Denny Wirawan Ungkap Kenangan Manis dengan Titiek Puspa: 'Nggak Pernah Bosan Dinasihati!'
Kepergian Titiek Puspa memang meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Eyang Titiek, legenda panggung hiburan Indonesia, berpulang di usia 87 tahun pada hari Kamis, 10 April 2025. Salah satu yang merasa sangat kehilangan adalah desainer kondang, Denny Wirawan. Baginya, Eyang Titiek bukan hanya sekadar klien, tapi juga sosok yang sangat berarti dalam perjalanan karirnya.
Titiek Puspa di Mata Denny Wirawan¶
Denny Wirawan merasa sangat beruntung bisa menjadi salah satu desainer kepercayaan Titiek Puspa. Ia seringkali diminta untuk merancang busana panggung untuk Eyang Titiek. Kedekatan mereka bukan hanya sebatas profesional, tapi juga personal. Denny menggambarkan bagaimana Eyang Titiek selalu cerewet soal urusan baju, bahkan bisa menelepon berkali-kali sehari seperti minum obat!
Meski begitu, Denny sama sekali tidak merasa kesal atau bosan. Justru sebaliknya, ia menikmati setiap momen bersama Eyang Titiek. Setiap kali mengobrol dengan beliau, Denny selalu dibuat tertawa dan merasa seperti sedang didongengi nenek sendiri. Kisah-kisah hidup Titiek Puspa dari masa kecil hingga terjun ke dunia seni selalu menarik untuk didengar.
“Nggak pernah kesel direwelin eyang kalau lg pesen baju yg sehari bisa ditelpon 3X kaya minum obat,” tulis Denny di akun Instagramnya. Ungkapan ini menunjukkan betapa dekat dan sayangnya Denny pada Titiek Puspa, meskipun dengan segala “kerewelan” khas Eyang. Ia juga menambahkan bahwa setiap obrolan dengan Titiek Puspa selalu membuatnya merasa bahagia dan terinspirasi.
Peran Titiek Puspa dalam Karier Denny Wirawan¶
Denny Wirawan sudah hampir 30 tahun berkecimpung di dunia desain. Dan selama itu, Titiek Puspa punya andil besar dalam perjalanan karirnya. Sebagai seorang finalis Lomba Perancang Mode (LPM) 1992, Denny merasa bangga dan bahagia bisa menjadi bagian dari perjalanan seorang Titiek Puspa selama lebih dari 25 tahun.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah membuatkan busana untuk Eyang Titiek sejak tahun 90-an. Saking lamanya, Denny bahkan sampai lupa tahun tepatnya kapan mereka mulai bekerja sama. Ini menunjukkan betapa panjang dan eratnya hubungan profesional mereka. Kepercayaan Titiek Puspa menjadi salah satu pendorong semangat dan kebanggaan bagi Denny dalam berkarya.
Kenangan ‘Sandyakala Smara’ di Kudus¶
Salah satu momen yang tak terlupakan bagi Denny Wirawan dan Titiek Puspa adalah peragaan busana ‘Sandyakala Smara’ di Kudus, Jawa Tengah, pada September 2023. Acara ini sangat spesial karena menandai sewindu kolaborasi Denny dengan Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) dalam mempromosikan wastra batik Kudus.
‘Sandyakala Smara’ menjadi lebih istimewa karena untuk pertama kalinya setelah delapan tahun, kolaborasi ini dipentaskan langsung di Kudus, ‘rumah’ batik kretek. Titiek Puspa pun turut ambil bagian dalam persembahan yang sangat spesial ini. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, semangat Eyang Titiek tetap membara.
Dengan mengenakan kebaya merah rancangan Denny Wirawan, Titiek Puspa tampil memukau di hadapan para tamu undangan. Ia melantunkan lagu-lagu hitsnya yang dulu sempat membesarkan namanya di dunia hiburan. Salah satu lagu yang dinyanyikannya adalah ‘Marilah Kemari’ yang diiringi musik keroncong.
Suasana saat itu penuh keceriaan dan kehangatan. Semua tamu undangan, termasuk desainer Chossy Latu, ikut berdendang dan bergoyang mengikuti irama musik. Titiek Puspa dengan wataknya yang jenaka berhasil membawa suasana menjadi meriah dan menyenangkan. Acara ‘Sandyakala Smara’ di Kudus menjadi bukti nyata kedekatan dan kekompakan Denny Wirawan dan Titiek Puspa dalam berkarya dan melestarikan budaya Indonesia.
Kudus, ‘Kampung Halaman’ Titiek Puspa¶
Bagi Titiek Puspa, Kudus terasa seperti kampung halaman. Kota ini tidak jauh dari Semarang, tempat ia dibesarkan. Di Kota Lumpia itulah kecintaannya pada dunia seni, terutama tarik suara, mulai tumbuh. Momen peragaan busana di Kudus terasa seperti ‘pulang kampung’ bagi Eyang Titiek.
“Eyang senang banget waktu diundang ke Kudus,” kata Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation (BBDF) Renitasari Adrian. Kebahagiaan Titiek Puspa berada di Kudus menambah makna mendalam bagi acara ‘Sandyakala Smara’. Kudus bukan hanya tempat peragaan busana, tapi juga tempat yang menyimpan kenangan dan kehangatan bagi Titiek Puspa.
Ucapan Perpisahan Denny untuk Eyang Titiek¶
Kini, Titiek Puspa telah tiada. Denny Wirawan merasa sangat kehilangan sosok yang selalu mendukungnya dengan penuh cinta. Ia mengungkapkan rasa rindunya pada segala hal tentang Eyang Titiek, mulai dari cerewetnya, celotehan khasnya, pelukannya, hingga semua kenangan indah bersama beliau.
“Selamat jalan eyangku tersayang… pasti kangen sm ceriwisnya eyang, kangen celotehan khas eyang en d brai n de breeii , kangen pelukannya eyang, kangen semuanya pokoknya… Till we meet again eyang sayaang.. Rest in love, you’ll be missed,” tulis Denny dengan penuh haru di unggahannya. Ucapan perpisahan ini adalah ungkapan cinta dan kehilangan yang mendalam dari seorang Denny Wirawan untuk Eyang Titiek Puspa.
Kepergian Titiek Puspa bukan hanya kehilangan bagi Denny Wirawan, tapi juga bagi seluruh industri hiburan dan seni Indonesia. Namun, kenangan manis dan inspirasi yang ditinggalkan Eyang Titiek akan selalu hidup dan terus menginspirasi generasi penerus. Semangat dan karya-karyanya akan selalu dikenang dan diapresiasi.
Video penampilan Titiek Puspa di Sandyakala Smara (jika ada):
Sayangnya, dari artikel ini tidak ada tautan video spesifik dari penampilan Titiek Puspa di Sandyakala Smara. Namun, kita bisa mencari di YouTube dengan kata kunci “Titiek Puspa Sandyakala Smara Kudus” untuk melihat kemungkinan adanya video dokumentasi atau liputan acara tersebut.
Contoh pencarian di YouTube (gunakan kata kunci di atas):
[Hasil pencarian YouTube untuk “Titiek Puspa Sandyakala Smara Kudus”]
Jika ada video yang relevan, kita bisa sisipkan di sini untuk memperkaya artikel dan memberikan gambaran visual tentang momen tersebut. Misalnya, jika ada video penampilan Titiek Puspa menyanyikan “Marilah Kemari”, itu akan sangat menarik untuk ditambahkan.
Mari kita kenang Eyang Titiek Puspa dengan meninggalkan komentar di bawah! Apa kenangan atau kesan kamu tentang sosok legenda ini?
Posting Komentar