Bikin Geram! 2 Perusahaan Pembuang Soda Api di KBB Tak Hadir Panggilan DLH

Table of Contents

Eh, ada kabar nggak enak nih dari Bandung Barat! 😱 Jadi, ada dua perusahaan yang bikin geram karena nggak dateng pas dipanggil soal kasus kebocoran soda api. Penasaran? Yuk, kita bedah beritanya!

2 Perusahaan ‘Mangkir’ Panggilan DLH, Ada Apa Nih?

Perusahaan Mangkir
image just illustration

Jadi gini ceritanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat lagi serius banget nih menangani kasus kebocoran cairan kimia soda api yang bikin heboh. Mereka sampe ngundang dua perusahaan yang diduga bertanggung jawab, yaitu PT Pindo Deli (pemilik cairan soda api) dan CV Yasindo Multi Pratama (pemilik truk tangki pengangkut). Tujuannya buat pemetaan dampak pencemaran di jalan Purwakarta-Padalarang.

Tapi, eh tapi, dua perusahaan itu malah nggak nongol pas hari pemetaan. Padahal, kata Pak Idad Saadudin, Kepala Bidang P2KL DLH KBB, pemanggilan ini atas keinginan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) langsung, lho! 😠

Kenapa Sih Keterangan Perusahaan Itu Penting?

Keterangan Perusahaan
image just illustration

Ternyata, DLH Bandung Barat masih butuh banget keterangan dari dua perusahaan ini. Mereka pengen tahu lebih detail soal insiden kebocoran tangki, terutama soal:

  • Jenis cairan yang tumpah: Apakah bahan baku produksi atau limbah sisa?
  • Peran perusahaan: Apakah mereka pengolah, perantara, atau cuma pemilik barang?
  • Tanggung jawab pengangkut: Bagaimana SOP pengangkutan B3 mereka?

Soalnya, kebocoran cairan kimia ini nggak main-main, bikin ratusan kendaraan rusak dan lebih dari 100 orang terluka. Plus, ada kekhawatiran cairan Natrium Hidroksida ini meresap ke tanah dan sungai, waduh!

Hasil Uji pH: Cenderung Netral?

Hasil Uji pH
image just illustration

Nah, ada sedikit kabar baik nih. Setelah dicek pakai pH meter di tiga lokasi tumpahan, hasilnya cenderung netral, pH-nya sekitar 6,5-7. Ini berarti tumpahan soda api udah mulai terdegradasi karena tanah dan air hujan.

Tapi, tenang dulu, guys! Ini bukan berarti masalah selesai ya. Hasil pengecekan ini justru jadi bahan pertimbangan KLHK buat menentukan langkah penanggulangan dan tindakan ke perusahaan-perusahaan yang terlibat. Lokasinya kan ada yang di Karawang juga, jadi melibatkan lintas kota nih.

Lokasi Hasil pH Kondisi
Cikamuning 6.5 - 7 Cenderung netral
Nyalindung 6.5 - 7 Cenderung netral
Cigentur 6.5 - 7 Cenderung netral

Apa Langkah Selanjutnya?

Langkah Selanjutnya
image just illustration

DLH KBB dan tim gabungan dari Damkar BPBD serta KLHK terus melakukan pengecekan dan pemetaan. Mereka akan menunggu rekomendasi dari KLHK terkait tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Yang jelas, kasus ini nggak bisa didiemin, apalagi sampai ada perusahaan yang nggak kooperatif begini.

Sebelumnya, kejadian ini sempat bikin jalan raya Purwakarta-Padalarang jadi lautan cairan kimia, merusak banyak kendaraan dan melukai banyak orang.

Baca Juga:

Kesimpulan dan Aksi Kita

Gimana menurut kalian? Bikin kesel, kan, lihat perusahaan yang nggak bertanggung jawab begini? Semoga aja DLH, KLHK, dan pihak terkait bisa segera menindak tegas para pelaku dan memulihkan lingkungan yang terdampak.

Nah, kalau kalian punya informasi atau pendapat lain tentang kasus ini, jangan ragu buat komen di bawah ya! Kita sama-sama kawal kasus ini biar ada keadilan dan nggak ada lagi kejadian kayak gini di masa depan. Jangan lupa juga buat share artikel ini ke teman-teman kalian biar makin banyak orang yang aware. Sampai jumpa di info selanjutnya! 😉

Posting Komentar