Nasdem Ragu OCCRP Ukur Korupsi, Serius Nih?
Eh, ada berita heboh nih! Partai Nasdem lagi rame bahas soal penilaian korupsi dari OCCRP, penasaran? Yuk, kita bahas tuntas!
Nasdem Ragu dengan Penilaian Korupsi OCCRP: Seriusan Nih?¶
image just illustration
Irma Suryani Chaniago, seorang politikus dari Partai Nasdem, angkat bicara soal rilis dari Organize Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Katanya, penilaian OCCRP soal tingkat korupsi itu nggak bisa dijadiin acuan, lho! Kenapa tuh?
Apa Kata Nasdem?¶
Menurut Irma, daftar nama yang dirilis OCCRP, termasuk nama Presiden Joko Widodo, itu nggak berdasar data dan fakta. Doi bilang, OCCRP cuma ngumpulin nominasi lewat Google Form yang disebar sejak November 2024. Jadi, bukan riset mendalam yang valid gitu, deh.
Irma juga berpendapat, penilaian yang masukin Jokowi sebagai pemimpin terkorup itu nggak cuma soal korupsi aja. Tapi, juga dipengaruhi sama kebijakan luar negeri pemerintah. Misalnya, keputusan Jokowi yang lebih milih kerja sama sama China, yang sering bersinggungan sama Amerika Serikat (AS). Menurut Irma, ini yang jadi salah satu alasan kenapa Jokowi dinilai negatif sama OCCRP.
“Dugaan saya karena Jokowi lebih memilih bekerja sama dengan lawan politik AS, yaitu China, karena investasi China jauh lebih menguntungkan daripada AS, di mana semua investasi AS selama ini merugikan Indonesia dalam bagi hasil,” ujar Irma.
Tanggapan Santai Jokowi¶
Menanggapi tuduhan tersebut, Jokowi malah santai dan mempertanyakan bukti. “Hehehe, ya terkorup, korup apa yang dikorupsi? Apa ya dibuktikan?” kata Jokowi dengan nada bertanya. Beliau juga menambahkan, banyak tuduhan yang nggak berdasar dan cuma framing jahat aja. Jokowi juga meminta media untuk nanya langsung ke pihak yang ngelontarin isu tersebut.
Sekilas Tentang OCCRP¶
Buat yang belum tau, OCCRP itu organisasi jurnalisme investigasi yang kantor pusatnya di Amsterdam, Belanda. Mereka terkenal dengan investigasi mendalam soal kejahatan terorganisir dan korupsi. Tapi, kali ini penilaian mereka jadi sorotan karena dianggap nggak valid.
Kesimpulan
Jadi, intinya Partai Nasdem meragukan penilaian korupsi yang dikeluarkan OCCRP, terutama karena dinilai nggak berdasarkan data dan fakta. Sementara itu, Jokowi juga memberikan tanggapan yang cukup santai dan mempertanyakan bukti atas tuduhan tersebut.
Nah, gimana menurut kalian? Apa yang perlu kita perhatikan dalam menilai sebuah informasi? Jangan lupa berikan komentar dan pandangan kalian di bawah, ya! Yuk, kita diskusi bareng!
Semoga berita ini bermanfaat dan menambah wawasan kita. Jangan lupa untuk terus ikuti update berita lainnya! Sampai jumpa lagi!
Posting Komentar