Hutan Gak Produktif? Mending Jadi Sumber Pangan & Energi Aja!

Table of Contents

Hai guys! Pernah gak sih kepikiran, gimana kalau hutan yang udah gak produktif itu diubah jadi ladang makanan dan sumber energi? Nah, berita kali ini bakal ngebahas ide menarik ini, yang pastinya bakal bikin kita mikir lebih dalam tentang pemanfaatan lahan. Yuk, kita bedah satu per satu!

Hutan Gak Produktif? Ubah Aja Jadi Sumber Pangan & Energi!

LSI from Hutan Gak Produktif? Mending Jadi Sumber Pangan & Energi Aja!
image just illustration

Kondisi Hutan Kita Sekarang

teksKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap fakta yang cukup bikin miris, guys. Ada sekitar 31,8 juta hektare hutan kita yang kondisinya gak berhutan alias terdegradasi. Gede banget ya? Nah, daripada dibiarin gitu aja, seorang guru besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Yanto Santosa, punya ide brilian nih. Dia nyaranin supaya lahan-lahan yang udah rusak ini dimanfaatin buat memenuhi kebutuhan pangan dan energi kita. Wah, menarik nih!

Solusi: Pertanian di Hutan yang Terdegradasi

Kata Prof. Yanto, ini sejalan banget sama rencana Presiden Prabowo Subianto yang mau nambah lahan kelapa sawit. Tapi, tenang aja, ini bukan deforestasi kok, guys! Lahan sawit ini rencananya bakal ditanem di hutan yang udah terdegradasi, bukan di hutan yang masih asri. Menurutnya, lebih baik lahan yang rusak ini dimanfaatin buat pertanian daripada gak karuan, apalagi kalau pemerintah gak sanggup buat ngehutanin lagi.

Pentingnya Ketahanan Pangan dan Energi

Prof. Yanto juga bilang, kegiatan pertanian di hutan yang rusak itu bukan deforestasi. “Bukan sama sekali,” katanya tegas. Malah, ini bisa jadi solusi buat ketahanan pangan dan energi kita. Tapi, dia juga ngingetin, jangan semua lahan ditanamin sawit. Tetap harus ada tanaman hutan unggulan lainnya, kayak bangkirai, ulin, kayu hitam, atau meranti. Kira-kira 70% untuk sawit dan 30% untuk tanaman hutan, biar tetap seimbang.

Opini Pengamat Lingkungan

Tapi, gak semua setuju sama ide ini, guys. Ada pengamat lingkungan dan kehutanan, Petrus Gunarso, yang punya pandangan berbeda. Menurutnya, kalau pemerintah mau nambah produksi minyak sawit, lebih baik fokus replanting alias peremajaan kebun sawit yang udah ada. Soalnya, produktivitas kebun sawit kita masih rendah banget kalau dibandingin sama Malaysia.

Jenis Kebun Sawit Produktivitas (ton CPO/ha/tahun)
Nasional 3,89
Rakyat 3,429
Negara (PTPN) 4,2
Swasta 4,4

Perlu Inventarisasi Hutan Nasional

Petrus juga bilang, program peremajaan sawit rakyat (PSR) kita juga lambat banget karena masalah legalitas lahan. Jadi, dia ngusulin, pemerintah, DPR, akademisi, dan masyarakat sipil duduk bareng buat inventarisasi hutan nasional. “Duduk bareng merencanakan tata ruang untuk kesepakatan baru,” ujarnya. Pasalnya, tata ruang hutan kita yang sekarang itu udah jadul banget, dibuat pas zaman penduduk Indonesia masih 120 juta orang, padahal sekarang udah 282 juta orang.

Kesimpulan

Gimana guys, pendapat kalian tentang ide ini? Apakah setuju kalau hutan yang rusak dimanfaatin buat pertanian demi ketahanan pangan dan energi, atau lebih baik fokus sama peremajaan kebun sawit? Yang jelas, ini semua buat kepentingan kita bersama, dan butuh diskusi lebih lanjut untuk menemukan solusi terbaik.

Yuk, kasih komen di bawah! Jangan lupa juga untuk terus pantengin artikel-artikel menarik lainnya ya! Siapa tahu ada ide-ide lain yang lebih ciamik. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Posting Komentar