Kena Tilang? Cek Daftar Lengkap Denda Operasi Keselamatan 2025!

Table of Contents

Kena Tilang Operasi Keselamatan

Siap-siap buat kamu yang sering lewat Jakarta dan sekitarnya! Soalnya, ada kabar penting nih dari Polda Metro Jaya. Mulai hari Senin, 10 Februari 2025, mereka lagi gencar-gencarnya adain Operasi Keselamatan 2025. Tujuannya jelas, biar kita semua makin sadar dan tertib di jalan raya. Operasi ini juga sekaligus persiapan buat Operasi Ketupat nanti pas musim mudik Lebaran 2025.

Kata Kakorlantas Polri Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Operasi Keselamatan ini bakal berlangsung selama 14 hari penuh. Catat tanggalnya ya, dari 10 sampai 23 Februari 2025. Jadi, selama dua minggu lebih ini, polisi bakal lebih aktif patroli dan menindak pelanggaran lalu lintas.

Daftar Lengkap Pelanggaran dan Dendanya

Nah, yang paling penting buat kamu tahu adalah daftar pelanggaran apa aja yang jadi incaran polisi selama Operasi Keselamatan 2025 ini, beserta denda tilangnya. Biar nggak kaget kalau kena tilang, mendingan simak baik-baik daftar berikut ini:

1. Menerobos Lampu Merah

Siapa nih yang masih suka nekat nerobos lampu merah? Kebiasaan ini bukan cuma bahaya buat diri sendiri, tapi juga buat pengguna jalan lain. Ingat, lampu merah itu tanda berhenti, bukan tanda buat ngebut biar cepet lewat! Kalau ketahuan nerobos lampu merah, siap-siap kena denda.

Denda: Kurungan penjara paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Aturannya ada di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1.

2. Melawan Arus Lalu Lintas

Melawan arus juga jadi pelanggaran yang sering banget kita lihat. Alesannya macam-macam, mulai dari kejebak macet sampai pengen cepet nyampe tujuan. Padahal, melawan arus itu super berbahaya dan bisa bikin lalu lintas makin semrawut. Jangan heran kalau polisi langsung nyamperin kamu kalau kedapatan melawan arus.

Denda: Kurungan penjara paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Ini diatur dalam Pasal 297 ayat 1 UU LLAJ.

3. Berkendara di Bawah Pengaruh Alkohol atau Narkoba

Ini pelanggaran yang nggak bisa ditolerir sama sekali! Nyetir dalam keadaan mabuk atau pengaruh narkoba itu sama aja kayak main-main sama nyawa. Reaksi jadi lambat, pikiran nggak jernih, dan risiko kecelakaan jadi berlipat ganda. Polisi pasti bakal menindak tegas pengendara yang terbukti mengemudi dalam kondisi seperti ini.

Denda: Kurungan penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta. Aturannya jelas di Pasal 311 UU LLAJ.

4. Menggunakan Handphone Saat Mengemudi

Di era digital ini, emang susah banget lepas dari handphone. Tapi, kalau lagi nyetir, HP itu jadi sumber bahaya! Fokus jadi buyar, konsentrasi pecah, dan risiko kecelakaan meningkat drastis. Apalagi kalau sampai bales chat atau mainan sosmed, wah, jangan deh! Lebih baik berhenti dulu di tempat aman kalau memang ada urusan penting di HP.

Denda: Kurungan penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000. Ini sesuai dengan Pasal 283 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

5. Tidak Menggunakan Helm SNI

Helm itu item wajib buat pengendara motor dan penumpangnya. Bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi helm ini pelindung kepala yang paling utama kalau terjadi kecelakaan. Helm yang standar SNI itu udah dirancang khusus buat meredam benturan. Jadi, jangan pernah sepelekan helm, ya!

Denda: Kurungan penjara paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Aturannya ada di Pasal 291 UU LLAJ.

6. Kendaraan Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis Termasuk Knalpot Brong

Knalpot brong emang lagi ngetren di kalangan anak muda, tapi suara bisingnya itu ganggu banget dan jelas-jelas melanggar aturan. Selain knalpot brong, kendaraan yang nggak sesuai spek teknis lainnya juga bisa kena tilang. Misalnya, lampu-lampu modifikasi yang silau atau ban yang ukurannya nggak standar.

Denda: Kurungan penjara paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Ini diatur dalam Pasal 285 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 LLAJ.

7. Berkendara Tak Pakai Sabuk Keselamatan

Sabuk keselamatan atau safety belt itu penting banget buat pengemudi dan penumpang mobil. Fungsinya buat menahan tubuh saat terjadi benturan atau pengereman mendadak. Jadi, jangan anggap remeh sabuk keselamatan, ya! Selalu pakai sabuk keselamatan setiap kali naik mobil, meskipun cuma jarak dekat.

Denda: Kurungan penjara paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Ini sesuai dengan Pasal 289 UU LLAJ.

8. Berkendara Melebihi Batas Kecepatan

Ngebut di jalan raya itu bukan cuma bahaya, tapi juga melanggar aturan. Setiap jalan punya batas kecepatan maksimal yang udah ditentukan. Batas kecepatan ini dibuat bukan tanpa alasan, tapi demi keselamatan kita semua. Kalau kedapatan ngebut melebihi batas kecepatan, siap-siap kena tilang.

Denda: Denda maksimal Rp 500.000. Aturannya ada di Pasal 287 ayat 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

9. Berkendara di Bawah Umur

Anak di bawah umur belum punya SIM (Surat Izin Mengemudi), yang artinya mereka belum punya kompetensi dan pengetahuan yang cukup buat mengemudi kendaraan bermotor. Kalau sampai anak di bawah umur nyetir, risikonya jelas tinggi banget. Orang tua juga harus ikut bertanggung jawab kalau anaknya sampai melanggar aturan ini.

Denda: Kurungan penjara paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta. Ini diatur dalam Pasal 281 UU LLAJ.

10. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) Tidak Sesuai Ketentuan

Plat nomor atau TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) itu identitas kendaraan. Plat nomor harus sesuai dengan aturan yang berlaku, nggak boleh dimodifikasi atau dipalsukan. Apalagi kalau sampai pakai plat nomor palsu atau rahasia, wah, urusannya bisa panjang!

Denda: Pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda kategori VI (berat) dengan nilai maksimal Rp 2 miliar. Aturannya ada di Pasal 391 dan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru), juncto Pasal 280 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Dendanya ngeri banget, ya!

11. Penggunaan Rotator Tidak Sesuai Peruntukannya

Rotator atau lampu sirine itu cuma boleh dipakai sama kendaraan tertentu, kayak polisi, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan prioritas lainnya. Penggunaan rotator yang nggak sesuai peruntukannya itu jelas melanggar aturan dan bisa bikin bingung pengguna jalan lain.

Denda: Kurungan penjara maksimal 1 bulan atau denda Rp 250.000. Ini diatur dalam Pasal 287 ayat 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

Yuk, Lebih Tertib di Jalan Raya!

Operasi Keselamatan 2025 ini bukan cuma sekadar razia biasa. Lebih dari itu, ini adalah upaya kita bersama buat menciptakan budaya tertib lalu lintas yang lebih baik. Dengan tertib di jalan raya, kita nggak cuma menghindari tilang, tapi juga melindungi diri sendiri dan orang lain dari risiko kecelakaan.

Ingat, keselamatan di jalan raya itu tanggung jawab kita bersama. Mari kita jadikan jalan raya tempat yang aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan. Patuhi rambu lalu lintas, hormati sesama pengguna jalan, dan selalu utamakan keselamatan.

Gimana menurut kamu tentang Operasi Keselamatan 2025 ini? Apakah kamu punya pengalaman menarik atau tips biar nggak kena tilang? Yuk, share di kolom komentar! Kita diskusi bareng dan saling mengingatkan supaya jadi pengendara yang lebih baik.

Posting Komentar