Pemilihan Rektor UNAIR: Jaminan Adil dan Transparan, Beneran Nih?
Universitas Airlangga (UNAIR) baru aja nih menggelar acara penting, yaitu Uji Masyarakat Kampus (UMK) sebagai bagian dari pemilihan Rektor. Nah, UMK ini diadain hari Rabu (12/3/24) kemarin di Aula Garuda Mukti, Kampus Merr-C UNAIR. Di hari kedua acara ini, ada empat calon rektor yang tampil buat ngejelasin program-program keren mereka buat mimpin UNAIR lima tahun ke depan. Penasaran kan siapa aja dan apa aja programnya? Yuk, kita bahas lebih lanjut!
Siapa Saja Calon Rektor UNAIR?¶
Acara UMK ini dihadiri rame banget sama berbagai elemen dari civitas academica UNAIR. Empat calon rektor yang tampil itu bukan orang sembarangan lho, ini dia daftar namanya:
- Prof Badri Munir Sukoco SE MBA PhD
- Prof Hery Purnobasuki MSi Phd
- dr Yan Efrata Sembiring Sp BTkv
- Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes Sp PD-KGEH
Kebayang kan, semuanya profesor dan doktor! Pasti udah punya pengalaman dan visi yang kuat buat UNAIR ke depan. Masing-masing calon ini dikasih kesempatan buat nyampein ide dan strategi mereka di hadapan para civitas academica. Ini penting banget, biar semua warga kampus bisa kenal lebih deket sama calon pemimpinnya.
Apa Itu Uji Masyarakat Kampus (UMK)?¶
Pembukaan acara UMK ini dipimpin langsung sama Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor, yaitu Prof Dr Suryanto M.Si, seorang psikolog. Beliau jelasin kalau UMK ini tuh rangkaian dari proses pemilihan rektor. Intinya, ini adalah momen para calon rektor buat memperkenalkan diri dan nyampein program-program strategis yang udah mereka rancang, tentunya harus sesuai sama statuta UNAIR.
Prof Suryanto juga nambahin, “Selain jadi ajang buat nyampein berbagai program strategis, UMK ini juga tujuannya buat ngenalin calon rektor ke seluruh civitas academica UNAIR.” Jadi, UMK ini bukan cuma formalitas aja, tapi emang bener-bener wadah buat komunikasi dua arah antara calon pemimpin sama warga kampus. Biar gak beli kucing dalam karung, istilahnya.
Penilaian yang Adil dan Transparan, Gimana Caranya?¶
Nah, ini nih yang penting banget: penilaiannya adil dan transparan gak sih? Prof Dr M Hadi Shubhan SH MH C.N juga sependapat sama Prof Suryanto, UMK ini emang ajang buat lebih kenal calon pemimpin UNAIR lima tahun ke depan. Di UMK ini juga ada tim penilai yang tugasnya ngasih catatan buat setiap calon rektor yang presentasi program.
Prof Hadi jelasin lebih lanjut, “Penilai UMK ini asalnya dari guru besar senior dan fakultasnya pun gak ada yang nyalonin jadi calon rektor. Penilai ini bakal ngasih catatan-catatan yang nantinya jadi acuan senat akademik buat milih tiga calon rektor yang bakal maju ke pemilihan di Majelis Wali Amanat.” Jadi, tim penilainya independen dan kompeten ya, biar penilaiannya objektif.
Penilaian ini penting banget karena bakal nentuin siapa aja yang lanjut ke tahap berikutnya. Catatan dari tim penilai ini bukan cuma sekadar opini, tapi jadi bahan pertimbangan serius buat Senat Akademik. Prosesnya keliatan cukup ketat dan terstruktur ya.
Tahap Selanjutnya: Pemilihan di Majelis Wali Amanat (MWA)¶
Prof Hadi juga nyebutin kalau pemilihan tiga calon rektor buat maju ke Majelis Wali Amanat (MWA) bakal dilaksanain bulan April, yaitu tahap uji kepatutan dan kelayakan. Tiga nama yang lolos seleksi senat akademik ini nanti bakal dipilih langsung sama Majelis Wali Amanat.
MWA ini anggotanya ada 21 orang, terdiri dari berbagai unsur, mulai dari menteri, internal UNAIR, sampai tokoh masyarakat. Komposisi anggota MWA yang beragam ini juga nunjukin kalau pemilihan rektor ini melibatkan berbagai pihak dan kepentingan. Keputusan MWA ini yang final, siapa yang dipilih MWA, dialah yang jadi Rektor UNAIR periode mendatang.
Kriteria Penilaian: Apa Aja yang Dinilai?¶
Kalo gitu, penilaiannya berdasarkan apa aja nih? Prof Hadi ngejelasin, “Penilaian dilakuin dengan adil dan transparan yang dilihat dari performa saat nyampein program, program yang diusung, dan interaksi sama audiens.” Jadi, ada tiga aspek utama yang dinilai:
- Performa Presentasi: Gimana calon rektor nyampein programnya, apakah komunikatif, jelas, dan meyakinkan. Ini penting, karena rektor harus bisa jadi komunikator yang baik buat internal maupun eksternal kampus.
- Program yang Diusung: Isi programnya, apakah relevan sama kebutuhan dan tantangan UNAIR ke depan, apakah inovatif dan realistis buat diimplementasiin. Program ini harus nunjukin visi dan misi calon rektor buat mengembangkan UNAIR.
- Interaksi dengan Audiens: Gimana calon rektor ngejawab pertanyaan dan berinteraksi sama peserta UMK. Ini nunjukin kemampuan calon rektor buat dengerin aspirasi warga kampus dan kemampuan problem-solving.
Ketiga aspek ini dinilai secara komprehensif buat dapetin gambaran utuh tentang kualitas dan potensi masing-masing calon rektor. Harapannya, penilaian yang komprehensif ini bisa menghasilkan rektor yang bener-bener kompeten dan amanah.
Harapan untuk Rektor UNAIR Kedepan¶
Prof Hadi nambahin, “Harapannya dari calon rektor tersebut dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UNAIR kedepannya.” Nah, ini poin pentingnya. Rektor yang terpilih nanti bukan cuma sekadar pemimpin administratif, tapi juga harus bisa jadi problem solver dan inovator buat UNAIR.
Tantangan UNAIR ke depan pasti gak ringan. Mulai dari persaingan antar universitas, perkembangan teknologi yang pesat, tuntutan kualitas pendidikan yang makin tinggi, sampai isu-isu global yang mempengaruhi dunia pendidikan. Rektor terpilih harus punya visi yang jelas buat ngadepin semua tantangan ini dan membawa UNAIR jadi lebih baik lagi.
Mungkin tantangan-tantangan itu termasuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi internasional, memperkuat kerjasama dengan industri dan dunia usaha, meningkatkan kualitas pembelajaran dan fasilitas kampus, mengembangkan inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan dosen, serta memperkuat tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel.
Rektor juga harus bisa jadi figur yang inspiratif dan bisa memotivasi seluruh civitas academica buat bekerja sama mewujudkan visi UNAIR. Kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif jadi kunci keberhasilan UNAIR di masa depan.
Proses pemilihan rektor ini adalah momen penting buat UNAIR. Semoga prosesnya berjalan lancar, adil, dan transparan, dan menghasilkan rektor terbaik yang bisa membawa UNAIR menuju kejayaan. Kita tunggu aja siapa yang bakal terpilih dan program-program keren apa yang bakal diimplementasiin buat UNAIR!
Gimana menurut kalian tentang proses pemilihan rektor UNAIR ini? Adil dan transparan gak sih? Atau ada aspek lain yang perlu diperhatiin? Yuk, diskusi di kolom komentar!
Posting Komentar