasi unggul. Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa dan patut disyukuri.

Namun, beliau juga mengingatkan bahwa keunggulan dalam jumlah dan akreditasi ini harus sejalan dengan keunggulan kualitatif dalam pelaksanaan caturdharma perguruan tinggi. Caturdharma perguruan tinggi adalah empat pilar utama yang menjadi landasanTri Dharma Perguruan Tinggi, ditambah dengan pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan PTMA. Keempat dharma tersebut adalah:

  1. Pendidikan: Menyelenggarakan pendidikan berkualitas tinggi yang menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.
  2. Penelitian: Melakukan penelitian yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat manusia.
  3. Pengabdian Masyarakat: Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan: Menginternalisasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam seluruh aspek kegiatan PTMA.


Caturdharma PTMA Penjelasan
Pendidikan Fokus pada penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan dengan kebutuhan zaman, dan menghasilkan lulusan yang siap kerja serta memiliki karakter yang kuat.
Penelitian Mendorong dan memfasilitasi kegiatan penelitian yang menghasilkan inovasi, penemuan baru, dan solusi bagi permasalahan masyarakat. Hasil penelitian diharapkan dapat dipublikasikan dan diimplementasikan.
Pengabdian Masyarakat MewujudkanTri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak positif. PTMA diharapkan aktif terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan membantu memecahkan permasalahan sosial.
Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kurikulum, kegiatan kampus, dan kehidupan sivitas akademika. PTMA memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dan mengembangkan pemikiran Kemuhammadiyahan yang berkemajuan.


Bapak Haedar berharap bahwa keunggulan PTMA dalam bidang kedokteran ini dapat menjadi contoh bagi bidang-bidang lain di PTMA. Beliau menekankan bahwa semua program studi dan fakultas di PTMA harus terus berupaya meningkatkan kualitasnya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Momentum Pengukuhan Prof. Jebul Suroso

Pengukuhan Prof. Jebul Suroso sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Keperawatan di UMP menjadi momentum penting bagi UMP dan seluruh PTMA. Bapak Haedar berharap bahwa bertambahnya guru besar seperti Prof. Jebul akan semakin memperkuat posisi PTMA sebagai institusi pendidikan yang unggul dan berintegritas. Guru besar diharapkan menjadi teladan dalam dunia akademik nasional dan memberikan inspirasi bagi generasi muda.

Acara pengukuhan ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari sivitas akademika UMP, tamu undangan dari berbagai universitas, hingga perwakilan dari organisasi masyarakat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap UMP dan Muhammadiyah atas komitmennya dalam menjaga kualitas dan marwah pendidikan tinggi. Semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menjaga integritas akademik inilah yang diharapkan terus membara di lingkungan PTMA.

Bagaimana pendapatmu tentang pentingnya menjaga marwah gelar profesor di perguruan tinggi? Yuk, berikan komentarmu di bawah!

Posting Komentar