MBG Kaltim Rp 17 Ribu, Harga Bakal Naik? Tunggu Pusat!
Hey kamu, lagi pada ngapain nih? Ada kabar seru nih soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur! Yuk, simak bareng-bareng!
Kabar Terkini MBG Kaltim: Masih Tunggu Lampu Hijau Pusat!¶
image just illustration
Jadi gini guys, program Makan Bergizi Gratis yang udah resmi launching secara nasional pada 6 Januari 2025 ternyata masih punya PR nih di Kalimantan Timur (Kaltim). Disdikbud Kaltim bilang mereka masih nunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat, terutama soal penyesuaian nilai porsi makan.
Nilai Porsi Makan Rp 17 Ribu, Cukup Gak Ya?¶
Disdikbud Kaltim udah melakukan simulasi dan nemuin angka Rp 17 ribu sebagai standar nilai porsi makan. Katanya sih, angka itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa dengan menu yang udah direncanakan. Tapi, nih ya, mereka juga nyadar kalau ada beberapa hal yang perlu diperhatiin lebih detail.
Kendala di Daerah Terpencil dan SLB¶
image just illustration
Nah, ada beberapa tantangan nih yang muncul. Misalnya, di daerah terpencil kayak Kutai Barat dan Mahakam Ulu, kemungkinan besar nilai porsi makan perlu disesuaikan lagi. Belum lagi kebutuhan gizi siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang beda banget. Contohnya, kebutuhan susu mereka. Siswa SLB nggak bisa sembarangan minum susu UHT, tapi perlu susu kedelai atau pengganti lainnya yang harganya tentu aja beda.
Siap Laksanakan, Tapi…¶
Irhamsyah, Plt Kepala Disdikbud Kaltim, menegaskan kalau mereka pada prinsipnya siap melaksanakan program MBG ini. Tapi, secara teknis, mereka masih nunggu arahan lebih lanjut. Termasuk juga mekanisme penyediaan makanannya, apakah bakal dikelola sekolah, pihak ketiga, atau melibatkan UMKM.
Kata Pengamat: Jangan Asal!¶
Prof. Moh Bahzar, pengamat sosial dari Universitas Mulawarman, menyambut baik program MBG ini. Tapi, beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dalam pelaksanaannya. Model pelaksanaannya harus jelas, apakah program ini cuma fokus di kota besar atau juga mencakup wilayah terpencil. Penyesuaian nilai porsi makanan juga harus mempertimbangkan perbedaan kondisi wilayah.
“Tidak bisa disamakan antara kebutuhan di Pulau Jawa dengan Kalimantan Timur. Kajian yang komprehensif diperlukan untuk mengukur kebutuhan gizi, harga bahan makanan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat di setiap daerah,” kata Bahzar.
Kesimpulan: Tunggu Kabar Selanjutnya!¶
Jadi, intinya program MBG di Kaltim masih dalam proses nih, guys. Kita semua masih nunggu arahan dari pemerintah pusat. Yang pasti, Disdikbud Kaltim udah siap, tapi tetap perlu kajian yang matang biar program ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran. Gimana menurut kamu? Apakah nilai porsi makan Rp 17 ribu sudah cukup? Atau ada usul lain? Yuk, diskusi di kolom komentar!
Jangan lupa, pantengin terus ya update berita selanjutnya di sini! Kami akan terus kasih info terbaru buat kamu. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Posting Komentar