Geger! Barang Dibakar, Separator Jalan Jadi Sasaran Amuk Massa?

Table of Contents

Wah, Gawat! Demo 'Indonesia Gelap' di Patung Kuda Berujung Rusuh Banget!

Jakarta Pusat, khususnya area Patung Arjuna Wijaya atau yang lebih dikenal sebagai Patung Kuda, mendadak jadi pusat perhatian pada Jumat malam, 21 Februari 2025. Suasana yang awalnya tenang berubah menjadi tegang dan kacau balau gara-gara aksi yang menamakan diri “Indonesia Gelap”. Malam itu, Patung Kuda yang biasanya ramai dengan lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki, dipenuhi oleh kerumunan massa yang semakin lama semakin tidak terkendali.

Awal Mula Kejadian: Dari Tertib Jadi Chaos

Sejak sore hari, massa sudah mulai berkumpul di sekitar Patung Kuda. Awalnya, aksi “Indonesia Gelap” ini terlihat berjalan cukup tertib. Namun, seiring berjalannya waktu dan suasana malam yang semakin larut, situasi mulai berubah drastis. Entah apa pemicunya, aksi yang tadinya damai tiba-tiba menjadi ricuh. Api mulai terlihat berkobar di beberapa titik di sekitar lokasi demonstrasi.

Massa aksi yang jumlahnya terus bertambah, mulai melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Water barrier berwarna oranye yang biasanya digunakan untuk membatasi jalan, serta spanduk-spanduk plastik yang sebelumnya mereka bawa, menjadi sasaran amarah. Benda-benda tersebut dibakar di tengah jalan, menambah panas suasana malam itu.

Teriakan-teriakan dari tengah kerumunan semakin membakar semangat peserta aksi yang lain. Beberapa orang bahkan terdengar menyemangati mereka yang berada di barisan depan untuk terus maju dan tidak gentar. “Kami tidak peduli! Pembatas itu bisa dibeli lagi!” teriak salah seorang peserta aksi dengan lantang, seolah menantang imbauan polisi yang meminta mereka untuk tidak membakar fasilitas umum. Situasi semakin memanas dan tidak terkendali.

Eskalasi Kerusuhan: Polisi Diserang, Kembang Api Meluncur

Kondisi di Patung Kuda semakin lama semakin mencekam. Massa aksi semakin beringas. Mereka mulai menyalakan kembang api dan petasan, bukan untuk merayakan sesuatu, melainkan untuk menambah suasana chaos. Kembang api-kembang api itu meluncur ke langit malam, memecah kesunyian dan menambah kesan mencekam. Tidak hanya itu, botol-botol plastik bekas minuman pun ikut melayang, dilemparkan ke arah barisan polisi yang berusaha mengendalikan situasi.

Sesekali, suara ledakan petasan terdengar keras dari arah kerumunan massa. Suara-suara ledakan ini semakin membuat suasana menjadi tegang dan menakutkan. Di sisi lain, pihak kepolisian terus berupaya untuk menenangkan massa. Melalui pengeras suara, polisi berulang kali memberikan peringatan dan imbauan kepada peserta aksi agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.

“Hati-hati terhadap provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar salah satu petugas kepolisian melalui pengeras suara, berharap massa aksi tidak terpancing emosi dan melakukan tindakan yang lebih merugikan. Namun, imbauan tersebut tampaknya tidak terlalu dihiraukan oleh sebagian besar peserta aksi yang sudah terlanjur terbawa suasana panas.

Separator Busway Jadi Korban: Fasilitas Umum Dirusak

Tidak hanya water barrier dan spanduk yang menjadi sasaran amuk massa. Separator busway, atau pembatas jalur bus TransJakarta yang terbuat dari beton, juga ikut menjadi korban keganasan aksi “Indonesia Gelap”. Setelah teriakan “alerta” menggema dari tengah kerumunan, beberapa peserta aksi mulai bergerak merusak pembatas beton tersebut.

Beberapa di antara mereka terlihat menggeser, mendorong, bahkan menendang separator busway hingga hancur berantakan. Aksi perusakan fasilitas umum ini semakin memperparah situasi yang sudah kacau. Padahal, separator busway itu dibangun dengan uang rakyat dan sangat berguna untuk kelancaran transportasi umum di Jakarta.

Polisi kembali memberikan imbauan melalui pengeras suara. “Kami ingatkan kepada teman-teman yang masih melaksanakan aksi untuk tidak melakukan perusakan fasilitas publik,” kata seorang petugas kepolisian, mencoba mengingatkan massa akan pentingnya menjaga fasilitas umum. Namun, imbauan tersebut lagi-lagi tidak diindahkan. Massa terus saja melakukan perusakan, bahkan ada yang mulai melempar batu ke arah barikade polisi yang berjaga.

Situasi sempat semakin tegang ketika beberapa orang dari barisan depan mencoba mendekati pagar pembatas yang dijaga ketat oleh polisi. Mobil komando yang sebelumnya digunakan sebagai pusat orasi, terlihat mulai mundur dari lokasi, mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, sebagian kelompok massa tetap bertahan di garis depan, seolah siap untuk menghadapi apapun yang terjadi.

Lempar Bom Molotov ke Polisi: Ketegangan Memuncak

Puncak ketegangan terjadi ketika massa aksi mulai nekat melemparkan bom molotov ke arah barikade polisi. Api dari bom molotov yang pecah menyala terang, sempat menyulut kepanikan di tengah kerumunan massa sendiri. Aksi pelemparan bom molotov ini jelas sangat membahayakan dan menunjukkan bahwa situasi sudah benar-benar di luar kendali.

Polisi yang sejak awal berusaha bersikap persuasif dan menahan diri, tetap bertahan di posisinya. Mereka tidak terpancing untuk melakukan tindakan represif, melainkan terus mengimbau massa aksi untuk segera membubarkan diri secara damai. Imbauan untuk membubarkan diri terus diulang-ulang melalui pengeras suara, berharap massa aksi mau mendengarkan dan mengakhiri kericuhan ini.

Namun, seruan polisi tidak serta-merta meredakan aksi. Sebagian demonstran masih bertahan di lokasi, meskipun jumlah mereka mulai terlihat berkurang menjelang pukul 20.00 WIB. Mungkin sebagian massa mulai sadar bahwa aksi mereka sudah semakin tidak terkendali dan berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Massa Bubar, Petugas Kebersihan Turun Tangan: Jakarta Kembali Pulih

Setelah beberapa jam lamanya terjadi kekacauan dan kericuhan di Patung Kuda, akhirnya massa aksi mulai berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Perlahan tapi pasti, kerumunan orang mulai menipis dan jalanan kembali terlihat lengang. Namun, pemandangan yang ditinggalkan massa aksi sungguh memprihatinkan. Sampah berserakan di mana-mana, mulai dari botol-botol air mineral bekas, kertas-kertas flyer yang dibagikan saat aksi, hingga sisa-sisa plastik bekas spanduk yang terbakar.

Saat massa benar-benar sudah meninggalkan Patung Kuda, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Pusat langsung bergerak cepat. Mereka dengan sigap menyapu dan mengumpulkan sisa-sisa sampah dan puing-puing akibat aksi malam itu. Petugas kebersihan ini bekerja keras untuk mengembalikan jalanan Jakarta ke keadaan semula, agar bisa kembali dilalui oleh masyarakat umum. Kerja keras mereka patut diacungi jempol, karena di tengah kekacauan yang terjadi, masih ada orang-orang yang peduli untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kota.

Pernyataan Polisi: Situasi Aman Terkendali

Meskipun sempat terjadi insiden pelemparan dan pembakaran, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun peserta aksi yang ditangkap dalam kejadian tersebut. Beliau menyampaikan bahwa situasi sudah aman dan terkendali.

“Sampai dengan saat ini tidak ada korban dari kepolisian maupun peserta aksi. Intinya, Alhamdulillah semua kegiatan hari ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar beliau. Pernyataan Kapolres ini tentu sedikit melegakan, meskipun aksi “Indonesia Gelap” malam itu sempat membuat geger dan meresahkan masyarakat. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Gimana menurut kalian soal aksi “Indonesia Gelap” ini? Komen di bawah ya!

Posting Komentar