Pertalite Dicampur Pertamax? Warga Kecewa, Pilih SPBU Lain Aja!

Table of Contents

Pertalite Dicampur Pertamax

JAKARTA, KOMPAS.com - Waduh, geger banget nih soal dugaan Pertalite dioplos jadi Pertamax! Kasus korupsi di Pertamina Patra Niaga ini bikin warga jadi kecewa berat. Gimana enggak kecewa, ya kan? Kita udah bayar lebih mahal buat dapat bensin yang katanya lebih bagus, eh ternyata kualitasnya sama aja kayak bensin subsidi. Kan nyesek!

Kecewa Beratnya Warga

Banyak nih warga yang curhat soal kekecewaan mereka. Salah satunya Rafi (25), dari Pancoran, Jakarta Selatan. Dia sengaja isi Pertamax buat motornya biar mesinnya lebih awet. Selain itu, dia juga pengen bantu negara dengan gak pakai BBM bersubsidi. Niatnya udah bagus banget, tapi malah begini jadinya.

Warga Kecewa Pertamax Oplosan

“Sebenci-bencinya sama kebijakan negara, pasti di lubuk hati terdalam masih pengen support punya negeri sendiri. Tapi dengan kejadian kayak gini, sangat kecewa,” kata Rafi dengan nada kesal. Bener banget, ya. Udah niat baik, malah dikasih zonk.

Luthfa (22), warga Jakarta Timur, juga merasakan hal yang sama. Dia juga mikir Pertamax itu lebih berkualitas dan bisa bikin mesin motornya lebih awet. Setiap minggu, dia rela keluarin Rp 50.000 sampai Rp 60.000 buat beli Pertamax. Tapi, hasilnya malah bikin dia gigit jari.

“Kecewa banget sih karena kan gue bayar lebih ya, gue expect kualitas yang lebih jugalah,” keluh Luthfa. Ya iyalah, siapa sih yang gak kecewa kalau udah bayar mahal tapi dapet barang murahan?

Pindah ke SPBU Swasta?

Karena udah kecewa dan kapok sama kejadian ini, banyak warga yang mulai mikir buat pindah beli bensin di SPBU swasta. Mereka jadi ragu sama kualitas Pertamax di SPBU Pertamina.

“Kayaknya kalau pengin nyari bensin dengan kualitas serupa Pertamax, mending sekalian ke SPBU lain deh yang udah pasti-pasti,” ujar Luthfa. Dia cerita, sebelum isu pengoplosan ini muncul, dia udah beberapa kali coba beli bensin di SPBU swasta dan merasa lebih puas.

SPBU Swasta

“Sekarang ditambah sama berita pengoplosan ini, bikin gue makin yakin buat sepenuhnya cabut dari Pertamina,” tambahnya. Wah, ini sih udah level move on dari Pertamina namanya.

Rafi juga punya pikiran yang sama. Dia yang udah lama banget langganan Pertamax, sekarang mulai mempertimbangkan buat pindah haluan.

“Ke depan kayaknya bakal beli di swasta aja. Lebih aman dan terjamin, plus secara servis orangnya ramah ramah. Toh harganya cuman beda berapa ratus perak aja,” kata Rafi. Iya juga sih, selisih harga gak seberapa, tapi kalau kualitas dan pelayanan lebih oke, kenapa enggak?

Moral Pelaku Dipertanyakan

Putra (35), warga Kebagusan, Jakarta Selatan, juga ikut angkat bicara. Dia mempertanyakan moral para tersangka yang terlibat dalam kasus pengoplosan Pertalite jadi Pertamax ini. Kok bisa ya mereka tega ngelakuin hal kayak gini?

Moral Pelaku Korupsi

“Memangnya tidak malu mengambil uang dari hasil keringat rakyat? Giliran sudah jadi tersangka, muka kalian malah lesu,” kata Putra dengan nada emosi. Bener banget, seharusnya mereka malu dan mikirin dampak perbuatan mereka ke masyarakat luas.

Sebagai pengguna Pertamax selama bertahun-tahun, Putra merasa kasus ini nunjukkin betapa parahnya kondisi di Indonesia saat ini. Dia berharap pemerintah pusat bisa bertindak lebih tegas dan serius dalam menangani masalah korupsi.

“Kasihan masyarakat mulu yang dirugikan. Kaum atas malah ketawa-ketiwi,” ujarnya dengan nada prihatin. Iya nih, rakyat kecil selalu jadi korban.

Rizky Widyanto (28), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, juga punya cerita yang sama. Dia udah tujuh tahun pakai Pertamax buat motor Honda PCX-nya. Alasannya juga sama, pengen bantu negara dengan gak pakai BBM bersubsidi. Tapi, begitu tau ada dugaan pengoplosan ini, dia langsung kecewa berat.

Rizky Widyanto Kecewa

Niat baiknya buat pakai bensin berkualitas malah dikhianati sama para pelaku korupsi yang cuma mikirin perut sendiri. “Niatnya mau sadar diri enggak pakai subsidi, bantu negara, eh enggak tahunya begini,” keluh Rizky.

Rizky juga merasa rugi udah pakai Pertamax dari tahun 2018. Padahal, seminggu dia bisa keluarin Rp 100.000 sampai Rp 200.000 buat bensin. Lumayan banget kan itu?

“Niatnya (juga) biar lebih enak dan kencang saja nih motor, pakai Pertamax. Eh enggak tahunya sugesti doang,” kata Rizky dengan nada sedikit bercanda tapi tetap kecewa. Ternyata, ekspektasi gak sesuai realita.

Dugaan Korupsi Mengguncang Pertamina

Kasus dugaan pengoplosan Pertalite jadi Pertamax ini emang lagi jadi sorotan utama. Kejaksaan Agung (Kejagung) bahkan udah menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan (RS), sebagai tersangka utama. Wah, gawat juga nih sampai Dirutnya ikut kena.

Kejagung Usut Korupsi Pertamina

Menurut keterangan Kejagung, PT Pertamina Patra Niaga diduga beli Pertalite, terus dioplos jadi Pertamax. Tapi, pas belinya, Pertalite itu dibeli dengan harga Pertamax. Ini mah namanya penipuan kelas kakap!

“Dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, Tersangka RS melakukan pembelian (pembayaran) untuk Ron 92 (Pertamax), padahal sebenarnya hanya membeli Ron 90 (Pertalite) atau lebih rendah kemudian dilakukan blending di Storage/Depo untuk menjadi Ron 92,” jelas Kejagung. Dan yang parah, hal ini ternyata gak boleh dilakukan.

Selain Riva Siahaan, ada juga enam tersangka lain yang ikut ditetapkan. Mereka dari berbagai posisi penting di Pertamina dan perusahaan terkait. Ini nunjukkin kalau kasus korupsi ini kayaknya udah sistematis dan melibatkan banyak orang.

Pada hari Rabu (26/2/2025), Kejagung kembali menetapkan dua tersangka baru, yaitu Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, dan Edward Corner, VP trading operation PT Pertamina Patra Niaga. Kasusnya makin melebar aja nih.

Perbandingan Pertalite dan Pertamax

Biar lebih jelas, kita bahas sedikit perbedaan antara Pertalite dan Pertamax. Kenapa sih orang-orang pada kecewa banget kalau Pertalite dioplos jadi Pertamax?

Fitur Pertalite (RON 90) Pertamax (RON 92)
RON 90 92
Warna Hijau Biru
Harga Lebih Murah Lebih Mahal
Klaim Bensin Subsidi Bensin Non-Subsidi
Manfaat Standar Lebih Baik (klaim)

Dari tabel di atas, kelihatan kan bedanya? Pertamax itu punya RON (Research Octane Number) lebih tinggi, yaitu 92, sementara Pertalite cuma 90. RON ini penting banget karena nunjukkin kemampuan bensin buat tahan kompresi di mesin. Makin tinggi RON, makin bagus buat mesin performa tinggi.

Pertamax juga diklaim punya kualitas yang lebih baik dari Pertalite, makanya harganya juga lebih mahal. Orang-orang yang pakai Pertamax biasanya berharap mesinnya lebih awet, pembakaran lebih bersih, dan tarikan lebih enteng.

Nah, kalau ternyata Pertamax cuma oplosan Pertalite, ya wajar aja kalau warga pada ngamuk dan kecewa. Mereka udah bayar lebih mahal, tapi ternyata dapet barang yang sama aja kayak Pertalite. Ini sama aja kayak beli iPhone tapi dapetnya Android abal-abal, kan nyesek banget!

Dampak Kasus Pengoplosan

Kasus pengoplosan Pertalite jadi Pertamax ini dampaknya bisa luas banget, lho. Gak cuma soal kekecewaan warga aja, tapi juga soal kepercayaan masyarakat ke Pertamina dan pemerintah.

  • Kepercayaan Masyarakat Menurun: Jelas banget, kasus ini bikin kepercayaan masyarakat ke Pertamina jadi merosot tajam. Orang jadi mikir, “Ah, Pertamina mah nipu!” Ini bahaya banget buat citra perusahaan BUMN sebesar Pertamina.
  • Kerugian Konsumen: Warga yang udah lama pakai Pertamax dan bayar lebih mahal jadi merasa dirugikan. Uang mereka kayak dibuang percuma karena ternyata kualitas Pertamax gak sesuai harapan.
  • Dampak Ekonomi: Kasus korupsi ini juga bisa berdampak ke ekonomi secara luas. Dana yang seharusnya buat negara malah dikorupsi, ini jelas merugikan keuangan negara.
  • Citra Negara: Kasus korupsi di BUMN besar kayak Pertamina juga bisa mencoreng citra Indonesia di mata internasional. Investor jadi mikir dua kali buat investasi di Indonesia.

Langkah Selanjutnya?

Pemerintah dan pihak berwenang harus bertindak tegas buat menangani kasus ini sampai tuntas. Para pelaku korupsi harus dihukum seberat-beratnya biar ada efek jera. Selain itu, Pertamina juga harus berbenah diri dan memperbaiki sistem pengawasannya biar kejadian kayak gini gak terulang lagi.

Langkah Hukum Korupsi

Penting juga buat Pertamina buat transparan ke publik soal kasus ini. Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, langkah-langkah perbaikan apa yang akan diambil, dan bagaimana Pertamina akan menjaga kualitas BBM di masa depan. Keterbukaan ini penting buat memulihkan kepercayaan masyarakat.

Buat warga, kejadian ini jadi pelajaran berharga. Kita harus lebih kritis dan jangan gampang percaya sama klaim-klaim marketing. Penting juga buat kita sebagai konsumen buat terus mengawasi kinerja BUMN dan pemerintah.

Gimana pendapat kalian soal kasus ini? Apakah kalian juga kecewa dengan dugaan pengoplosan Pertalite jadi Pertamax? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar