Rumah Aman dari Banjir? Intip Estimasi Biaya Peninggian Rumah!

Table of Contents

Rumah Aman dari Banjir? Intip Estimasi Biaya Peninggian Rumah!

Musim hujan memang sering bikin was-was ya, apalagi buat kita yang tinggal di daerah yang langganan banjir. Hujan deras tuh bisa bikin air menggenang tinggi banget, sampai-sampai rumah bisa terendam semua. Repotnya bukan main kalau sudah begini.

Banjir itu memang masalah besar. Bayangkan saja, harta benda kita bisa basah kuyup, bangunan rumah jadi lembap, belum lagi kotoran dari luar ikut masuk ke dalam rumah. Kalau rumah kita sering jadi korban banjir, wah, ini saatnya kita mikirin langkah pencegahan yang serius nih.

Salah satu cara paling efektif biar rumah kita aman dari terjangan banjir adalah dengan meninggikan rumah. Kedengarannya mungkin agak ribet, tapi ini bisa jadi solusi jitu lho buat menghindari air masuk saat banjir datang.

Meninggikan rumah itu nggak harus berarti kita merombak total bangunan kok. Kita cukup fokus meninggikan bagian lantai dan akses masuk rumah, seperti pintu utama. Dengan begitu, air banjir jadi lebih susah masuk karena terhalang dinding yang lebih tinggi.

Kalaupun air sampai masuk ke rumah, pasti nggak akan separah sebelumnya waktu rumah belum ditinggikan. Jadi, kita nggak perlu terlalu panik dan repot membersihkan air yang masuk atau sampai harus mengungsi kalau banjirnya cuma sebatas mata kaki. Nah, buat kamu yang masih ragu karena takut biayanya mahal, yuk kita intip perkiraan biaya meninggikan bangunan rumah!

Biaya Meninggikan Rumah

Biar ada gambaran soal biaya, kita dengerin dulu nih penjelasan dari ahlinya. CEO Sobat Bangun, Bapak Taufiq Hidayat, bilang kalau meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 itu bisa menelan biaya sampai ratusan juta rupiah. Memang terdengar besar ya, tapi kata beliau, biayanya masih jauh lebih hemat dibandingkan kalau kita bangun rumah baru dari nol.

“Yang pasti, biayanya nggak kayak bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru itu perkiraan biaya per meternya sekitar Rp 4 juta, nah kalau ninggiin rumah, biaya per meternya sekitar Rp 2,5 juta,” jelas Pak Taufiq beberapa waktu lalu. Lumayan signifikan ya selisihnya?

Pak Taufiq juga menjabarkan lebih detail soal komponen biaya yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah biaya pengurugan tanah. “Pengurugan itu kan materialnya datang dari luar. Harga 1 kubik tanah urugan sekarang sekitar Rp 500 ribu, itu setara 1 mobil kijang. Nah, kalau rumah tipe 36 mau ditinggikan setengah meter saja, itu butuh sekitar 18 kubik tanah, atau sekitar 20 mobil kijang yang harus didatangkan. Itu baru tanah urugan saja lho,” paparnya.

Belum lagi biaya untuk menaikkan dinding. “Kalau dinding bata yang sudah diplester dan diaci, biayanya sekitar Rp 170 ribu per meter. Terus, kalau plafonnya mau diganti juga ada biaya lagi sekitar Rp 250 ribu per plafon. Belum lagi kalau atapnya ikut diganti, ya lumayan juga totalnya kalau mau ninggiin rumah secara keseluruhan,” imbuh Pak Taufiq.

Rincian Kasar Biaya Meninggikan Rumah Tipe 36 (Estimasi CEO Sobat Bangun):

Komponen Biaya Estimasi Biaya Catatan
Tanah Urugan (18 kubik) Rp 9.000.000 @ Rp 500.000/kubik
Dinding Bata (per meter) Rp 170.000 Tergantung luas dinding yang ditinggikan
Plafon (per plafon) Rp 250.000 Jika diganti
Atap Bervariasi Jika diganti
Total (kasar) Puluhan - Ratusan Juta Tergantung skala peninggian dan material

Catatan: Estimasi biaya di atas sangat kasar dan bisa berbeda tergantung kondisi rumah, material yang dipilih, dan biaya tukang.

Tapi, ada kabar baik nih! Kalau kita merasa biaya meninggikan seluruh rumah terlalu besar, ada opsi yang lebih ekonomis, yaitu hanya meninggikan lantai saja. Menurut Pak Taufiq, biaya meninggikan lantai saja itu jauh lebih murah dibandingkan keseluruhan bangunan untuk ukuran rumah yang sama. Beliau memperkirakan biayanya sekitar Rp 10-12 juta saja.

Biaya segitu sudah termasuk biaya tukang, tanah urugan, dan keramik lho. “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tingginya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, atap juga aman,” kata Pak Taufiq. Ini bisa jadi pilihan menarik buat kita yang punya budget terbatas tapi tetap ingin rumahnya lebih aman dari banjir.

Estimasi Biaya Meninggikan Lantai Saja (Tipe Rumah Tidak Disebutkan):

  • Biaya Total: Rp 10 - 12 Juta
  • Ketinggian: 30 cm
  • Sudah Termasuk: Biaya tukang, tanah urugan, keramik
  • Tidak Termasuk: Bongkar plafon dan atap

Soal lama pengerjaan, Pak Taufiq menjelaskan kalau waktunya bisa beda-beda tergantung luas rumah dan desain elevasi rumah yang kita inginkan. Kalau meninggikan rumah secara total, bisa memakan waktu sekitar 3 bulan. Tapi kalau hanya meninggikan lantai saja, tentu akan lebih cepat dari itu.

Pendapat lain juga datang dari Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Bapak Panggah Nuzhul Rizki. Beliau juga memberikan perkiraan biaya meninggikan seluruh rumah untuk tipe 36. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan berkisar antara Rp 150-200 juta dengan masa pengerjaan sekitar 3-4 bulan. Biaya ini juga perlu disesuaikan lagi dengan seberapa tinggi rumah akan ditinggikan.

“Harganya berkisar Rp 150-200 juta itu sudah meliputi biaya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, sampai pengecatan rumah,” rinci Bapak Panggah. Wah, lumayan lengkap juga ya rinciannya.

Rincian Biaya Meninggikan Rumah Tipe 36 (Estimasi Kontraktor PT Gaharu):

  • Kisaran Biaya: Rp 150 - 200 Juta
  • Masa Pengerjaan: 3-4 Bulan
  • Komponen Biaya Termasuk:
    • Peninggian struktur
    • Peninggian dinding
    • Pembongkaran & pemasangan rangka dan atap
    • Pengurukan lantai
    • Pemasangan keramik lantai baru
    • Pembongkaran & pemasangan rangka plafon
    • Pemasangan instalasi air dan listrik
    • Plester acian dinding
    • Pengecatan rumah

Tips Meninggikan Rumah

Nah, setelah tahu perkiraan biayanya, penting juga nih buat kita tahu tips-tips meninggikan rumah biar hasilnya benar-benar maksimal dan rumah jadi aman dari banjir. Bapak Panggah juga memberikan beberapa tips penting yang perlu kita perhatikan.

1. Perkirakan Tinggi Air Ketika Banjir

Tips pertama dan paling penting adalah memperkirakan ketinggian air banjir di daerah rumah kita. Ini krusial banget lho. Jangan sampai kita asal meninggikan rumah tanpa tahu seberapa tinggi air biasanya menggenang. Kalau perkiraan kita meleset, bisa-bisa rumah tetap kebanjiran meskipun sudah ditinggikan. Kan percuma jadinya.

Jadi, sebelum memutuskan seberapa tinggi rumah akan ditinggikan, cari tahu dulu informasi soal ketinggian banjir di lingkungan sekitar rumah kita. Bisa tanya ke tetangga, RT/RW setempat, atau bahkan cari data dari dinas terkait kalau ada. Dengan perkiraan yang tepat, peninggian rumah kita jadi lebih efektif menghalau air masuk.

2. Gunakan Bahan Material yang Baik

Selain meninggikan bangunan, kualitas dinding juga nggak kalah penting. Dinding rumah yang bagus itu harus kuat dan tahan terhadap air, jangan sampai mudah rembes atau bocor. Percuma rumah ditinggikan kalau dindingnya gampang rusak kena air banjir.

Makanya, kita perlu banget pakai material yang berkualitas untuk dinding rumah. Memang sih, material bagus biasanya harganya lebih mahal, tapi kualitasnya sudah terjamin dan fondasi rumah jadi lebih tahan lama. Ini investasi jangka panjang yang penting banget untuk keamanan rumah kita.

3. Pakai Jasa Profesional

Meninggikan rumah itu bukan proyek kecil lho, apalagi kalau estimasi pengerjaannya bisa sampai 3 bulan lebih. Kita nggak bisa mengerjakan sendiri, apalagi kalau nggak punya pengalaman di bidang konstruksi bangunan. Salah-salah, hasilnya malah nggak sesuai harapan dan biaya membengkak.

Solusi terbaiknya adalah menggunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan peninggian rumah. Jasa profesional ini punya tenaga ahli dan pengalaman yang mumpuni, jadi hasilnya pasti lebih terjamin dan sesuai dengan yang kita inginkan. Memang ada biaya tambahan untuk jasa profesional, tapi ini worth it banget demi keamanan dan kenyamanan rumah kita di masa depan.

Gimana? Sudah dapat gambaran soal biaya dan tips meninggikan rumah kan? Semoga artikel ini bisa membantu kamu yang lagi mikirin solusi biar rumah aman dari banjir ya. Kalau ada pertanyaan soal rumah, tanah, atau properti lainnya, jangan ragu buat bertanya! Tim detikProperti siap bantu jawab pertanyaan kamu. Caranya gampang banget, tinggal klik link ini untuk kirim pertanyaanmu.

Yuk, diskusi lebih lanjut di kolom komentar! Kira-kira, bagian rumah mana nih yang menurut kamu paling penting untuk ditinggikan duluan? Atau mungkin ada tips lain soal pencegahan banjir di rumah? Share pendapatmu ya!

Posting Komentar