Mahasiswa Unram Ikut Aksi 'Indonesia Gelap': Ada Apa Besok?

Table of Contents

Mahasiswa Unram Ikut Aksi 'Indonesia Gelap': Ada Apa Besok?

Aksi ‘Indonesia Gelap’ Menggema, Mahasiswa Unram Bergerak ke Jakarta

Isu-isu nasional kayaknya lagi panas banget ya belakangan ini. Nah, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) baru-baru ini bikin gebrakan lagi dengan aksi demonstrasi yang mereka kasih judul ‘Indonesia Gelap’. Aksi ini bukan cuma di Jakarta aja loh, tapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kerennya lagi, mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram) di Nusa Tenggara Barat (NTB) juga nggak mau ketinggalan untuk ikut menyuarakan aspirasi mereka.

Presiden BEM Unram bahkan udah duluan berangkat ke Jakarta untuk gabung sama teman-teman mahasiswa lainnya dari BEM SI. Sekretaris Jenderal BEM Unram, Yudiatna Dwi Sahreza, bilang kalau mereka bakal berbaur dengan massa aksi yang lain. Wah, semangat banget ya mereka ini!

Nggak cuma dari Unram, ada juga perwakilan dari Ikatan BEM Pertanian Indonesia (IBEMPI) yang juga udah standby di Jakarta. Lalu Wira Hariadi, Presnas IV IBEMPI, udah siap bergabung dalam aksi besok. Katanya sih, salah satu poin penting yang mereka tuntut itu soal kebijakan efisiensi anggaran. Kayaknya isu ini emang lagi jadi sorotan banget ya di kalangan mahasiswa.

BEM fakultas di Unram sendiri juga lagi pada sibuk konsolidasi nih. Lalu Wira juga cerita kalau momen dia di Jakarta ini pas banget sama persiapan aksi. Jadi bisa langsung gercep ikut koordinasi. Mantap!

Kenapa ‘Indonesia Gelap’? Apa Sih Maksudnya?

Mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa sih namanya ‘Indonesia Gelap’? Koordinator Pusat BEM SI, Herianto, sempat jelasin ke media kalau aksi ini tuh emang sengaja dibikin terpusat di Jakarta dan jadi puncak dari rangkaian aksi ‘Indonesia Gelap’. Mereka mau nunjukkin kalau ini adalah bentuk kemarahan mahasiswa yang udah memuncak.

Kenapa marah? Soalnya, menurut Herianto, tuntutan-tuntutan yang udah mereka sampaikan sebelumnya pas demo hari Senin (17/2/2025) kayaknya belum direspon dengan baik sama pemerintah. Makanya, mereka merasa perlu untuk bikin aksi yang lebih besar dan lebih kuat lagi. ‘Indonesia Gelap’ ini bisa jadi simbol dari keresahan mereka terhadap kondisi negara yang mereka lihat belum sesuai harapan. Mungkin mereka merasa ada banyak kebijakan atau masalah yang ‘gelap’ atau belumTransparan, atau mungkin juga kondisi Indonesia yang mereka nilai sedang kurang baik.

Tanggal 20 Februari ini dipilih sebagai puncak aksi. Herianto juga bilang kalau peserta aksi nggak cuma dari Jakarta aja, tapi juga dari luar daerah. Ini nunjukkin kalau isu yang mereka angkat ini emang isu nasional yang dirasakan sama mahasiswa di berbagai daerah.

Soal jumlah massa aksi, BEM SI belum bisa kasih angka pasti. Mereka masih mau adain persiapan teknis lapangan (teklap) dulu hari Rabu (hari ini) untuk bahas detail teknis aksi. Tapi yang jelas, dari semangatnya aja udah keliatan kalau aksi ini bakal besar dan ramai.

13 Tuntutan Mahasiswa: Apa Aja Isinya?

Nah, ini dia nih yang paling penting, tuntutan-tuntutan mahasiswa dalam aksi ‘Indonesia Gelap’. Ternyata ada 13 poin tuntutan! Banyak juga ya? Ini dia daftar lengkapnya:

1. Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis Serta Batalkan Pemangkasan Anggaran

Poin pertama ini langsung ngena banget ke dunia mahasiswa. Mereka menuntut pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis. Selain itu, mereka juga minta pemerintah untuk membatalkan pemangkasan anggaran pendidikan. Pendidikan emang jadi isu krusial ya, apalagi buat generasi muda. Kalau anggaran pendidikan dipotong, dampaknya pasti ke kualitas pendidikan dan akses pendidikan buat semua kalangan.

2. Cabut Proyek Strategis Nasional (PSN) Bermasalah dan Wujudkan Reforma Agraria Sejati

PSN seringkali jadi sorotan karena dianggap punya dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan. Mahasiswa menuntut pencabutan PSN yang bermasalah dan nggak berpihak ke rakyat. Mereka juga mendorong pelaksanaan reforma agraria sejati. Reforma agraria ini penting banget untuk mengatasi ketimpangan kepemilikan tanah dan memberikan keadilan bagi petani dan masyarakat agraria. Mereka menilai PSN seringkali malah jadi alat perampasan tanah rakyat, jadi wajar kalau mereka tuntut pencabutan PSN yang nggak adil.

3. Tolak Revisi Undang-Undang Minerba

Revisi UU Minerba juga jadi perhatian mahasiswa. Mereka khawatir revisi ini justru bakal jadi alat pembungkaman bagi kampus dan lingkungan akademik yang kritis. UU Minerba ini mengatur soal pertambangan mineral dan batubara. Kalau ada revisi yang dianggap bermasalah, tentu bisa berdampak luas ke lingkungan, masyarakat sekitar tambang, dan juga kebebasan berpendapat di kampus.

4. Hapus Dwifungsi ABRI

Dwifungsi ABRI ini isu klasik tapi masih relevan sampai sekarang. Mahasiswa menuntut penghapusan multifungsi ABRI karena mereka menilai keterlibatan militer dalam sektor sipil berpotensi menciptakan represi dan menghambat kehidupan demokratis. Di era reformasi ini, peran militer emang seharusnya lebih fokus ke pertahanan negara, bukan ikut campur urusan sipil.

5. Sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat

Masyarakat adat seringkali jadi kelompok yang terpinggirkan dan rentan. Mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Masyarakat Adat agar masyarakat adat punya perlindungan hukum yang jelas atas tanah dan kebudayaan mereka. Pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat ini penting banget untuk keadilan sosial dan keberagaman budaya Indonesia.

6. Cabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025

Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini dinilai mahasiswa sebagai ancaman terhadap kepentingan rakyat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Mereka menuntut pencabutan Inpres ini karena dianggap merugikan rakyat kecil. Kita perlu cari tahu lebih dalam nih, apa sih isi Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini sampai mahasiswa merasa perlu untuk dicabut?

7. Evaluasi Penuh Program Makan Bergizi Gratis

Program makan bergizi gratis yang lagi digadang-gadang pemerintah juga nggak luput dari sorotan mahasiswa. Mereka menuntut evaluasi penuh program ini agar tepat sasaran, terlaksana dengan baik, dan tidak jadi alat politik semata. Program yang bagus harusnya emang dievaluasi secara berkala ya, biar efektif dan nggak ada penyimpangan. Mahasiswa pengen memastikan program ini beneran buat rakyat, bukan cuma buat kepentingan politik tertentu.

8. Realisasikan Anggaran Tunjangan Kinerja Dosen

Kesejahteraan dosen juga jadi perhatian mahasiswa. Mereka menuntut realisasi anggaran tunjangan kinerja dosen. Dosen ini kan ujung tombak pendidikan tinggi, jadi kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan demi peningkatan kualitas pendidikan. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya melindungi hak-hak buruh kampus.

9. Desak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Perampasan Aset

Korupsi masih jadi masalah besar di Indonesia. Mahasiswa mendesak Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menerbitkan Perppu Perampasan Aset. Mereka menilai korupsi ini udah mendesak dan harus segera diatasi dengan langkah konkret seperti Perppu Perampasan Aset ini. Perppu ini diharapkan bisa jadi senjata ampuh untuk memberantas kejahatan ekonomi dan korupsi.

10. Tolak Revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kejaksaan

Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan juga jadi perhatian mahasiswa. Mereka khawatir revisi ini berpotensi menguatkan impunitas aparat dan militer serta melemahkan pengawasan terhadap aparat. Institusi TNI, Polri, dan Kejaksaan ini punya peran penting dalam negara hukum, jadi revisi UU yang mengatur mereka harus hati-hati dan jangan sampai malah melemahkan kontrol sipil dan akuntabilitas.

11. Efisiensi dan Rombak Kabinet Merah Putih

Soal efisiensi anggaran lagi nih. Mahasiswa menyoroti borosnya para pejabat yang tidak bertanggung jawab. Mereka menuntut perombakan kabinet untuk mengganti pejabat-pejabat yang bermasalah. Kabinet yang bersih dan efisien tentu jadi harapan semua rakyat ya.

12. Tolak Revisi Peraturan DPR tentang Tata Tertib

DPR juga nggak luput dari kritik mahasiswa. Mereka menolak revisi Peraturan DPR tentang tata tertib karena revisi ini dianggap bermasalah dan bisa menimbulkan kesewenang-wenangan dari lembaga DPR. Tata tertib DPR ini penting untuk mengatur kinerja dan perilaku anggota DPR. Kalau revisinya bermasalah, bisa bahaya juga buat demokrasi.

13. Reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri)

Poin terakhir, mahasiswa menuntut reformasi Polri secara menyeluruh. Mereka ingin menghilangkan budaya represif dan meningkatkan profesionalisme kepolisian. Polri sebagai aparat penegak hukum harusnya jadi pelayan masyarakat, bukan malah jadi sumber ketakutan. Reformasi Polri ini udah jadi isu lama, tapi kayaknya emang belum tuntas sampai sekarang.

Aksi Ini Panggilan untuk Semua Elemen Masyarakat

Aksi ‘Indonesia Gelap’ ini bukan cuma aksi mahasiswa aja, tapi juga panggilan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan. Mahasiswa mengajak semua pihak untuk bersatu demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat banget ya mahasiswa ini!

Semoga aksi ‘Indonesia Gelap’ ini bisa jadi momentum penting untuk perubahan yang lebih baik di Indonesia. Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya!

Gimana menurut kalian guys tentang aksi ‘Indonesia Gelap’ ini? Poin-poin tuntutan mereka ada yang menarik perhatian kalian? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Posting Komentar