Stop Impor? Gandum Ternak & Susu Malah Jadi Opsi!

Table of Contents

Hai guys, lagi pada ngapain nih? Pasti lagi pada nyantai kan? Nah, daripada bengong, mending kita bahas berita seru yang lagi hangat nih. Jadi, ceritanya pemerintah lagi galau soal impor komoditas. Penasaran? Yuk, simak selengkapnya!

Stop Impor? Eh, Kok Malah Gandum & Susu Jadi Opsi? 🤔

LSI from Stop Impor? Gandum Ternak & Susu Malah Jadi Opsi!
image just illustration

Gimana nih ceritanya? Jadi gini, di tengah gembar-gembor pemerintah yang katanya mau stop impor beberapa komoditas tahun ini, eh, malah muncul wacana impor gandum buat pakan ternak dan susu. Katanya sih, ini buat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nah loh, kok bisa gitu?

Impor Gandum untuk Pakan Ternak: Solusi atau Masalah Baru?

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Bapak Zulkifli Hasan (kita panggil aja Zulhas ya), bilang kalau impor gandum untuk pakan ternak ini tujuannya buat menjaga produksi jagung dalam negeri. Soalnya, jagung kan juga salah satu komoditas yang mau dihentikan impornya. Jadi, gandum ini kayak pengganti sementara gitu.

“Gandum untuk pakan ternak, itu harganya murah,” kata Pak Zulhas. Tapi, keputusan impor gandum ini masih harus dibahas lebih lanjut. Takutnya nanti malah bikin jagung dalam negeri gak laku karena sudah diganti gandum. Wah, rumit juga ya!

Susu Impor Demi Program Makan Bergizi Gratis

Selain gandum, susu juga masuk daftar yang kemungkinan bakal diimpor. Alasannya, pasokan susu dalam negeri katanya belum bisa memenuhi kebutuhan program MBG yang udah mulai berjalan.

“Ya, susu memang ada impornya. Tapi seperti biasa saja,” ujar Pak Zulhas. Tapi, yang lain-lain akan disesuaikan dengan pangan di daerah. Hmm, jadi agak was-was juga nih, jangan sampai impor susu malah bikin petani susu lokal jadi merugi.

Kata Pengamat: Pilihan Pragmatis Tapi…

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Bapak Khudori, bilang kalau impor gandum untuk pakan ternak ini pilihan yang pragmatis karena harganya lebih murah dari jagung impor.

Tapi, Bapak Khudori juga mempertanyakan, “Apa gandum pakan ini akan sebaik jagung pakan buat performa ternak?” Nah loh, bener juga ya. Selain itu, beliau juga mengingatkan kalau sebenarnya produksi jagung kita cukup kok, cuma masalahnya ada di kapasitas penyimpanan aja.

Komoditas Alasan Impor Masalah Potensial
Gandum Harga lebih murah, pengganti jagung Ganggu serapan jagung lokal
Susu Pasokan dalam negeri belum cukup Potensi merugikan peternak susu lokal

Kesimpulan: Jadi, Stop Impor atau Lanjut?

Waduh, setelah baca berita ini jadi makin mikir ya. Pemerintah di satu sisi mau stop impor, tapi di sisi lain malah buka opsi impor gandum dan susu. Kira-kira kebijakan mana nih yang paling tepat? Semoga aja pemerintah bisa ambil keputusan yang terbaik untuk semua pihak ya.

Gimana menurut kamu guys? Setuju gak nih sama wacana impor gandum dan susu? Atau ada pendapat lain? Yuk, sharing di kolom komentar! Jangan lupa juga untuk pantengin terus berita-berita menarik lainnya. Siapa tahu ada yang bisa bikin kita makin pinter dan kritis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya! 👋

Posting Komentar