Elon Musk di Tim Trump? Netizen Bilang Jangan Lama-lama!
Elon Musk, sosok inovator di balik Tesla dan SpaceX, lagi jadi sorotan nih. Bukan soal teknologi canggihnya, tapi gara-gara keterlibatannya di dunia politik. Banyak yang khawatir, langkah Musk ini bisa berdampak buruk buat bisnisnya.
Kritik Pedas untuk Musk¶
Belakangan ini, Elon Musk emang makin aktif aja di ranah politik. Terutama sejak dia ditunjuk buat jadi bagian dari Departemen Efisiensi Pemerintah. Tugasnya sih katanya buat bikin pemerintahan lebih efektif, tapi kenyataannya malah banyak PHK di sana-sini. Nah, kebijakan ini nih yang bikin banyak orang, termasuk netizen, jadi gerah.
Kritik pun berdatangan. Banyak yang bilang Musk udah terlalu jauh ikut campur urusan politik. Padahal, dulu dia dikenal sebagai sosok yang fokus banget sama inovasi teknologi. Sekarang, kok malah kayak politikus aja?
Investor Tesla juga ikutan khawatir. Christopher Tsai, salah satu investor kakap Tesla, bahkan sampai angkat bicara. Dia bilang, keterlibatan Musk di pemerintahan ini udah bikin saham Tesla jadi kurang stabil. Pasar kayaknya nggak suka deh lihat Musk terlalu sibuk ngurusin politik.
Investor Tesla Angkat Bicara¶
Tsai ini bukan investor sembarangan. Perusahaan investasinya, Tsai Capital, punya puluhan ribu lembar saham Tesla. Dia udah investasi sejak 2020 dan untungnya juga udah lumayan banyak. Tapi, belakangan ini dia mulai was-was lihat harga saham Tesla yang terus menurun.
Menurut Tsai, penurunan saham Tesla ini sinyal yang jelas dari pasar. Investor pada nggak yakin sama arah Tesla kalau Musk-nya sendiri malah sibuk di pemerintahan. Mereka pengennya Musk fokus aja ngurusin Tesla, bikin mobil listrik makin keren, dan terus berinovasi.
“Saya harap keterlibatannya dengan DOGE tidak lama-lama sehingga dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bisnis-bisnisnya,” kata Tsai, dikutip dari Guardian. DOGE yang dimaksud ini kayaknya kode buat urusan politiknya Musk deh. Tsai pengennya Musk segera cabut dari pemerintahan dan balik fokus ke Tesla.
Tsai juga bilang, sebenernya Tesla ini masih punya potensi besar banget. Mereka masih di jalur yang bener buat jadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia. Tapi, ya itu tadi, asal Musk-nya nggak keasikan main politik.
Pasar Bereaksi Negatif¶
Memang sih, pasar keuangan itu sensitif banget sama isu-isu politik. Apalagi kalau tokoh sekaliber Elon Musk ikut-ikutan terjun ke politik. Investor jadi mikir dua kali buat investasi, takut-takut ada kebijakan politik yang bikin bisnis jadi nggak pasti.
Survei dari CNN juga menunjukkan hal yang sama. Ternyata, lebih dari separuh warga Amerika Serikat (53%) nggak setuju sama tindakan Musk di politik. Cuma 35% aja yang setuju. Hasil survei ini dirilis nggak lama setelah saham Tesla anjlok lebih dari 15%. Parah juga ya penurunannya.
Kabarnya, penurunan saham Tesla ini juga dipicu sama aksi protes dan vandalisme di beberapa dealer Tesla. Mungkin ini bentuk kekecewaan publik sama Musk yang dianggap udah berubah haluan.
Dulu Dekat dengan Keluarga Trump¶
Menariknya, Tsai ini ternyata punya hubungan khusus sama keluarga Trump. Ayahnya Tsai kenal baik sama Donald Trump senior waktu masih bisnis properti di Manhattan. Keluarga mereka bahkan cukup dekat. Tsai kecil dulu anggap Donald Trump Jr. itu sahabatnya. Mereka sering liburan bareng, nonton baseball bareng, pokoknya akrab banget deh.
Tapi, semua berubah sejak Trump senior terjun ke politik. Tsai yang seorang Demokrat, merasa udah nggak punya banyak kesamaan lagi sama keluarga Trump. Percakapan terakhir yang berarti antara Tsai dan Donald Trump Jr. itu terjadi tahun 2014, jauh sebelum Trump senior jadi presiden.
Tsai merasa mereka udah jalan ke arah yang berbeda. Politik emang bisa mengubah segalanya ya. Dulu sahabat, sekarang pandangannya udah beda jauh.
Netizen Ikut Bersuara¶
Nggak cuma investor dan analis aja yang khawatir, netizen juga ikutan bersuara. Di media sosial, banyak banget komentar yang nyuruh Musk buat nggak usah lama-lama di pemerintahan. Mereka kangen Elon Musk yang dulu, yang fokus sama inovasi dan hal-hal yang keren.
“Elon, balik lagi dong fokus ke Tesla sama SpaceX aja. Politik bukan duniamu,” tulis seorang netizen di Twitter.
“Please Elon, jangan sampai Tesla jadi korban gara-gara politik,” timpal netizen lainnya di Instagram.
Bahkan ada juga netizen yang bikin meme lucu buat nyindir Musk. Intinya sih sama, pengen Musk segera sadar dan balik ke jalan yang benar, jalan inovasi teknologi.
Apa yang Harus Dilakukan Musk?¶
Pertanyaannya sekarang, apa yang sebaiknya dilakukan Elon Musk? Apakah dia akan terus lanjut di pemerintahan Trump, atau dengerin saran investor dan netizen buat fokus ke bisnisnya aja?
Pilihan ada di tangan Musk. Tapi, kalau lihat reaksi pasar dan suara publik yang makin kencang, kayaknya Musk perlu mempertimbangkan ulang deh keterlibatannya di politik.
Mungkin Musk bisa belajar dari pengalaman ini. Politik emang dunia yang keras dan penuh intrik. Nggak semua orang cocok di sana. Mungkin Elon Musk lebih cocok jadi inovator, jadi visioner, yang mengubah dunia lewat teknologi, bukan lewat politik.
Gimana menurut kamu? Apakah Elon Musk sebaiknya fokus saja pada bisnisnya dan meninggalkan dunia politik? Atau justru keterlibatannya di pemerintahan bisa membawa dampak positif? Yuk, diskusi di kolom komentar!
Posting Komentar