Honorer Panik Gagal Cetak Kartu Ujian PPPK? Ini 3 Solusi Jitu dari BKN!
Waduh, kabar kurang enak nih buat teman-teman honorer yang lagi deg-degan nunggu ujian PPPK tahap 2. Katanya, banyak yang masih kesulitan buat cetak kartu ujian. Padahal, tanggal 22 April sampai 16 Mei 2025 udah mulai tesnya lho! Pasti bikin panik ya kalau kartu ujian belum di tangan.
Kenapa Sih Kartu Ujian PPPK Susah Dicetak?¶
Nah, Pak Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, turun tangan langsung nih buat jelasin masalah ini. Kata beliau, salah satu penyebab utama honorer gak bisa cetak kartu ujian itu karena instansi tempat kalian bekerja belum klik ‘Final’.
“Ini nih yang sering jadi pertanyaan, kenapa honorer pada bingung kartunya gak muncul-muncul di akun. Coba deh dicek lagi, instansinya udah klik final belum?” ujar Prof. Zudan.
Beliau juga menambahkan, ya gimana mau ujian kalau jadwal di portal SSCASN aja belum di-finalisasi sama instansi. Ibaratnya, lampu hijau belum nyala, tapi udah mau ngegas duluan. Gak bisa dong!
Solusi Jitu dari BKN Biar Kartu Ujian PPPK Bisa Dicetak¶
Tenang, jangan panik dulu! Pak Kepala BKN udah kasih solusi kok buat teman-teman honorer yang lagi kesulitan cetak kartu ujian PPPK tahap 2. Simak baik-baik ya, ada 3 langkah jitu yang bisa kalian coba:
1. Langsung Hubungi Panitia Seleksi Instansi¶
Solusi pertama dan paling penting adalah komunikasi. Kalian kan pasti punya kontak panitia seleksi (pansel) di instansi tempat kalian bekerja. Nah, langsung aja hubungi mereka! Ingat ya, peserta PPPK tahap 2 ini kan memang tenaga honorer yang udah lama mengabdi di instansi pemerintah. Jadi, pasti ada jalur komunikasinya.
Tanyakan langsung ke pansel instansi, apakah mereka sudah melakukan klik ‘Final’ di portal SSCASN atau belum. Kalau belum, segera ingatkan dengan baik-baik ya. Siapa tahu memang terlewat atau ada kendala teknis dari sisi instansi.
Komunikasi yang baik itu kunci! Jangan malu atau sungkan buat bertanya. Ini demi kelancaran ujian kalian juga kok. Anggap aja lagi proaktif memastikan semua berjalan lancar.
2. Pastikan Instansi Sudah Klik ‘Final’ di SSCASN¶
Ini poin penting yang Pak Kepala BKN tekankan banget. Kesulitan cetak kartu ujian itu kemungkinan besar terjadi kalau pansel instansi belum klik ‘Final’ di Portal SSCASN. Jadi, sekali lagi, pastikan instansi kalian sudah melakukan finalisasi jadwal.
Prosesnya gini: Instansi itu punya peran penting dalam alur pendaftaran dan pelaksanaan PPPK. Mereka yang mengatur jadwal, lokasi, dan lain-lain. Nah, semua pengaturan itu dimasukkan ke portal SSCASN. Setelah semua data lengkap dan siap, instansi harus klik tombol ‘Final’.
Kalau tombol ‘Final’ ini belum diklik, sistem SSCASN belum akan menganggap prosesnya selesai. Akibatnya, kartu ujian buat peserta juga belum bisa dicetak. Jadi, ini kayak efek domino gitu. Satu langkah belum selesai, langkah berikutnya jadi ikut terhambat.
Intinya, cetak kartu ujian baru bisa dilakukan kalau pansel instansi sudah klik final jadwal di portal SSCASN BKN. Penting banget buat dipahami dan dikomunikasikan ke pihak instansi kalau memang belum dilakukan.
3. Jangan Lupa Bawa Kartu Ujian yang Sudah Dicetak!¶
Solusi yang ketiga ini lebih ke persiapan saat hari ujian nanti. BKN mengimbau semua peserta PPPK tahap 2 untuk wajib membawa print out kartu ujian. Jangan sampai lupa ya!
Kenapa harus print out? Karena saat ujian CAT (Computer Assisted Test), peserta tidak diperbolehkan membawa handphone ke ruang ujian. Handphone harus dititipkan di loker yang sudah disediakan. Jadi, kartu ujian digital di HP gak akan bisa ditunjukkan saat masuk ruang ujian.
Bayangkan kalau udah datang jauh-jauh ke lokasi ujian, eh ternyata gak bisa ikut ujian cuma gara-gara lupa bawa kartu ujian yang sudah dicetak. Kan sayang banget! Jadi, setelah berhasil cetak kartu ujian, langsung print, simpan baik-baik, dan jangan sampai ketinggalan saat berangkat ujian.
Curhatan Honorer Soal Cetak Kartu Ujian¶
Sekretaris Jenderal DPP Forum Honorer Non-Kategori Dua Indonesia Tenaga Kependidikan (FHNK2I Tendik), Bapak Herlambang Susanto, juga ikut angkat bicara soal masalah cetak kartu ujian ini. Beliau bilang, memang ada informasi kalau hari ini (tanggal artikel ini diterbitkan, 21 April 2025) kartu ujian seharusnya sudah bisa dicetak.
Tapi, kenyataannya, dari pagi sampai sore hari, belum ada instruksi resmi atau perubahan di akun SSCASN BKN terkait cetak kartu ujian. Ini tentu menambah kekhawatiran teman-teman honorer.
“Kita berharap masalah ini segeraClear ya. Kasihan teman-teman honorer sudah harap-harap cemas nunggu kartu ujian, eh ternyata masih ada kendala,” ujar Bapak Herlambang.
Memang, situasi ini bikin dilema ya. Di satu sisi, waktu ujian sudah dekat. Di sisi lain, kartu ujian belum bisa dicetak. Semoga dengan solusi dari BKN ini, masalahnya bisa cepat teratasi dan semua honorer bisa segera mendapatkan kartu ujian mereka.
Pentingnya Koordinasi dan Komunikasi¶
Dari masalah kartu ujian PPPK ini, kita bisa belajar betapa pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar pihak terkait. Mulai dari BKN sebagai pusat, instansi pemerintah daerah/pusat, sampai ke peserta ujian yaitu teman-teman honorer.
Kalau semua pihak saling proaktif, saling menginformasikan, dan saling membantu, masalah seperti ini pasti bisa diatasi dengan lebih cepat dan efektif. Jangan sampai karena miskomunikasi atau kurang koordinasi, proses penting seperti seleksi PPPK jadi terhambat.
Apalagi ini menyangkut nasib banyak orang. Teman-teman honorer sudah berjuang dan berharap banyak dari seleksi PPPK ini. Kita semua tentu ingin prosesnya berjalan lancar dan adil, kan?
Yuk, semangat terus buat teman-teman honorer! Jangan putus asa kalau ada kendala. Manfaatkan solusi dari BKN, aktif berkomunikasi dengan instansi, dan tetap fokus mempersiapkan diri untuk ujian. Semoga sukses dan berhasil meraih impian menjadi ASN PPPK!
Gimana nih pendapat kalian soal masalah kartu ujian PPPK ini? Atau mungkin ada teman-teman honorer yang punya pengalaman serupa atau solusi lain? Yuk, share di kolom komentar! Kita saling berbagi informasi dan dukungan ya!
Posting Komentar