Kenangan Musik di Peti Jenazah Ricky Seringai: Penuh Stiker Band Favorit!
Kepergian Ricky Siahaan memang menyisakan luka yang dalam. Bukan cuma buat kawan-kawan di Seringai, tapi juga buat keluarga tercinta, para sahabat, dan seluruh penikmat musik di tanah air. Bayangin aja, sosok yang biasanya enerjik di atas panggung, mendadak dipanggil pulang ke pangkuan Tuhan. Rasanya kayak ada bagian dari skena musik kita yang mendadak kosong. Banyak banget yang datang ke rumah duka, ngasih penghormatan terakhir buat gitaris Seringai yang satu ini. Ada Raisa, penyanyi bersuara merdu itu. Ada juga Dochi Sadega dari Pee Wee Gaskins, dan Ridho Slank yang gitaris legendaris itu. Mereka semua datang menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan betapa baiknya Ricky di mata mereka. Suasana haru campur kenangan pasti terasa banget di sana.
Ada satu momen yang paling menarik perhatian dan viral banget di media sosial, lho. Itu lho, foto atau video yang nunjukkin peti jenazah Ricky Siahaan ditempeli stiker-stiker band. Iya, stiker! Di peti jenazah yang biasanya kelihatan sakral dan “dingin”, ini malah jadi semacam kanvas buat ekspresi cinta dan penghormatan lewat musik. Pemandangan ini bener-bener beda dan langsung bikin banyak orang terenyuh sekaligus kagum. Kok bisa kepikiran, ya? Ternyata, ide unik dan nyentrik ini datang dari Arian, vokalis Seringai sendiri. Inisiatif ini tentu saja nggak sembarangan. Arian ngajuin ide ini ke istri dan keluarga Ricky, dan syukurnya, mereka setuju. Bayangin aja, di tengah suasana duka yang mencekam, ada ide seunik ini yang justru ngasih warna dan menggambarkan banget siapa almarhum semasa hidup.
Stiker-stiker itu Bukan Sembarang Stiker, tapi Penuh Makna¶
Stiker-stiker yang nempel di peti jenazah berwarna putih itu bukan asal tempel. Ini bukan kayak nempelin stiker di buku catatan atau laptop sembarangan. Setiap stiker yang dipilih punya arti khusus. Menurut Wendi Putranto, manajer Seringai, stiker-stiker itu adalah representasi dari band-band favorit almarhum Ricky Siahaan. Baik itu band-band dari luar negeri yang mungkin udah jadi panutan sejak lama, maupun band-band dari dalam negeri yang jadi teman seperjuangan atau bahkan inspirasi buat Ricky. Jadi, peti jenazah itu kayak semacam “playlist visual” atau “museum mini” yang menunjukkan selera musik dan kecintaan Ricky pada musik ekstrem, punk, hardcore, dan genre-genre lainnya.
“Semua yang ditempel itu stiker band-band favorit almarhum, baik band internasional maupun band dalam negeri,” jelas Wendi. Ia menambahkan kalau ada banyak banget band yang disukai Ricky. Buat yang penasaran, bisa coba cek satu per satu stiker yang nempel di peti itu. Dari situ aja udah bisa kebaca, selera musik Ricky itu seberapa luas dan seberapa dalam cintanya sama musik. Ini cara yang nggak biasa, tapi bener-bener personal dan mewakili banget sosok Ricky yang kita kenal selama ini. Sosok yang hidupnya lekat banget sama musik, dari manggung sampai di kesehariannya.
Daftar band yang stikernya nempel di peti jenazah itu cukup panjang dan variatif. Ada nama-nama besar dari skena internasional yang mungkin udah jadi legenda di genre mereka masing-masing. Sebut aja The Smashing Pumpkins, band rock alternatif yang punya sound khas dan lirik puitis. Terus ada nama-nama band punk rock legendaris kayak Dead Kennedys, Misfits, Fugazi, Minor Threat, Bad Brains, dan Black Flag. Band-band ini bukan cuma sekadar musik, tapi juga punya sejarah panjang dan pengaruh besar di skena punk/hardcore dunia. Mereka dikenal dengan lirik-lirik yang vokal, energi yang meledak-ledak, dan semangat independen yang kuat. Pas banget sama image Seringai yang juga punya semangat perlawanan dan lirik yang kritis.
Tentu aja nggak ketinggalan stiker Seringai sendiri, band yang dibesarkan bersama Ricky dan Arian. Ada juga Stepforward, band hardcore asal Jakarta yang juga punya nama di skena. Menariknya, ada juga band-band dari dalam negeri yang mungkin beda genre sama Seringai tapi tetap jadi favorit Ricky. Ada Efek Rumah Kaca, band pop/rock melankolis yang liriknya dalem banget. Ada Totalitar, band hardcore punk dari Swedia tapi punya basis penggemar kuat di Indonesia, mungkin Ricky suka juga band dari genre yang sama tapi beda negara. Ada Derai, band yang mungkin lebih baru tapi disukai Ricky. Ada Hindia, proyek solo Baskara Putra yang belakangan naik daun dengan lirik-lirik yang relevan sama anak muda.
Dan yang paling bikin banyak orang kaget, ada juga stiker Raisa! Iya, Raisa yang penyanyi pop itu. Ini menunjukkan betapa terbukanya Ricky terhadap berbagai jenis musik, nggak melulu terpaku sama genre yang dia mainkan atau dikenal. Ini juga bukti kalau pertemanan dan apresiasi itu bisa lintas genre. Raisa sendiri, yang datang melayat ke rumah duka, cerita kalau dia juga ikut menempelkan stikernya di peti jenazah. “Sempat dong (tempel stiker). Tadi nggak dibawa, tapi dibawain sama Boim (tim Juni Record). Ada pasang stiker Raisa Seringai di peti,” kata Raisa Andriana usai melayat di rumah duka Sentosa, Jakarta Pusat. Kebayang kan, gimana momen itu? Seorang penyanyi pop menempelkan stiker bandnya di peti jenazah gitaris band metal/hardcore. Ini potret betapa indahnya keberagaman dalam dunia musik kita, dan betapa kuatnya ikatan pertemanan di antara para musisi.
Lebih Dekat dengan Band-band Favorit Ricky¶
Melihat deretan nama band di stiker itu, kita bisa sedikit banyak membayangkan perjalanan musik Ricky Siahaan. Band-band punk legendaris seperti Dead Kennedys, Misfits, Fugazi, Minor Threat, Bad Brains, dan Black Flag adalah pionir-pionir yang membentuk fondasi musik punk dan hardcore seperti yang kita kenal sekarang. Mereka nggak cuma soal musik yang cepat dan bising, tapi juga soal semangat DIY (Do It Yourself), lirik yang politis dan sosial, serta penolakan terhadap kemapanan. Pengaruh band-band ini pasti meresap ke dalam riff-riff gitar Ricky di Seringai, atau setidaknya membentuk attitude dan pandangan dunianya sebagai musisi dan pribadi. Bayangin aja, mungkin sejak muda, Ricky udah teriak-teriak ikut nyanyiin lagu “Holiday in Cambodia” (Dead Kennedys) atau “Rise Above” (Black Flag).
Keberadaan The Smashing Pumpkins juga menarik. Band ini dikenal dengan sound gitar yang tebal, melodi yang indah tapi terkadang gelap, dan eksperimentasi musik yang unik. Ini menunjukkan sisi lain dari selera musik Ricky yang mungkin lebih luas dari sekadar hardcore atau metal. Mungkin dia juga suka sama sound gitar yang lebih berlapis atau lirik yang lebih introspektif, seperti yang ditawarkan Billy Corgan dan kawan-kawan.
Sementara itu, kehadiran band-band lokal seperti Efek Rumah Kaca, Derai, Hindia, dan tentu saja Seringai dan Stepforward, menggambarkan koneksi Ricky dengan skena musik Indonesia. Seringai adalah rumahnya, tempat dia berkarya dan menuangkan energinya. Stepforward mewakili akar hardcore-nya di skena lokal. Efek Rumah Kaca dan Hindia, meski beda genre, menunjukkan bahwa apresiasi musik itu nggak terbatas. Mungkin dia suka lirik-lirik Cholil Mahmud atau Baskara Putra, atau sekadar suka karya-karya mereka sebagai sesama musisi Indonesia. Stiker-stiker ini bukan cuma lambang band, tapi cerita tentang pengaruh, pertemanan, dan perjalanan hidup Ricky yang dipenuhi musik.
Makna di Balik Sebuah Tribute Unik¶
Tribute menempelkan stiker band favorit di peti jenazah ini adalah cara yang luar biasa untuk mengenang Ricky. Ini menunjukkan betapa sentralnya musik dalam kehidupannya. Peti itu bukan hanya wadah terakhir raganya, tapi juga simbol dari jiwa musiknya yang akan selalu hidup. Ini adalah penghormatan yang tulus dan personal dari orang-orang terdekatnya, terutama Arian, yang mungkin paling paham seberapa besar cinta Ricky pada band-band ini.
Dalam banyak budaya, peti jenazah seringkali dihias atau diberi ornamen yang melambangkan identitas atau kepercayaan orang yang meninggal. Namun, menempelkan stiker band di peti jenazah adalah sesuatu yang relatif nggak umum, terutama di Indonesia. Ini memecah kebekuan tradisi dan menunjukkan bahwa prosesi terakhir pun bisa diwarnai dengan cara yang personal dan nyentrik, sesuai dengan kepribadian almarhum yang mungkin juga nggak biasa-biasa aja. Ricky Siahaan dikenal sebagai sosok yang punya karakter kuat, jujur, dan pastinya punya selera musik yang cadas tapi juga luas. Tribute ini perfectly captured that essence.
Ini juga semacam statement dari komunitas musik. Bahwa musik itu lebih dari sekadar hiburan atau profesi. Musik itu adalah bagian dari identitas, gaya hidup, dan bahkan spiritualitas. Lewat stiker-stiker itu, teman-teman dan keluarga Ricky seolah ingin bilang, “Ini lho, Ricky. Dia adalah musiknya, dan musik adalah dia.” Ini cara untuk memastikan bahwa bahkan di peristirahatannya yang terakhir, Ricky dikelilingi oleh “teman-teman musik” yang dia cintai sepanjang hidupnya.
Ricky Siahaan: Gitaris yang Lebih dari Sekadar Musisi¶
Ricky Siahaan bukan cuma gitaris Seringai. Dia adalah sosok penting di skena musik cadas Indonesia. Bersama Arian dan personel lainnya, dia membawa Seringai jadi salah satu band metal/hardcore paling berpengaruh dan dihormati di tanah air. Musik Seringai dikenal ganas, liriknya tajam dan kritis, dan penampilan panggung mereka selalu penuh energi. Ricky dengan riff-riff gitarnya yang berat dan powerful adalah tulang punggung sound Seringai yang khas.
Tapi lebih dari itu, Ricky juga dikenal sebagai sosok yang vokal dan punya prinsip. Dia seringkali menyuarakan pendapatnya tentang berbagai isu, baik itu musik, sosial, maupun politik. Dia adalah contoh musisi yang nggak cuma jago main alat musik, tapi juga punya awareness dan keberanian untuk bicara. Semangat punk dan hardcore yang diwakili oleh stiker-stiker di petinya, sepertinya memang benar-benar melekat dalam dirinya.
Kehilangan Ricky ini tentu pukulan berat buat Seringai. Mereka baru aja manggung di Tokyo, Jepang, sebelum musibah ini terjadi. Kabar meninggalnya Ricky bikin kaget banyak orang. Dia kolaps setelah turun panggung di Tokyo dan sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya nggak tertolong. Penyebabnya adalah serangan jantung. Ini ternyata bukan serangan jantung pertama buat Ricky. Ia pernah mengalami serangan jantung pertama pada tahun 2014 dan sudah menjalani operasi pemasangan dua ring. Musibah ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi para musisi yang jadwalnya padat dan energinya terkuras di panggung.
Rencananya, jenazah Ricky Siahaan akan dimakamkan di San Diego Hills. Pemakaman ini dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB hari ini, setelah prosesi penghormatan terakhir di rumah duka. Mengantar kepergian seorang legenda skena musik seperti Ricky, apalagi dengan tribute seunik dan penuh makna seperti menempelkan stiker band favorit di petinya, pasti menjadi momen yang nggak akan pernah dilupakan.
Kepergian Ricky Siahaan meninggalkan lubang besar di hati banyak orang dan di skena musik Indonesia. Namun, kenangan akan karyanya, semangatnya, dan tentu saja tribute unik dengan stiker band favorit di peti jenazahnya, akan terus hidup dan menginspirasi. Ini adalah cara kita mengingat Ricky, sebagai musisi cadas yang punya hati, dan punya selera musik yang luas. Dia pergi, tapi riff gitarnya, lirik-lirik Seringai, dan stiker-stiker band favoritnya akan selamanya jadi saksi betapa kaya dan penuh warnanya hidup seorang Ricky Siahaan. Selamat jalan, Riky. Musikmu abadi!
Menurut kalian, tribute dengan menempelkan stiker band di peti jenazah ini unik banget ya? Atau justru kalian pernah lihat yang serupa? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar!
Posting Komentar