Mitos atau Fakta? 3 Nastar = Sepiring Nasi? Cek Kata Dokter!

Table of Contents

Mitos atau Fakta? 3 Nastar = Sepiring Nasi? Cek Kata Dokter!

Nastar, siapa sih yang nggak kenal kue kering satu ini? Apalagi kalau lagi Lebaran, nastar pasti selalu hadir di meja tamu. Kue bulat kecil dengan isian selai nanas ini memang jadi favorit banyak orang Indonesia. Rasanya yang manis dan gurih bikin nagih, apalagi teksturnya yang lembut di mulut. Bikin susah berhenti ngemil deh pokoknya!

Nggak heran kalau nastar selalu jadi incaran. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, semua suka. Bahan-bahannya juga sederhana, ada tepung terigu, margarin, gula, dan tentu saja selai nanas yang bikin khas. Kadang ada juga yang menambahkan topping biar makin menarik, misalnya keju parut atau kelapa kering. Kreatif banget ya!

Tapi, di balik kelezatannya, nastar ini sering dianggap sebagai camilan yang jahat. Banyak yang bilang kalau nastar itu tinggi kalori, jadi harus dibatasi makannya. Bahkan, sempat viral di TikTok nih, ada yang bilang kalau 3 buah nastar kalorinya sama dengan sepiring nasi! Wah, beneran nggak ya?

Sampai ada tuh komentar dari salah satu pengguna TikTok, “Kata orang 3 keping nastar = sepiring nasi. Gue yang kalau produksi nyomot mulu, berarti kek abis sedandang nasi ya,” tulis akun @yol*. Duh, kalau beneran kayak gitu, ngeri juga ya kalau kebanyakan makan nastar pas Lebaran.

Nah, biar nggak penasaran dan nggak salah paham, yuk kita cari tahu faktanya! Bener nggak sih mitos 3 nastar setara dengan sepiring nasi itu? Kita simak penjelasan dari dokter gizi, biar lebih jelas dan terpercaya.

Kalori Nastar: Lebih Tinggi dari yang Dibayangkan?

Kalori Nastar

Dokter Gizi Klinik dari MRCC Siloam Hospitals, dr. Inge Permadhi, kasih tahu nih kalau kalori dalam nastar itu sebenarnya tergantung sama resep yang dipakai. Setiap resep bisa beda-beda, jadi kalorinya juga bisa sedikit berbeda. Tapi, sebagai patokan, kita bisa lihat data dari FatSecret. Menurut FatSecret, 1 buah nastar itu bisa mengandung sekitar 75 kalori. Lumayan juga ya!

Kalau 1 nastar 75 kalori, berarti kalau kita makan 3 nastar, totalnya jadi 75 kalori dikali 3, yaitu 225 kalori. Nah, sekarang kita bandingkan sama nasi. Berapa sih kalori sepiring nasi?

Menurut FatSecret juga, 100 gram nasi atau sekitar 5-6 sendok makan itu kalorinya sekitar 129 kalori. Kalau sepiring nasi yang sudah matang, kalorinya bisa sampai 204 kalori. Ini juga perkiraan ya, tergantung ukuran piring dan banyaknya nasi.

Kalau kita bandingkan, ternyata 225 kalori dari 3 nastar itu hampir setara atau bahkan bisa lebih tinggi dari sepiring nasi yang kalorinya sekitar 204 kalori! Jadi, mitos yang bilang 3 nastar sama dengan sepiring nasi itu ada benarnya juga ya. Nggak heran kalau banyak yang kaget dan mulai mikir-mikir lagi buat makan nastar banyak-banyak.

Dokter Inge juga menambahkan, kalau seseorang seharian makan nastar terus tanpa makan makanan lain, kebutuhan kalorinya bisa saja sudah tercukupi. Apalagi kalau kebutuhan kalori hariannya sekitar 2.000 kalori. Wah, ternyata nastar ini cukup mengenyangkan juga ya, meskipun kecil-kecil.

Penting untuk diingat: Angka kalori ini adalah perkiraan dan bisa berbeda tergantung pada ukuran nastar, resep, dan bahan-bahan yang digunakan. Tapi, intinya, nastar memang termasuk camilan yang padat kalori.

Nastar: Tinggi Kalori, Tapi Minim Gizi?

Ilustrasi Nastar dan Makanan Bergizi

Meskipun kalorinya lumayan tinggi dan bisa bikin kenyang, nastar ternyata nggak punya kandungan gizi yang seimbang. Dokter Inge menjelaskan, nastar itu justru tinggi lemak dan gula. Padahal, tubuh kita butuh asupan gizi yang seimbang setiap hari, bukan cuma kalori aja.

Idealnya, dalam sehari, kita harus memenuhi kebutuhan kalori dengan makanan yang bergizi seimbang. Komposisinya harus pas, karbohidrat sekitar 50-60 persen, lemak kurang dari 30 persen, dan protein sekitar 10-15 persen. Nah, kalau kebanyakan makan nastar, komposisi gizi ini bisa jadi nggak seimbang.

Nastar memang enak dan jadi tradisi Lebaran, tapi kalau terlalu banyak makan, kita jadi kekurangan asupan gizi penting lainnya. Tubuh kita butuh vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain yang nggak banyak terkandung dalam nastar.

Dokter Inge menyarankan, untuk mengatur asupan kalori harian, sebaiknya kita bagi-bagi ke dalam makanan utama dan camilan. Jangan sampai semua kalori cuma didapatkan dari nastar aja. Misalnya, untuk kebutuhan 2.000 kalori per hari, pembagiannya bisa seperti ini:

  • Sarapan: 20 persen (400 kalori)
  • Snack Pagi: 10 persen (200 kalori)
  • Makan Siang: 30 persen (600 kalori)
  • Snack Sore: 10 persen (200 kalori)
  • Makan Malam: 20 persen (400 kalori)
  • Snack Malam: 10 persen (200 kalori)

Dengan pembagian seperti ini, kita bisa lebih mudah mengatur asupan kalori dan gizi sepanjang hari. Jadi, kalau mau makan nastar, boleh aja, tapi jangan terlalu banyak dan tetap perhatikan makanan utama yang lebih bergizi.

Dokter Inge juga mengingatkan, kita perlu mempertimbangkan komposisi zat gizi secara keseluruhan, nggak cuma kalori aja. Nastar memang enak, tapi karena tinggi lemak dan gula, sebaiknya jangan dikonsumsi berlebihan.

Efek Kebanyakan Makan Nastar: Berat Badan Naik!

Ilustrasi Orang Kegemukan karena Makan Nastar

Setiap orang punya kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, tinggi badan, berat badan, dan faktor lainnya. Jadi, batasan maksimal makan nastar setiap orang juga nggak sama.

Tapi yang pasti, kalau kita makan nastar terlalu banyak sampai melebihi kebutuhan kalori harian, efeknya bisa ke berat badan. Dokter Inge bilang, kelebihan kalori dari makanan yang kita konsumsi akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Nah, kalau terus-terusan kelebihan kalori, lama-lama bisa jadi kegemukan.

“Setiap total kalori yang melebihi kebutuhan tubuh, yang dikonsumsi, akan menyebabkan kalori tersebut ditumpuk dalam bentuk lemak,” jelas Dokter Inge. Jadi, makan nastar boleh, tapi jangan sampai kebablasan ya.

Selain nastar, kue kering Lebaran lain juga perlu diperhatikan kalorinya. Jangan mentang-mentang kecil terus dimakan banyak-banyak. Semua kue kering, apalagi yang manis dan gurih, biasanya tinggi kalori juga.

Biar lebih jelas, ini daftar kalori beberapa kue kering Lebaran yang dikutip dari Kompas.com (2022):

Nama Kue Kering Kalori per Butir
Nastar 75 kalori
Putri Salju 22,5 kalori
Lidah Kucing 18 kalori
Kastangel 20,3 kalori

Dari tabel ini, kita bisa lihat kalau nastar memang paling tinggi kalorinya dibandingkan kue kering lain. Putri salju, lidah kucing, dan kastangel kalorinya lebih rendah. Tapi, tetap aja, kalau makan banyak, kalorinya bisa numpuk juga.

Tips: Nikmati nastar dan kue kering Lebaran lainnya secukupnya aja. Jangan sampai kalap dan lupa diri. Ingat, kesehatan lebih penting daripada kenikmatan sesaat.

Kesimpulan: Nikmati Nastar Secukupnya, Jaga Keseimbangan Gizi!

Ilustrasi Nastar dan Buah-buahan

Jadi, terjawab sudah ya mitos tentang 3 nastar setara sepiring nasi. Ternyata, faktanya memang hampir sama, bahkan bisa lebih tinggi kalorinya. Nastar memang enak dan identik dengan Lebaran, tapi kita juga harus bijak dalam mengonsumsinya.

Nggak ada larangan untuk makan nastar, tapi ingat, jangan berlebihan. Perhatikan juga asupan gizi seimbang setiap hari. Jangan sampai kalori harian cuma dipenuhi dari nastar aja, sementara kebutuhan gizi lain jadi terabaikan.

Lebih baik, imbangi makan nastar dengan makanan bergizi lainnya, seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks. Jangan lupa juga untuk tetap aktif bergerak dan olahraga biar kalori yang masuk bisa terbakar.

Selamat menikmati Lebaran dengan nastar dan kue kering lainnya, tapi tetap jaga kesehatan ya!

Gimana menurut kamu? Lebih suka nastar atau kue kering Lebaran lainnya? Atau punya tips lain buat tetap sehat selama Lebaran? Yuk, share di kolom komentar!

Posting Komentar