Skincare Di-review Influencer? BPOM Siapkan Aturan Baru!
Guys, ada kabar penting nih buat kamu yang suka banget sama skincare dan sering lihat-lihat review dari influencer kesayangan kamu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lagi siap-siap bikin aturan baru, lho! Aturan ini khusus buat review produk skincare, kosmetik, makanan, sampai obat-obatan yang sering dilakukan sama influencer. Wah, kira-kira kenapa ya BPOM sampai bikin aturan kayak gini? Yuk, kita bahas lebih lanjut!
Kenapa Sih Aturan Reviu Skincare untuk Influencer Ini Dibikin?¶
Jadi gini, kata Pak Kepala BPOM Taruna Ikrar, aturan ini dibuat karena influencer itu sebenarnya bukan pihak yang berwenang buat kasih penilaian atau review produk, terutama yang menyangkut keamanan dan kualitas produk kayak skincare, obat, atau makanan. Bayangin deh, kalau misalnya ada influencer yang bilang produk A bagus banget, terus banyak orang langsung percaya dan beli. Tapi, ternyata apa yang dibilang influencer itu nggak sesuai sama standar keamanan atau malah nggak benar secara ilmiah. Nah, ini kan bisa bahaya banget buat masyarakat.
Selain itu, Pak Taruna juga bilang kalau review produk yang dilakukan influencer itu bisa dibilang kayak tindakan main hakim sendiri. Maksudnya, influencer ini kan bukan lembaga resmi yang punya lab atau ahli buat ngetes produk secara mendalam. Jadi, kalau mereka langsung kasih penilaian ke publik, kesannya kayak mereka udah paling benar dan nggak ada yang bisa bantah. Padahal, bisa aja penilaian mereka itu subjektif atau bahkan salah informasi.
Tapi, bukan berarti kita nggak boleh kasih review sama sekali ya. Pak Taruna bilang, masyarakat biasa kayak kita-kita ini tetap boleh kok review produk buat diri sendiri atau komunitas kecil kita. Cuma, hasilnya itu jangan diumbar ke publik luas, apalagi sampai bikin heboh. Kalau mau kasih review, mending kasih aja langsung ke BPOM. Nanti BPOM yang bakal ngecek lebih lanjut, klarifikasi data, dan ngetes produknya di lab. Nah, dari hasil pengecekan itu, BPOM baru bisa ambil tindakan atau keputusan yang tepat.
Pak Taruna juga mengakui kok, niat baik influencer yang sering review produk itu bagus, yaitu buat ngingetin dan kasih informasi ke masyarakat. Tapi, kalau caranya salah atau nggak sesuai aturan, malah bisa menimbulkan masalah baru. Contohnya, kalau ada pihak yang produknya di-review nggak terima dan merasa dirugikan, mereka bisa aja nuntut influencer itu secara hukum. Nah, kan jadi ribet urusannya.
Intinya, aturan ini dibikin biar semua lebih jelas dan teratur. Biar review produk itu nggak asal-asalan dan tetap ada pihak yang bertanggung jawab, yaitu BPOM.
Mekanisme Pembuatan Aturan Reviu Skincare Ini Gimana?¶
Proses pembuatan aturan ini juga nggak instan, guys. Kata Pak Taruna, BPOM lagi nyiapin dasar akademik dulu buat aturan review produk ini. Jadi, aturan ini nggak cuma asal dibuat, tapi juga berdasarkan kajian ilmiah dan pertimbangan yang matang.
Setelah dasar akademiknya selesai, BPOM bakal ngadain dengar pendapat dan harmonisasi sama aturan-aturan lain yang udah ada. Aturan-aturan ini bisa dari undang-undang sampai instruksi presiden, lho! Contohnya Undang-Undang Kesehatan, peraturan tentang kesehatan, Peraturan Presiden tentang Kelembagaan Badan POM, Instruksi Presiden nomor tiga, sampai Undang-Undang Kerahasiaan Dagang. Banyak banget kan? Ini semua dilibatkan biar aturan baru ini nanti nggak tumpang tindih atau bertentangan sama aturan yang udah ada.
Sebelumnya, Komisi IX DPR juga udah mendorong BPOM buat ngawasin influencer di media sosial yang sering review skincare. Wakil ketua Komisi IX DPR, Ibu Nihayatul Wafiroh, minta BPOM segera klarifikasi kalau ada influencer yang review produk kosmetik atau obat secara mandiri. Ibu Nihayatul juga pengen BPOM bikin regulasi khusus buat influencer yang review produk. Ini semua demi keamanan masyarakat, biar nggak gampang kemakan info yang belum tentu benar dari influencer.
Jadi, prosesnya panjang dan melibatkan banyak pihak, tapi tujuannya satu: melindungi kita semua sebagai konsumen.
Dampak Aturan Baru Ini ke Influencer dan Konsumen¶
Kira-kira, apa ya dampak aturan baru ini buat influencer dan kita sebagai konsumen?
Buat Influencer:
- Nggak Bisa Sembarangan Review: Jelas dong, influencer nggak bisa lagi sembarangan review produk, terutama produk-produk yang sensitif kayak skincare, obat, atau makanan. Mereka harus lebih hati-hati dan bertanggung jawab sama apa yang mereka omongin.
- Mungkin Ada Sertifikasi atau Pelatihan: Bisa jadi BPOM bakal bikin semacam sertifikasi atau pelatihan khusus buat influencer yang pengen review produk. Jadi, influencer yang udah punya sertifikat ini dianggap lebih kredibel dan punya pengetahuan yang cukup buat review produk.
- Kolaborasi dengan BPOM: Mungkin juga ke depannya bakal ada kolaborasi antara influencer dan BPOM. Misalnya, influencer bisa bantu BPOM buat sosialisasi informasi yang benar tentang produk-produk aman dan berkualitas.
Buat Konsumen (Kita):
- Info Review Lebih Terpercaya: Dengan adanya aturan ini, diharapkan info review produk yang kita dapat jadi lebih terpercaya dan akurat. Kita nggak gampang lagi kemakan review abal-abal dari influencer yang cuma cari sensasi atau endorse.
- Produk Lebih Aman dan Berkualitas: Aturan ini juga secara nggak langsung bisa mendorong produsen buat bikin produk yang lebih aman dan berkualitas. Karena kalau produknya jelek dan di-review negatif sama influencer yang kredibel, pasti bakal berdampak buruk buat penjualan mereka.
- Perlindungan Konsumen Lebih Kuat: Yang pasti, aturan ini dibuat buat melindungi kita sebagai konsumen. Kita jadi punya perlindungan yang lebih kuat dari informasi yang menyesatkan atau produk yang berbahaya.
Produk Apa Saja yang Bakal Kena Aturan Ini?¶
Seperti yang udah disebutin di awal, aturan ini nggak cuma buat skincare aja, tapi juga buat produk-produk lain, seperti:
- Kosmetik: Semua jenis kosmetik, mulai dari makeup, body lotion, parfum, sampai produk perawatan rambut.
- Pangan: Makanan dan minuman, baik yang kemasan maupun yang dijual langsung ke konsumen.
- Obat: Obat-obatan, termasuk obat tradisional dan suplemen kesehatan.
- Produk Lain yang Diawasi BPOM: Kemungkinan besar aturan ini juga bakal berlaku buat produk-produk lain yang diawasi BPOM, seperti alat kesehatan dan produk rumah tangga tertentu.
Jadi, cakupannya luas banget ya!
Gimana Cara Kita Sebagai Konsumen Menyikapi Aturan Baru Ini?¶
Sebagai konsumen yang cerdas, kita juga perlu menyikapi aturan baru ini dengan bijak. Beberapa hal yang bisa kita lakukan:
- Tetap Kritis sama Review Influencer: Meskipun ada aturan baru, kita tetap harus kritis sama review dari influencer. Jangan langsung percaya mentah-mentah sama semua yang mereka bilang. Cari tahu informasi dari sumber lain juga, misalnya dari website resmi BPOM atau dari artikel-artikel kesehatan yang terpercaya.
- Cek Izin BPOM: Sebelum beli produk skincare, kosmetik, makanan, atau obat, selalu cek dulu apakah produk itu udah punya izin edar dari BPOM atau belum. Izin BPOM ini jadi salah satu jaminan kalau produk itu udah aman dan layak dikonsumsi atau digunakan. Kamu bisa cek di website resmi BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.
- Laporkan ke BPOM Kalau Ada Produk Mencurigakan: Kalau kamu nemuin produk yang mencurigakan atau review influencer yang nggak benar, jangan ragu buat laporin ke BPOM. Laporan dari masyarakat ini penting banget buat bantu BPOM ngawasin peredaran produk dan informasi yang salah.
- Dukung Aturan Baru Ini: Aturan baru ini dibuat demi kebaikan kita semua sebagai konsumen. Jadi, kita sebagai konsumen juga perlu dukung aturan ini biar bisa berjalan efektif dan memberikan manfaat yang maksimal.
Dengan aturan baru ini, semoga industri skincare, kosmetik, pangan, dan obat di Indonesia jadi lebih sehat dan terpercaya ya!
Gimana pendapat kamu tentang aturan baru BPOM ini? Setuju nggak kalau review influencer itu perlu diatur? Atau punya pendapat lain? Yuk, share di kolom komentar di bawah ini! Kita diskusi bareng!
Posting Komentar