Avtur Kualanamu 'Dicuri'? Pertamina: Patroli Ketat, Pelaku Lebih Jago!
MEDAN, SUMATERA UTARA – Heboh banget kabar pencurian avtur, bahan bakar penting buat pesawat terbang, di sekitaran Bandara Kualanamu! Katanya sih, sindikat maling ini udah cukup lama beraksi dan bikin pusing kepala PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Lokasi kejadiannya di Pantai Dewi Indah, daerah Pantai Labu, Deli Serdang. Kejadian ini terungkap pada hari Selasa, 11 Februari 2025.
Kok Bisa Avtur Dicuri? Emang Caranya Gimana?¶
Jadi gini ceritanya, avtur ini lagi diangkut pakai kapal tanker. Nah, dari kapal itu, bahan bakar ini disalurkan lewat pipa bawah laut menuju Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Kualanamu. Di sinilah, diduga para pencuri ini beraksi. Mereka kayaknya udah lihai banget, sampai bisa nembus pengamanan dan ngambil avtur dari pipa itu.
Menurut keterangan dari Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, kasus ini udah sepenuhnya diserahin ke pihak kepolisian. Pertamina juga bilang, sebenernya mereka udah punya tim patroli yang rutin ngecek jalur pipa sepanjang 5 kilometer dari kapal sampai ke DPPU Bandara Kualanamu. Tapi, kok ya masih kecolongan juga?
“Kita tuh sebenernya udah ada pengawasan ya, rutin kita lakuin. Tapi ini kayaknya memang mereka lebih jago aja,” kata Pak August, waktu diwawancarai di kantornya hari Kamis, 13 Februari 2025. Dia juga bilang, mereka masih nunggu hasil pemeriksaan dari tersangka buat tau persis modusnya kayak gimana, dan gimana caranya mereka bisa ngelabui tim patroli. Wah, makin penasaran kan?
Pak August sendiri belum mau cerita detail soal gimana tim patroli Pertamina itu bekerja. Tapi, dia menduga salah satu pelaku ini mungkin punya koneksi atau memanfaatkan posisinya sebagai pengelola Pantai Dewi Indah. Jadi, mereka bisa bikin kamuflase, seolah-olah kegiatan mereka di pantai itu ya biasa-biasa aja.
“Mungkin mereka ngelabui petugas dengan bikin gubuk gitu ya, buat nyembunyiin avtur curiannya, terus ya kayak kegiatan pantai biasa aja. Tapi ya kita apresiasi banget Tim Lantamal sama tim intelnya yang udah berhasil ngebongkar kasus ini,” tambahnya.
Baca Juga: Pengelola Pantai Dewi Indah Terlibat Sindikat Pencurian Avtur untuk Pesawat di Bandara Kualanamu
Rugi Ratusan Juta! Malingnya Udah Beraksi dari Lama?¶
Dari barang bukti yang udah diamankan, Pertamina ngaku rugi sekitar Rp 400 juta. Kerugian ini dihitung dari sekitar 29 bebi tank (tangki kecil) yang berisi avtur curian. Kalau ditotal, ada sekitar 30 kiloliter avtur yang berhasil diamankan. Lumayan banyak juga ya!
“(Kerugiannya) ya, sekitar Rp 400 jutaan dengan barang bukti, kalau tidak salah ada 29 di bebi tank, berarti sekitar 30 kiloliter, (total kerugian) sekitar Rp 400 jutaan,” jelas August lagi.
| Barang Bukti | Jumlah | Estimasi Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Bebi Tank Avtur | 29 | - |
| Total Avtur Curian | 30 Kiloliter | 400.000.000 |
Tapi, ternyata kerugian Pertamina bisa jadi lebih besar dari itu! Soalnya, sindikat pencuri ini ngaku udah beraksi sejak tahun 2022. Dan sekali beraksi, mereka bisa dapat 30 kiloliter avtur. Waduh, kalau dihitung-hitung dari 2022 sampai sekarang, kerugiannya bisa berlipat-lipat ganda nih!
Pak August sendiri masih belum bisa mastiin total kerugian Pertamina. Dia bilang, masih nunggu proses penyidikan dari polisi. “Kalau sampai dengan saat ini, saya harus menunggu dulu hasil penyidikan. Saya belum bisa pastikan apakah itu dari tahun 2022 atau berapa karena saya masih menunggu proses hukum yang sedang terjadi di Polresta Deli Serdang,” katanya.
Baca Juga: Sindikat Pencurian Avtur di Deli Serdang Rugikan Pertamina Rp 400 Juta
TNI AL Turun Tangan, Maling Avtur Berhasil Diringkus!¶
Kabar baiknya, sindikat pencuri avtur ini akhirnya berhasil dibongkar sama Tim Fleet One Quick Response (FIQR) TNI Angkatan Laut Lantamal 1 Belawan! Mereka gercep banget, langsung turun tangan setelah dapat info soal pencurian ini. Pengungkapan kasus ini terjadi pada hari Selasa, 11 Februari 2025.
Modus pencuriannya ternyata cukup canggih juga. Para pelaku ini melubangi pipa bawah laut milik Pertamina! Terus, avtur dari pipa yang bocor itu disalurkan ke gudang penampungan yang mereka bikin di Pantai Dewi Indah. Pantas aja susah ketahuan, ternyata mainnya di bawah laut!
Komandan Lantamal 1 Belawan, Brigjen TNI Marinir Jasiman Purba, lewat Kadispen Letkol Laut Nelson Sagala, ngungkapin kalau dalam operasi ini, tiga pelaku berhasil ditangkap. Nama-namanya: Andur Rafar (47 tahun), Irwansyah (31 tahun), dan Hairi (43 tahun). Sayangnya, satu pelaku lagi yang namanya Jack (50 tahun), masih buron dan lagi dikejar-kejar polisi.
Daftar Pelaku Pencurian Avtur yang Berhasil Ditangkap¶
| Nama Pelaku | Usia | Status |
|---|---|---|
| Andur Rafar | 47 | Tertangkap |
| Irwansyah | 31 | Tertangkap |
| Hairi | 43 | Tertangkap |
| Jack | 50 | DPO (Buron) |
Operasi penangkapan ini patut diapresiasi banget. Berkat kesigapan TNI AL, kerugian Pertamina bisa jadi nggak makin parah. Dan yang lebih penting, jalur distribusi avtur ke Bandara Kualanamu jadi lebih aman.
Kira-kira, Apa Motif Pencurian Avtur Ini ya?¶
Pertanyaan yang muncul sekarang, kenapa sih orang-orang ini nekat banget nyuri avtur? Padahal, resikonya gede banget kalau ketahuan. Apakah motifnya cuma ekonomi aja, pengen untung gede dengan cara cepat? Atau ada motif lain yang lebih dalam?
Mungkin aja, sindikat ini punya jaringan yang luas dan terorganisir. Bisa jadi, avtur curian ini nggak cuma dijual di sekitaran Medan aja, tapi juga didistribusikan ke tempat lain. Atau bahkan, ada oknum-oknum tertentu yang terlibat dan melindungi aksi mereka. Wah, ini sih perlu diusut tuntas sampai ke akar-akarnya!
Pihak kepolisian pasti bakal terus mengembangkan kasus ini. Nggak cuma ngejar pelaku yang masih buron, tapi juga nyari tau kemungkinan adanya pelaku lain atau jaringan yang lebih besar. Kita tunggu aja perkembangan selanjutnya dari kasus pencurian avtur yang bikin heboh ini.
Gimana menurut kamu soal kasus pencurian avtur ini? Komen di bawah ya!
Posting Komentar